Pembatalan Sangkaan Tidak Terkena Siksa Neraka

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 80

0
3

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 80. Menerangkan pembatalan sangkaan bahwa mereka tidak terkena siksa neraka kecuali beberapa hari saja dan bahwa mereka tidak kekal di sana. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلا أَيَّامًا مَعْدُودَةً قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

Dan mereka berkata, Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja. Katakanlah: Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui? (Q.S. Al-Baqarah : 80)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa qālū (dan mereka berkata), yakni orang-orang Yahudi.

Laη tamassanan nāru (Sekali-kali kami tidak akan disentuh api neraka), yakni api neraka tidak akan mengenai kami.

Illā ayyāmam ma‘dūdah (kecuali hanya beberapa hari saja), yakni sekitar empat puluh hari, dan selama itu pula nenek moyang kami menyembah patung anak sapi.

Qul (katakanlah) hai Muhammad!

Attakhadz-tum ‘iηdallāhi ‘ahdan (Apakah kalian telah menerima janji dari Allah) sehubungan dengan ucapan kalian.

Fa lay yukh-lifallāhu ‘ahdahū (dan Allah tidak akan mengingkari janji-Nya) sekiranya kalian mempunyai janji dengan Allah Ta‘ala.

Am taqūlūna (ataukah kalian mengatakan), yakni malah mengapakah kalian mengatakan.

‘Alallāhi mā lā ta‘lamūn (atas nama Allah perkara-perkara yang tidak kalian ketahui) dalam kitab kalian. (Tidak begitu), bahkan siapa pun yang melakukan dosa, dan dosanya telah meliputinya, maka mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan mereka berkata, Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja. Katakanlah: Sudahkah kamu menerima janji dari Allah[10], sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui?[11]

[10] Yakni sudahkah kamu mengambil perjanjian dari Allah untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta ta’at kepada-Nya, karena perjanjian inilah yang dapat menyelamatkan seseorang dari neraka.

[11] Setelah menyebutkan perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, kemudian Allah menerangkan bahwa mereka masih saja menganggap bersih diri mereka, bersaksi bahwa mereka akan selamat dari azab Allah dan bahwa mereka tidak tersentuh oleh neraka selain hanya beberapa hari saja. Dengan demikian, mereka menggabungkan antara perbuatan dosa dan rasa aman, keburukan apa lagi yang lebih besar daripada ini?! Terhadap sangkaan mereka ini, Allah membantah dengan firman-Nya di atas dan ayat setelahnya. Allah menerangkan bahwa kebenaran dakwaan mereka itu tergantung dua hal yang tidak ada lagi ketiganya: pertama, apakah mereka sudah menerima janji dari Allah. Kedua, atau mereka mengatakan tentang Allah sesuatu yang mereka tidak ketahui. Untuk yang pertama jelas tidak. Hal ini dapat diketahui dari keadaan mereka yang tidak mengambil janji dari Allah karena mereka mendustakan para nabi bahkan sebagian di antaranya mereka bunuh, mereka sering melakukan pelanggaran, membatalkan perjanjian dan lain-lain. Oleh karena itu, yang benar adalah yang kedua, yakni mereka mengatakan tentang Allah sesuatu yang mereka tidak ketahui, padahal mengatakan tentang Allah sesuatu yang tidak diketahui termasuk dosa yang sangat besar.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan mereka berkata) yakni tatkala Nabi mengancam mereka dengan neraka, (Kami sekali-kali takkan disentuh) tidak akan ditimpa sama sekali (oleh api neraka, kecuali selama hari-hari yang berbilang) maksudnya selama beberapa hari saja, yaitu selama 40 hari yakni selama waktu nenek moyang mereka menyembah patung lembu, kemudian siksaan itu akan berhenti. (Katakanlah) kepada mereka hai Muhammad, (Apakah kamu telah menerima) hamzah washalnya dibuang karena cukup dengan adanya hamzah istifham (janji dari Allah) atau ikrar mengenai hal tersebut? (Sehingga Allah tidak akan menyalahi janji-Nya?) Tidak, bukan? (Ataukah) bahkan (kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui).
Daftar Isi Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-1

Tafsir Ibnu Katsir

Melalui ayat ini Allah menceritakan perihal orang-orang Yahudi tentang apa yang mereka nukil dan mereka dakwakan untuk dirinya sendiri, bahwa diri mereka tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali hanya beberapa hari saja, setelah itu mereka selamat. Maka Allah menyangkal pengakuan tersebut melalui firman-Nya:

Katakanlah, Sudahkah kalian menerima janji dari Allah…. (Al Baqarah: 80)

tentang hal tersebut. Apabila telah terjadi suatu perjanjian, pasti Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya dan apa yang mereka akui itu sama sekali tidak ada buktinya. Karena itu. dalam ungkapan ayat dipakai kata am yang bermakna bal (bahkan). yakni bahkan kalian hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui. Dengan kata lain, kalian hanya mengatakan kedustaan dan kebohongan yang kalian buat-buat terhadap Allah Subhaanahu wa Ta’aala

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Saif ibnu Sulaiman, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, bahwa orang-orang Yahudi sering mengatakan, Sesungguhnya usia dunia ini tujuh ribu tahun. Setiap seribu tahun kami hanya satu hari mengalami azab di dalam neraka. Berarti azab di neraka bagi kami hanyalah tujuh hari. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Dan mereka berkata, Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja. (Al-Baqarah: 80)

sampai dengan firman-Nya.

Mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 81)

Kemudian perawi meriwayatkan pula hal yang semisal dari Muhammad, dari Sa’id atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:

Dan mereka mengatakan, Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja. (AlBaqarah: 80)

Bahwa orang-orang Yahudi telah mengatakan, Kami tidak disentuh oleh api neraka kecuali hanya selama empat pulith malam. Selain Al-Aufi menambahkan bahwa masa tersebut adalah masa selama mereka menyembah anak lembu. Demikianlah menurut riwayat Al-Qurtubi, dari Ibnu Abbas dan Qatadah.

Ad-Dahhak mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah berkata, Orang-orang Yahudi mempunyai dugaan bahwa mereka menemukan di dalam kitab Taurat dicatatkan jarak di antara bagian atas dan bagian bawah neraka Jahannam sama dengan perjalanan selama empat puluh tahun, hingga sampai pada pohon Zaqqum yang terletak di dasar neraka. Musuh-musuh Allah (orang-orang Yahudi) mengatakan bahwa mereka diazab hanya sampai pada pohon Zaqqum, setelah itu neraka Jahannam tidak ada lagi dan hancur. Yang demikian itu adalah perkataan mereka yang disitir oleh firman-Nya:

Dan mereka berkata, Kami sekali-kali tidak akan disentuh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja. (Al-Baqarah: 80)

Abdur Razzaq meriwayatkan dari Ma’mar dan Qatadah sehubungan dengan firman-Nya:

Dan mereka berkata, Kami sekali-kali tidak akan disentuh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja. (Al-Baqarah: 80)

yakni selama hari-hari mereka menyembah anak lembu.

Ikrimah meriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi berdebat dengan Rasulullah ﷺ, lalu mereka berkata, Kami tidak akan masuk neraka kecuali hanya selama empat puluh malam, setelah itu kami digantikan oleh suatu kaum yang lain, yang dimaksud oleh mereka ialah Nabi ﷺ dan sahabat-sahabatnya radiyaliahu ‘anhum. Maka Rasulullah ﷺ berisyarat dengan tangannya di atas kepala mereka (yang mengandung makna seakan-akan beliau bersabda):

Bahkan kalian kekal di dalamnya, tiada seorang pun yang menggantikan kalian.

Lalu Allah Subhaanahu wa Ta’aala menurunkan firman-Nya:

Dan mereka berkata, Kami sekali-kali tidak akan disentuh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja. (Al-Baqarah: 80)

Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muhammad ibnu Sakhr, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman Al-Muqri’, telah menceritakan kepada kami Lai ibnu Sa’d, telah menceritakan kepadaku Sa’id ibnu Abu Sa’id, dari Abu Hurairah yang menceritakan:

Ayat selanjutnya: Penghuni Neraka

Ketika Khaibar berhasil dibuka (dikalahkan), dihadiahkan kepada Rasulullah ﷺ kambing yang telah diracuni, maka Rasulullah ﷺ bersabda, Kumpulkanlah oleh kalian di hadapanku semua orang Yahudi yang ada di tempat ini. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka, Siapakah nama bapak kalian? Mereka menjawab, Si Anu. Nabi ﷺ bersabda, Kalian dusta, bapak kalian adalah si Fulan. Mereka menjawab, Engkau benar dan sesuai dengan kenyataan. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka, Apakah kalian akan berkata sejujurnya kepadaku jika kutanyakan kepada kalian tentang sesuatu hal? Mereka menjawab, Ya, wahai Abul Qasim; dan jika kami dusta kepadamu, niscaya kamu akan mengetahui dusta kami sebagaimana  kamu mengetahuinya pada kakek moyang kami. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka, Siapakah penghuni neraka itu? Mereka menjawab, Kami akan berada di dalamnya dalam masa yang sebentar, kemudian kalian menggantikan kami menjadi penghuninya. Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka, Hinalah kalian. Demi Allah, kami tidak akan menggantikan kalian di dalamnya untuk selama-lamanya. Kemudian beliau ﷺ bersabda kepada mereka, Apakah kalian akan berkata sejujurnya kepadaku jika kutanyakan kepada kalian tentang sesuatu hal? Mereka menjawab, Ya, wahai Abul Qasim. Beliau bertanya, Apakah kalian memasukkan racun ke dalam (daging) kambing ini? Mereka menjawab, Ya. Nabi ﷺ bertanya, Apakah yang mendorong kalian berbuat demikian? Mereka menjawab, Kami bermaksud jika engkau berdusta, maka kami terbebas darimu; dan jika engkau benar seorang nabi, niscaya racun itu tidak akan membahayakan dirimu.

Hadis riwayat Ahmad, Bukhari, dan Nasai melalui jalur Lais ibnu Sa’d menyebutkan hal yang semisal.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Artikulli paraprakPenghuni Neraka
Artikulli tjetërKecelakaan Besar