Allah Tidak Lengah Terhadap Apa yang Kamu Kerjakan

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 140

0
16

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 140. Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya? dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah : 140)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Am taqūlūna (ataukah kalian mengatakan), wahai segenap kaum Yahudi dan Nasrani!

Inna ibrāhīma wa ismā‘īla wa is-hāqa wa ya‘qūba wal asbātha (bahwa Ibrahim, Isma‘il, Is-haq, Ya‘qub, dan anak cucunya), yakni anak cucu Ya‘qub ‘alaihis salam.

Kānū hūdan au nashārā (adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani) sebagaimana yang kalian katakan.

Qul (katakanlah), hai Muhammad!

A aηtum a‘lamu (Apakah kalian yang lebih mengetahui) agama mereka.

Amillāh (ataukah Allah), yakni sedangkan Allah Ta‘ala telah memberitahu kami bahwasanya Ibrahim bukanlah seorang Yahudi ataupun Nasrani (Q.S. 3 Āli ‘Imrān: 67).

Wa man azhlamu (dan siapakah yang lebih zalim) dalam hal kekafiran, lebih durhaka, dan lebih lancang terhadap Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

Mim mang katama syahādatan ‘iηdahū minallāh (dari orang yang menyembunyikan keterangan dari Allah yang ada padanya), yakni keterangan di dalam Taurat berkenaan dengan Nabi Muhammad ﷺ.

Wa mallāhu bi ghāfilin (dan Allah sekali-kali tiada lengah), yakni tidak lupa.

‘Am mā ta‘malūn (dari segala apa yang kalian perbuat), yakni keterangan yang kalian sembunyikan.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?[19] Katakanlah: Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah[20] yang ada padanya? dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan[21].

[19] Pernyataan ini muncul karena anggapan mereka bahwa mereka lebih dekat (dalam mengikuti) dengan para rasul tersebut (Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya), padahal para rasul tersebut diutus dan wafat sebelum turunnya Taurat dan Injil, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala membantah mereka dengan firman-Nya Kamukah yang lebih tahu atau Allah, padahal Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyatakan dalam firman-Nya di ayat lain:

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik. (Terj. Ali Imran: 67)

Pertanyaan  Kamukah yang lebih tahu atau Allah  meskipun tidak disebutkan secara tegas jawabannya, tetapi pada kata-kata tersebut sudah jelas sekali jawabannya sehingga tidak perlu dijawab sebagaimana kata-kata Malam itu lebih terang ataukah siang? atau Api itu lebih panas ataukah air? Syirk lebih baik ataukah tauhid? dsb.

[20] Syahadah dari Allah ialah persaksian Allah yang disebutkan dalam Taurat dan Injil bahwa Ibrahim ‘alaihis salam dan anak cucunya bukan penganut agama Yahudi atau Nasrani dan bahwa Allah akan mengutus Muhammad ﷺ.

[21] Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan menjumlahkan semua amal yang mereka kerjakan dan akan memberikan balasan terhadapnya.

Demikianlah cara Al-Qur’an dalam menerangkan, di dalamnya terdapat wa’d (janji) dan ancaman, targhib (dorongan) dan tarhib (ancaman), menyebutkan Asma’ul Husna setelah menerangkan hukum, yakni bahwa perkara agama dan pembalasan merupakan atsar (pengaruh) dari nama-nama-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Atau) apakah (kamu hendak mengatakan) ada pula yang membaca ‘yaquuluuna’, artinya mereka hendak mengatakan (bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi dan Kristen? Katakanlah) kepada mereka, (Apakah kamu yang lebih tahu ataukah Allah) artinya Allahlah yang lebih mengetahui dan Allah sendiri telah membebaskan Ibrahim dari kedua agama itu, firman-Nya, Ibrahim itu bukanlah seorang Yahudi atau Kristen. Demikian pula nabi-nabi yang disebutkan bersamanya mereka itu adalah juga mengikuti agamanya. (Dan siapakah lagi yang aniaya daripada orang yang menyembunyikan) atau merahasiakan kepada umat manusia (kesaksian yang terdapat padanya) (dari Allah) maksudnya tidak ada lain yang lebih aniaya daripadanya. Yang dituju adalah orang-orang Yahudi yang menyembunyikan kesaksian Allah dalam Taurat bahwa Ibrahim itu menganut agama hanafiah, yaitu agama Islam yang lurus. (Dan Allah sekalikali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan) merupakan ancaman dan peringatan terhadap mereka.
Daftar Isi Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-1

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya. (Al-Baqarah: 140)

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa mereka (orang-orang ahli kitab) selalu membaca Kitabullah yang diturunkan kepada mereka, bahwa sesungguhnya agama yang diakui oleh Allah adalah agama Islam, dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah; dan Ibrahim, Ismail, Ishaq dan Ya’qub serta asbat, mereka semua berlepas diri dari Yahudi dan Nasrani. Lalu mereka mempersaksikan hal tersebut kepada Allah dan mengakuinya kepada Allah atas diri mereka sendiri, tetapi mereka menyembunyikan kesaksian Allah yang ada pada mereka menyangkut masalah ini.

Ayat berikutnya: Iman dan Amal Tidak Bisa Dilimpahkan Kepada yang Lain

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan. (Al-Baqarah: 140)

Hal ini merupakan peringatan dan ancaman keras, yakni ilmu Allah meliputi semua amal perbuatan kalian dan kelak Dia akan membalaskannya terhadap kalian.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaIman dan Amal Tidak Bisa Dilimpahkan Kepada yang Lain
Berita berikutnyaBagi Kami Amalan Kami dan Bagi Kamu Amalan Kamu