Orang yang Memperbodoh Dirinya Sendiri

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 130

0
31

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 130. Menyebutkan celaan keras terhadap orang-orang yang menyimpang dari ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, penekanan untuk mengikutinya dan ajakan agar menjadikannya sebagai teladan, serta menerangkan tentang agama Nabi Ibrahim ‘alaihis salam; Dan tidak ada yang membenci agama Ibrahim (Islam), melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

Dan tidak ada yang membenci agama Ibrahim (Islam), melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Sungguh, Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang yang saleh. (Q.S. Al-Baqarah : 130)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Berikut ini adalah Kalimah-kalimah Allah yang dijadikan ujian bagi Ibrahim ‘alaihis salam, yang kemudian dilaksanakan oleh Ibrahim ‘alaihis salam

Wa may yarghabu ‘am millati ibrāhīma (dan tiadalah yang membenci agama Ibrahim), yakni tidak ada yang meninggalkan dan tidak menyukai agama Ibrahim ‘alaihis salam serta perihidupnya.

Illā maη safiha nafsahū (kecuali orang yang memperbodoh diri sendiri), yakni kecuali orang yang merugikan diri sendiri, hilang ingatan, dan idiot.

Wa laqadish-thafaināhu (dan sesungguhnya Kami telah memilih dia), yakni memilih Ibrahim ‘alaihis salam.

Fid dun-yā (di dunia) dengan menjadikannya sebagai sahabat karib (khalīlullāh). Menurut pendapat yang lain, Kami telah Memilih Ibrahim ‘alaihis salam di dunia dengan menganugerahinya kenabian, Islam, dan keturunan yang mulia.

Wa innahū fil ākhirati la minash shālihīn (sedang di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang saleh), maksudnya Ibrahim ‘alaihis salam akan berkumpul di dalam surga bersama rasul-rasul lainnya.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

130.[1] Dan tidak ada yang membenci agama Ibrahim (Islam), melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Sungguh, Kami telah memilihnya[2] di dunia dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang yang saleh[3].

[1] Setelah Allah menyebutkan keadaan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang sungguh mulia dan menyebutkan tentang sifat-sifatnya yang sempurna, Allah Subhaanahu wa Ta’aala menerangkan bahwa tidak ada yang membenci ajaran Nabi Ibrahim kecuali orang yang dungu dan jahil (bodoh).

[2] Di antaranya menjadi; Imam, nabi dan rasul, banyak keturunannya yang menjadi Nabi, diberi gelar khalilullah (kekasih Allah).

[3] Orang-orang yang saleh di akhirat mendapatkan derajat yang tinggi.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan siapakah) maksudnya tidak ada orang (yang benci pada agama Ibrahim) lalu meninggalkannya (kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri) artinya tidak mengerti bahwa ia makhluk Allah dan harus mengabdikan diri kepada-Nya atau yang dimaksud, mencelakakan dan menghinakan dirinya sendiri (dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia) sebagai seorang rasul dan seorang khalil, artinya ‘sebagai seorang sahabat’, (dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang saleh) yang mempunyai kedudukan tinggi.
Daftar Isi Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-1

Tafsir Ibnu Katsir

Ayat-ayat ini merupakan sanggahan dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala terhadap orangorang kafir atas apa yang telah mereka buat-buat dan hal-hal baru yang mereka adakan berupa kemusyrikan terhadap Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan bertentangan dengan agama Nabi Ibrahim, imam para Hunafa. Karena sesungguhnya dia hanya mengesakan Tuhannya dan tidak menyeru kepada siapa pun selain kepada Tuhannya. Dia tidak mempersekutukan-Nya barang sekejap pun dan membebaskan diri dari semua sesembahan selain-Nya. Untuk membela agamanya ini Nabi Ibrahim menentang semua yang disembah oleh kaumnya hingga dia membebaskan dirinya dari ayahnya yang berpihak kepada kaumnya. Nabi Ibrahim mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Dia berkata, Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Al-An’am: 78-79)

Dan ingatlah kelika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi taufik kepadaku. (Az-Zukhruf: 26-27)

Dan permintaan ampun Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa ba paknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut  hatinya lagi penyantun. (At-Taubah: 114)

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (An-Nahl: 120-122)

Mengingat alasan-alasan yang telah disebutkan di atas serta lain-lainnya yang semakna, maka dikatakan di dalam firman-Nya:

Dan tiada yang bend kepada agama Ibrahim melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri. (Al-Baqarah: 130)

Dengan kata lain, dia berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri dengan memperbodohinya, dan buruk dalam berpikir karena meninggalkan perkara yang hak menuju kepada perkara yang batil; mengingat dia menyimpang dari jalan orang yang terpilih di dunia untuk memberikan hidayah dan birnbingan sejak dia kecil sampai Allah mengangkatnya menjadi kekasih-Nya, sedangkan dia di akhirat kelak menjadi salah seorang yang saleh lagi berbahagia. Barang siapa yang menyim-pang dari jalan dan agama serta tuntunannya, lalu is mengikuti jalanjalan kesesatan dan kezaliman, maka perbuatan bodoh apakah yang lebih parah daripada hal ini? Dan perbuatan aniaya manakah yang lebih besar daripada hal ini? Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar perbuatan aniaya yang besar. (Luqman: 13)

Ayat berikutnya: Wasiat Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam

Abul Aliyah dan Qatadah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Yahudi, karena mereka membuat-buat jalan yang bukan dari sisi Allah, dan mereka bertentangan dengan agama Nabi Ibrahim dalam hal-hal yang mereka buat-buat itu. Kebenaran dari takwil ini terbukti melalui firman-Nya:

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi menyerahkan diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang yang beriman. (Ali-Imran: 67-68)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Artikulli paraprakWasiat Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam
Artikulli tjetërDoa Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam