Penghuni Neraka

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 81

0
7

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 81. Penghuni Neraka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بَلَى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Bukan demikian! Barang siapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Al-Baqarah : 81)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Balā ([tidak begitu], bahkan). Ini merupakan bantahan terhadap orang-orang Yahudi.

Mang kasaba sayyi-atan (siapa pun yang melakukan dosa), yakni menyekutukan Allah Ta‘ala.

Wa ahā-that bihī khathī-atuhū (dan dosanya telah meliputinya), yakni kemusyrikan telah membuatnya binasa. Maksudnya, dia mati dalam kemusyrikan.

Fa ulā-ika ash-hābun nāri (maka mereka itulah para penghuni neraka), yakni ahli neraka.

Hum fīhā khālidūn (mereka kekal di dalamnya), yakni terus-menerus. Mereka tidak akan mati dan tidak akan keluar darinya.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Bukan demikian! Barang siapa berbuat keburukan[12], dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

[12] Keburukan di sini adalah syirk, berdasarkan lanjutan ayatnya, yaitu wa ahaathat bihi khathii’atuh (dan dosanya telah menenggelamkannya), karena selain syirk tidak membuat seseorang tenggelam dalam dosa.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Tidak demikian yang sebenarnya) tetapi kamu pasti akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. (Barang siapa yang berbuat kejahatan) atau kemusyrikan (dan ia dilingkungi oleh dosanya) dapat secara tunggal dan dapat pula secara jamak, maksudnya dosanya itu telah meliputi dan melingkunginya dari segala penjuru disebabkan kematiannya dalam keadaan musyrik (mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya). Di sini dipakai jamak, dengan menitikberatkan arti ‘man’ atau ‘barang siapa’.
Daftar Isi Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-1

Tafsir Ibnu Katsir

Melalui ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyangkal bahwa perkaranya tidaklah seperti apa yang kalian angan-angankan, tidak pula seperti yang kalian inginkan, melainkan perkara yang sesungguhnya ialah barang siapa yang berbuat dosa hingga dosa meliputi dirinya, maka dia menjadi penghuni neraka. Yaitu orang yang datang pada hari kiamat tanpa membawa suatu amal kebaikan pun, bahkan semua amal perbuatannya hanyalah dosa-dosa belaka.

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh. (AlBaqarah: 82)

Yakni beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta mengamalkan amalamal saleh yang sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh syariat, maka mereka adalah penghuni surga. Pengertian kedua ayat ini sama dengan makna yang terkandung di dalam firman lainnya, yaitu:

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-angan kalian yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli kitab. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain Allah. Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik ia laki-laki maupun wanita, sedangkan ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun. (An-Nisa: 123-124)

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa’id atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:

(Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa. (AlBaqarah: 81)

Maksudnya, melakukan amal seperti amal kalian dan kufur seperti kufur kalian, hingga kekufuran meliputi dirinya dan tiada suatu amal kebaikan pun yang ada pada dirinya. Menurut riwayat yang lain, dari Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan sayyi-ah dalam ayat ini ialah kemusyrikan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, hal yang semisal dengan riwayat di atas telah diriwayatkan dari Abu Wa-il, Abul Aliyah, Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas.

Al-Hasan dan As-Saddi mengatakan pula bahwa as-sayyi’ah dalam ayat ini ialah suatu dosa besar.

Ibnu Juraij mengatakan dari Mujahid sehubungan dengan firman Nya

Dan ia telah diliputi oleh dosanya. (Al-Baqarah: 81)

Yang dImaksud dengan bihi ialah biqalbihi, yakni ‘dan hatinya telah diliputi oleh dosanya’.

Abu Hurairah, Abu Wa-il, Ata, dan Al-Hasan telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya ini, bahwa kemusyrikan telah meliputi dirinya.

Al-A’masy dari Abu Razin, dari Ar-Rabi’ ibnu Khagam sehubungan dengan firman-Nya ini mengatakan bahwa yang dimaksud oleh ayat tersebut ialah orang yang mati dengan membawa semua dosanya sebelum melakukan tobat. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari As-Saddi serta Abu Razin.

Abul Aliyah, Mujahid, dan Al-Hasan dalam riwayat yang lain juga Qatadah serta Ar-Rabi’ ibnu Anas sehubungan dengan makna firman-Nya ini mengatakan bahwa yang dimaksud dengan khati’ah ialah dosa besar yang memastikan pelakunya masuk neraka.

Semua pendapat yang disebutkan di atas mempunyai pengertian yang hampir sama.

Sehubungan dengan hal ini layak kiranya bila disebutkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Dawud, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Qatadah, dari Abdur Rabbih, dari Abdullah ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Hati-hatilah kalian terhadap dosa-dosa kecil, karena sesungguhnya dosa-dosa kecil itu akan menumpuk pada seseorang, lalu membinasakannya.

Ayat selanjutnya: Orang yang Masuk Surga dan Kekal di Dalamnya

Sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah membuat suatu perumpamaan kepada mereka sehubungan dengan dosa kecil ini, perihalnya sama dengan suatu kaum yang turun istirahat di suatu tempat yang lapang (padang pasir). Kemudian orang yang mengatur urusan kaum ini tiba, maka ia memerintahkan kepada seseorang untuk pergi mengambil kayu bakar, lalu orang itu datang dengan membawa kayu bakar. Si pemimpin memerintahkan lagi kepada yang lainnya untuk mendatangkan kayu bakar; demikian seterusnya hingga mereka berhasil mengumpulkan setumpukan besar kayu api, lalu mereka membakar kayu api itu hingga semua yang mereka lemparkan ke dalamnya menjadi hangus.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Artikulli paraprakOrang yang Masuk Surga dan Kekal di Dalamnya
Artikulli tjetërPembatalan Sangkaan Tidak Terkena Siksa Neraka