Orang-orang yang Mendapat Petunjuk

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 137

0
15

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 137. Orang-orang yang mendapat petunjuk kepada jalan yang lurus. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah akan memelihara kamu dari mereka, dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah : 137)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa in āmanū (jika mereka beriman), yakni ahli kitab.

Bi mitsli mā āmaηtum bihī (kepada yang seperti kalian imani), yakni beriman kepada para nabi dan kitab-kitabnya.

Fa qadihtadau (maka benar-benar mereka telah mendapat petunjuk) dari kesesatan. Mereka mendapat petunjuk berupa agama Nabi Muhammad ﷺ dan Ibrahim ‘alaihis salam.

Wa iη tawallau (namun jika mereka berpaling), yakni menolak untuk beriman kepada nabi-nabi dan kitab-kitab mereka.

Fa innamā hum fī syiqāqin (maka sesungguhnya mereka berada dalam perselisihan), yakni dalam perselisihan mengenai agama.

Fa sayakfīkahumullāhu (Allah akan memelihara kamu dari mereka), yakni Allah akan menghilangkan (keberadaan) mereka yang menjadi beban bagimu melalui perang dan pengusiran.

Wa huwas samī‘u (dan Dia-lah Yang Maha Mendengar) ucapan mereka.

Al-‘alīm (lagi Maha Mengetahui) siksaan untuk mereka.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Maka jika mereka[12] telah beriman sebagaimana yang kamu imani[13], sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah akan memelihara kamu dari mereka, dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui. [14]

[12] Yakni ahli kitab.

[13] Yakni dengan beriman kepada semua kitab dan semua rasul termasuk beriman kepada Al-Qur’an dan kepada Nabi Muhammad ﷺserta tunduk patuh kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

[14] Orang yang beriman seperti yang diimani kaum mukmin adalah orang-orang yang mendapat petunjuk kepada jalan yang lurus yang mengarah kepada surga. Oleh karena itu, tidak ada jalan untuk memperoleh petunjuk itu kecuali dengan beriman seperti di atas (ayat 136), tidak seperti yang dinyatakan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani bahwa untuk memperoleh petunjuk harus mengikuti agama Yahudi atau Nasrani. Padahal yang disebut dengan petunjuk adalah mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Kebalikannya adalah tersesat baik dengan tidak mengetahui yang hak maupun dengan tidak mengamalkannya setelah mengetahuinya. Keadaan seperti inilah, yakni berpaling dari petunjuk itu yang mengakibatkan mereka berada dalam syiqaq (permusuhan), dan biasanya jika sudah terjadi permusuhan, maka orang yang bermusuhan itu akan berupaya sekuat tenaga mengerahkan kemampuannya untuk menyakiti musuhnya, dan yang mereka musuhi dalam hal ini adalah Rasulullah ﷺdan para sahabatnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjanjikan akan menjaga Beliau dari gangguan mereka; karena Dia mendengar semua pembicaraan dan Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak, yang zhahir maupun yang tersembunyi. Jika demikian, maka cukuplah Allah sebagai penjaga Rasul-Nya dari gangguan musuhnya.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala memenuhi janji-Nya, Dia menjaga Rasul-Nya dan rasul-Nya berhasil menyampaikan risalahnya semua tanpa ada yang dikurangi sedikit pun. Di dalam ayat ini pun terdapat mukjizat Al-Qur’an, di mana Al-Qur’an sudah mengabarkan sebelum terjadinya sesuatu dan kenyataannya sesuai dengan yang dikabarkan itu.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka jika mereka beriman) yakni orang-orang Yahudi dan Kristen tadi (dengan) ‘mitsli’ atau ‘seperti’ hanya sebagai tambahan (apa yang kamu imani, maka mereka telah memperoleh petunjuk dan jika mereka berpaling) dari keimanan itu, (berarti mereka dalam permusuhan) denganmu. (Maka Allah akan memeliharamu dari permusuhan mereka itu) hai Muhammad! (Dan Allah Maha Mendengar) ucapan-ucapan mereka (lagi Maha Mengetahui) semua keadaan mereka. Misalnya kamu telah ditolong-Nya dengan pembunuhan Bani Quraizhah, pengusiran Bani Nadhir dan pembebanan upeti atas mereka.
Daftar Isi Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-1

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, Maka jika mereka beriman, yakni orang-orang kafir dan ahli kitab serta lain-lainnya mau beriman, kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya, hai orang-orang mukmin, yakni mereka beriman kepada semua kitab dan rasul Allah, serta tidak membedakan seorang pun di antara mereka, sungguh mereka telah mendapat petunjuk, yakni mereka telah menempuh jalan yang hak dan mendapat bimbingan ke arahnya.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, Dan jika mereka berpaling, yakni dari jalan yang benar dan menempuh jalan yang batil, sesudahnya hujah mematahkan alasan mereka, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu), maka Allah akan memelihara kamu dari mereka, yakni Allah akan menolongmu dalam menghadapi mereka dan Dia akan memberikan kemenangan kepada kalian atas mereka, Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ayat berikutnya: Siapakah yang Lebih Baik Shibghahnya Daripada Allah?

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus ibnu Abdul Ala telah membacakan kepada kami, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Ziad ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Nafi’ ibnu Abu Na’im yang menceritakan bahwa mus-haf Usman ibnu Affan dikirimkan kepada sebagian khulafa untuk dikoreksi. Ziad melanjutkan kisahnya, Maka aku bertanya kepadanya (Nafi’ ibnu Abu Na’im), ‘Sesungguhnya orang-orang mengatakan bahwa mus-haf (kopi asli Usman ibnu Affan) berada di atas pangkuannya ketika ia dibunuh, lalu darahnya menetesi mus-haf yang ada tulisan firman-Nya:

Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 137)

Nafi’ mengatakan, Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri darah itu ada yang menetes pada ayat ini, tetapi agak pudar karena berlalunya masa.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaSiapakah yang Lebih Baik Shibghahnya Daripada Allah?
Berita berikutnyaPetunjuk dalam Bertauhid