Janganlah Kamu Menumpahkan Darahmu

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 84

0
7

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 84. Menerangkan janji yang Allah ambil dari Bani Israil; Janganlah kamu menumpahkan darahmu. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لا تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُمْ وَلا تُخْرِجُونَ أَنْفُسَكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu, Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu. Kemudian kamu berikrar dan bersaksi (terhadap janji itu). (Q.S. Al-Baqarah : 84)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa idz akhadznā mītsāqakum (dan ingatlah ketika Kami mengambil janji dari kalian) di dalam al-Kitab.

Lā tasfikūna dimā-akum (kalian tidak akan menumpahkan darah), yakni kalian tidak akan saling membunuh.

Wa lā tukhrijūna aηfusakum (dan tidak akan mengusir diri kalian), yakni tidak akan saling mengusir satu sama lain.

Miη diyārikum (dari kampung halaman kalian), yakni dari rumah-ruman kalian, yaitu Bani Quraizhah dan Bani Nadlir.

Tsumma aqrartum (kemudian kalian berikrar), yakni kalian menerima.

Wa aηtum tasyhadūn (sedangkan kalian menyaksikan), yakni kalian pun mengetahui ikrar tersebut.

Daftar Isi Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-1

Tafsir Jalalain

  1. (Dan ingatlah ketika Kami menerima perjanjian pula darimu) dan firman Kami, (Kamu tidak akan menumpahkan darahmu) artinya mengalirkannya dengan berbunuhan sesamamu (dan tidak akan mengeluarkan dirimu dari kampung halamanmu) dari negerimu. (Kemudian kamu berikrar) akan menepati perjanjian tersebut (sedangkan kamu mempersaksikan) atas diri kamu sendiri.
Ayat selanjutnya: Kemurkaan dari Allah ‘Azza wa Jalla

Tafsir Ibnu Katsir

Melalui ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala membantah orang-orang Yahudi yang ada di zaman Rasulullah ﷺ di Madinah dan mengecam tindakan mereka yang ikut berperang melibatkan diri dalam perang antara Aus dan Khazraj, karena kabilah Aus dan Khazraj yakni orang-orang Ansar dahulu di masa Jahiliah adalah penyembah berhala, dan di antara kedua belah pihak banyak terjadi peperangan. Sedangkan orangorang Yahudi di Madinah terdiri atas tiga kabilah, yaitu Bani Qainuqa’ dan Bani Nadir; keduanya adalah teman sepakta kabilah Arab Khazraj, sedangkan Bani Quraizah adalah teman sepakta kabilah Aus. Apabila terjadi peperangan di antara kedua belah pihak, maka masing-masing berpihak kepada teman sepaktanya. Orang-orang Yahudi pun terlibat pula dalam peperangan ini hingga is membunuh musuhnya, dan adakalanya seorang Yahudi membunuh Yahudi lain yang berpihak kepada musuhnya. Padahal perbuatan tersebut diharamkan atas diri mereka menurut ajaran agama yang dinaskan oleh kitab Taurat mereka. Mereka mengusir musuh mereka dari kampung halamannya serta merampok semua peralatan, barang-barang, dan harta benda yang ada padanya. Tetapi apabila perang telah berhenti dan terjadi gencatan senjata di antara kedua kabilah yang bersangkutan, golongan dari kaum Yahudi menebus tawanan sekaumnya dari tangan musuhnya, karena mengamalkan kandungan kitab Taurat.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Artikulli paraprakKemurkaan dari Allah ‘Azza wa Jalla
Artikulli tjetërAllah Telah Perintahkan Kepada Mereka