Agama Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam yang Lurus

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 135

0
53

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 135. Menerangkan tentang agama Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang lurus. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى تَهْتَدُوا قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Dan mereka berkata: Jadilah kamu (penganut) agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk. Katakanlah: Tidak, tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus (Islam) dan dia tidak termasuk golongan orang yang mempersekutukan tuhan. (Q.S. Al-Baqarah : 135)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa qālū (dan mereka berkata), yakni kaum Yahudi berkata kepada kaum Mukminin.

Kūnū hūdan (Jadilah kalian pemeluk agama Yahudi), niscaya kalian mendapat petunjuk dari kesesatan.

Au nashārā (atau Nasrani), yakni seperti itu pula orang-orang Nasrani berkata.

Tahtadū, qul (niscaya kalian mendapat petunjuk. Katakanlah) hai Muhammad, bahwasanya sungguh tidak seperti yang kalian katakan.

Bal millata ibrāhīma hanīfā (Tidak, bahkan [kami mengikuti] agama Ibrahim yang lurus) lagi tulus. Ikutilah agama Ibrahim ‘alaihis salam yang lurus, murni, dan ikhlas, niscaya kalian akan mendapat petunjuk.

Wa mā kāna minal musyrikīn (dan tidaklah dia [Ibrahim] termasuk orang-orang musyrik), yakni yang memeluk agama mereka.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan mereka berkata: Jadilah kamu (penganut) agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk. Katakanlah: Tidak, tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus (Islam)[1] dan dia tidak termasuk golongan orang yang mempersekutukan tuhan.

[1] Mengikuti Nabi Ibrahim itulah seseorang akan mendapatkan petunjuk, di mana Beliau seorang yang bertauhid dan menjauhi syirk.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan kata mereka, Jadilah kamu sebagai penganut agama Yahudi atau Kristen, niscaya kamu mendapat petunjuk.) ‘Au’ yang berarti ‘atau’ berfungsi sebagai pemisah. Yang pertama diucapkan oleh orang-orang Yahudi Madinah, sedangkan yang kedua oleh kaum Kristen Najran. (Katakanlah) kepada mereka (tidak, bahkan) kami akan mengikuti (agama Ibrahim yang lurus) yang bertentangan dengan agama lain dan berpaling menjadi agama yang lurus dan benar. ‘Hanifa’ ini menjadi ‘hal’ dari Ibrahim. (Dan bukanlah dia dari golongan orang-orang musyrik).
Daftar Isi Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-1

Tafsir Ibnu Katsir

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, telah menceritakan kepadaku Sa’id ibnu Jubair atau Ik.rimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Suria Al-A’war pemah berkata kepada Rasulullah ﷺ, Tiadalah petunjuk itu melainkan agama yang kami peluk. Nilaka ikutlah kami, hai Muhammad, niscaya kamu mendapat petuniuk. Dan orang-orang Nasrani mengatakan hal yang serupa, maka Allah menurunkan firman-Nya:

Dan mereka berkata, Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk. (Al-Baqarah: 135)

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Katakanlah, Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. (Al-Baqarah: 1 35)

Yakni kami tidak mau mengikuti agama Yahudi dan agama Nasrani yang kalian serukan kepada kami agar karni mengikutinya, melainkan kami hanya mengikuti agama Nabi Ibrahim yang lurus. Hanifah artinya lurus menurut Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi dan Ais ibnu Jariyah; tetapi menurut Khalif, dari Mujahid, artinya ikhlas.

All ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna hanIfan ialah hajjan (yang berhaji). Hal yang sama diriwayatkan pula dari Al-Hasan, Ad-Dahhak, Atiyyah, dan As-Saddi.

Abul Aliyah mengatakan bahwa al-hanif artinya orang yang menghadap ke arah Baitullah dalam shalatnya, dan ia berpendapat bahwa melakukan haji ke Baitullah hanyalah diwajibkan bila orang yang bersangkutan sanggup mengadakan perjalanan kepadanya.

Ayat berikutnya: Petunjuk dalam Bertauhid

Mujahid dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa hanifan artinya orang yang diikuti tuntunannya.

Abu Qilabah mengatakan bahwa al-hanif artinya orang yang beriman kepada semua rasul, dari rasul yang pertama hingga rasul yang terakhir.

Qatadah mengatakan, al-hanifiyyah ialah suatu kesaksian yang menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah; termasuk ke dalam ajaran ini ialah haram menikahi ibu, anak perempuan, bibi dari pihak ibu maupun dari pihak ayah, dan semua hal lainnya yang diharamkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala Termasuk ajaran agama al-hartif ialah berkhitan.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Artikulli paraprakPetunjuk dalam Bertauhid
Artikulli tjetërMasing-masing Orang Akan Dibalas Sesuai Amalnya