Kemurkaan dari Allah ‘Azza wa Jalla

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 85-86

0
12

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 85-86. Menerangkan janji yang Allah ambil dari Bani Israil dan bagaimana mereka sampai mengingkari janjinya sehingga mereka mendapatkan kemurkaan dari Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

ثُمَّ أَنْتُمْ هَؤُلاءِ تَقْتُلُونَ أَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِنْكُمْ مِنْ دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمْ بِالإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِنْ يَأْتُوكُمْ أُسَارَى تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (٨٥) أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ فَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ (٨٦)

Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan di antara kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang juga mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian yang lain? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang paling berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah : 85)

Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong. (Q.S. Al-Baqarah : 86)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Tsumma aηtum hā-ulā-i (kemudian kalian [Bani Israil]), yakni hai kalian ini.

Taqtulūna aηfusakum (membunuh diri kalian), yakni saling membunuh.

Wa tukhrijūna farīqam mingkum miη diyārihim tazhāharūna ‘alaihim bil itsmi (dan mengusir segolongan kalian dari kampung halaman mereka. Kalian juga bahu-membahu terhadap mereka dengan berbuat dosa), yakni dengan berbuat kezaliman.

Wal ‘udwān (dan permusuhan), yakni penyerbuan.

Wa iy ya’tūkum usārā (namun, jika mereka datang kepada kalian sebagai tawanan), yakni sebagai para tawanan yang seagama dengan kalian.

Tufādūhum (kalian pun menebus mereka) dari musuh.

Wa huwa muharramun ‘alaikum ikhrājuhum (padahal, diharamkan atas kalian mengusir mereka), yakni diharamkan atas kalian mengusir dan membunuh mereka.

A fa tu‘minūna bi ba‘dlil kitābi (apakah kalian hanya beriman kepada sebagian al-Kitab [Taurat]), yakni kepada sebagian kandungan al-Kitab, tentang menebus para tawanan dari musuh kalian.

Wa takfurūna bi ba‘dlin (dan mengingkari sebagiannya lagi), yakni membiarkan tawanan lain yang juga teman-teman kalian dan tidak menebus mereka. Menurut pendapat yang lain, apakah kalian hanya beriman kepada isi al-Kitab yang sesuai dengan keinginan kalian dan mengingkari bagian lain yang tidak sejalan dengan keinginan kalian.

Famā jazā-u may yaf‘alu dzālika mingkum illā khizyuη fil hayātid dunyā. (tidak ada balasan untuk orang-orang yang berbuat begitu di antara kalian selain kenistaan dalam kehidupan dunia), yakni selain azab di dunia berupa mati terbunuh dan menjadi tawanan.

Wa yaumal qiyāmati yuraddūna ilā asyaddil ‘adzāb, wa mallāhu bi ghāfi -lin (sementara pada hari kiamat mereka akan dikembalikan kepada azab yang sangat dahsyat. Allah tidak lengah), yakni tidak akan lalai untuk Menimpakan azab.

‘Ammā ta‘malūn (dari perbuatan kalian), yakni balasan bagi kemaksiatan-kemaksiatan. Menurut pendapat yang lain, dari apa saja yang kalian sembunyikan.

Ulā-ikal ladzīnasytarawul hayātad dun-yā bil ākhirati (mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat), yakni mereka lebih memilih dunia ketimbang akhirat dan lebih memilih kafir ketimbang iman.

Fa lā yukhaffafu (karenanya tidak akan diringankan), yakni tidak akan dimudahkan. Menurut pendapat yang lain, tidak akan dicabut.

‘Anhumul ‘adzābu wa lā hum yuηsharūn (azab mereka dan mereka pun tidak akan ditolong), yakni tidak akan dilindungi dari Azab Allah Ta‘ala.

Daftar Isi Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-1

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan di antara kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka[6] dalam kejahatan dan permusuhan. Tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang juga mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurat)[7] dan ingkar kepada sebagian yang lain?[8] Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia[9], dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang paling berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan[10].

[6] Padahal mereka sama-sama sebangsa.

[7] Sebagian hukum Taurat, yaitu menebus tawanan.

[8] Yaitu hukum yang melarang pembunuhan dan pengusiran.

[9] Hal itu pun terjadi, Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberikan kemenangan kepada Rasul-Nya, sehingga di antara mereka ada yang terbunuh, ada yang tertawan dan ada yang terusir.

[10] Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi di Madinah pada permulaan Hijrah. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus, dan Yahudi Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Antara suku Aus dan suku Khazraj sebelum Islam biasa terjadi peperangan. Ketika orang-orang Yahudi menempati Madinah, di mana mereka terdiri dari tiga suku, yaitu: Bani Quraizhah, Bani Nadhir dan Bani Qainuqa’. Masing-masing mereka bersekutu dengan suku Aus atau Khazraj. Ketika suku Aus dan Khazraj berperang, maka para sekutunya yang terdiri dari orang-orang Yahudi ikut berperang. Bani Quraizhah membantu suku Aus dan Bani Nadhir membantu suku Khazraj. sampai antara kedua suku Yahudi itupun terjadi peperangan dan tawan menawan, karena membantu sekutunya. Tetapi ketika ada orang-orang Yahudi yang tertawan, maka kedua suku Yahudi itu bersepakat untuk menebusnya, meskipun awalnya mereka saling berperang.

Di dalam ayat ini terdapat dalil yang tegas bahwa amal bagian dari iman, dan iman itu menghendaki untuk mengerjakan perintah dan menjauhi larangan.

  1. Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat[11]. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.

[11] Yakni mengedepankan dunia di atas akhirat. Inilah sebab mereka memperoleh kenistaan dan kehinaan serta azab pada hari kiamat.

Dari Tafsir Ibnu Katsir: Mereka Telah Mengingkari Perjanjian

Tafsir Jalalain

  1. (Kemudian kamu) hai (Bani Israel, kamu bunuh dirimu) dengan berbunuhan sesamamu (dan kamu usir sebagian kamu dari kampung halaman mereka, kamu bertolong-tolongan) ta asalnya diidgamkan pada zha sehingga dibaca ‘tazhzhaaharuuna’, tetapi pada satu qiraat diringankan dengan membuangnya sehingga bacaannya menjadi ‘tazhaaharuuna’ dengan membuang zha yang berarti tolong-menolong (terhadap mereka dengan berbuat dosa) maksiat (dan permusuhan) atau penganiayaan. (Tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai orang-orang tawanan) pada satu qiraat tercantum ‘asra’ (kamu tebus mereka) ada pula yang membaca ‘tafduuhum’, artinya kamu bebaskan mereka dari tawanan dengan harta atau lainnya dan ini termasuk kebiasaan yang berlaku di kalangan orang-orang Yahudi (padahal dia) artinya kenyataannya (mengusir mereka itu diharamkan bagimu). Kalimat ini berhubungan dengan firman-Nya, dan kamu usir, sedangkan kalimat-kalimat yang terdapat di antara keduanya merupakan ‘jumlah mu`taridhah’ atau interupsi, artinya sebagaimana diharamkannya mengabaikan tebusan. Selama ini suku Quraizhah mengadakan persekutuan dengan Aus, sedangkan Nadhir dengan Khajraj. Setiap suku ikut berperang bersama sekutu mereka, bahkan sampai menghancurkan dan mengusir pihak lawan walaupun sama-sama Yahudi. Tetapi jika Yahudi pihak lawan itu tertawan, maka mereka tebus. Jika ditanyakan kepada mereka, kenapa kamu perangi dan kamu tebus mereka, maka jawab mereka, Karena kami diminta mereka untuk memberikan tebusan. Jika ditanyakan, Kenapa pula kamu perangi mereka? Jawab mereka, Karena kami merasa malu jika sekutu-sekutu kami menderita kekalahan! Firman Allah Taala, (Apakah kamu beriman pada sebagian Alkitab) yakni soal menebus tawanan (dan ingkar terhadap sebagian yang lain) agar tidak membunuh, tidak mengusir dan tidak bantu-membantu berbuat dosa dan penganiayaan. (Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antaramu kecuali kehinaan) atau kenistaan (dalam kehidupan dunia) kehinaan ini telah dialami oleh Bani Quraizhah dengan dibunuh dan dibasminya golongan laki-laki mereka, dan juga oleh Bani Nadhir yang diusir ke Syam dan diwajibkan membayar upeti. (Dan pada hari kiamat mereka dikembalikan pada siksaan yang amat berat dan Allah tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan). Ada yang membaca dengan ta dan ada pula yang dengan ya.
  2. (Merekalah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat) artinya lebih mengutamakan dunia daripada akhirat (maka tidaklah akan diringankan siksa terhadap mereka dan tidaklah mereka akan beroleh bantuan) untuk menghindarkan siksaan itu.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Artikulli paraprakMereka Telah Mengingkari Perjanjian
Artikulli tjetërJanganlah Kamu Menumpahkan Darahmu