Menyetubuhi Wanita pada Liang Anusnya

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 223

0
67

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 223. Perbuatan menyetubuhi wanita pada liang anusnya. Diriwayatkan oleh Muslim ibnu Khalid Az-Zunji, dari Al-Ala ibnu Abdur Rahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:

مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى النِّسَاءَ فِي أَدْبَارِهِنَّ

Terlaknatlah orang yang mendatangi wanita pada liang anusnya.

Akan tetapi, pribadi Muslim ibnu Khalid masih perlu dipertimbangkan.

Sebelumnya: Mendatangi Wanita pada Liang Anusnya

Jalur yang lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para pemilik kitab-kitab sunnah melalui hadits Hammad ibnu Salamah, dari Hakim Al-Asram, dari Abu Tamimah Al-Hujaimi, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Barang siapa yang mendatangi wanita yang sedang haid atau seorang wanita pada liang anusnya, atau mendatangi juru ramal, lalu mempercayainya, berarti ia telah kafir terhadap apa (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepada Muhammad.

Imam Turmuzi mengatakan bahwa Imam Bukhari menilai daif hadits ini. Perawi yang Imam Bukhari keberatan menerimanya ialah Hakim At-Turmuzi, dari Abu Tamimah, haditsnya tidak dapat dipakai.

Jalur lainnya dikatakan oleh Imam Nasai:

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ مِنْ كِتَابِهِ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مُحَمَّدٍ الصَّنْعَانِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ  عَنِ الزُّهْرِيِّ  عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اسْتَحْيُوا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ، لَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَدْبَارِهِنَّ

Telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Abdur Rahman dalam kitabnya, dari Abdul Malik ibnu Muhammad As-San’ani, dari Sa’id ibnu Abdul Aziz, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah radiyallahu ‘anhu, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Malulah kalian terhadap Allah dengan malu yang sebenar-benarnya, janganlah kalian mendatangi istri-istri kalian pada liang anusnya.

Dari jalur ini hanya diketengahkan oleh Imam Nasai sendiri. Hamzah ibnu Muhammad Al-Kannani Al-Hafiz mengatakan bahwa hadits ini munkar lagi batil, baik dari hadits Az-Zuhri, hadits Abu Salamah, juga hadits Sa’id. Jikalau memang Abdul Malik pernah mendengarnya langsung dari Sa’id, maka sesungguhnya ia baru mendengar darinya setelah Sa’id mengalami kepikunan.

Imam Turmuzi meriwayatkan pula melalui Abu Salamah, bahwa ia pernah melarang perbuatan tersebut (yakni mendatangi istri pada liang anusnya). Adapun yang dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, tidak disebutkan adanya larangan. Demikianlah menurut Hamzah ibnu Muhammad Al-Kannani Al-Hafiz.

Memang kritik yang dikemukakan oleh Al-Kannani ini cukup baik, hanya saja Abdul Malik ibnu Muhammad As-San’ani tidak mengetahui bahwa Sa’id telah pikun. Tidak ada seorang pun yang menyebutkan demikian selain Hamzah, dari Al-Kannani yang berpredikat siqah. Tetapi Duhaim, Abu Hatim, dan Ibnu Hibban merasa keberatan terhadapnya, dan mengatakan bahwa haditsnya tidak dapat dijadikan hujah.

Jejak Hamzah Al-Kannani diikuti oleh Zaid ibnu Yahya ibnu Ubaid, dari Sa’id ibnu Abdul Aziz. Abdul Malik ibnu Muhammad As-San’ani ini meriwayatkan pula melalui dua jalur lain dari Abu Salamah, tetapi tiada yang sahih.

Jalur lainnya diriwayatkan oleh Imam Nasai, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Mansur, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, dari Sufyan As-Sauri,dari Lais ibnu Abu Sulaim, dari Mujahid, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa lelaki yang mendatangi istrinya pada liang anusnya adalah orang kafir.

Kemudian Imam Nasai meriwayatkannya melalui Bandar, dari Abdur Rahman dengan lafaz yang sama. Ia mengatakan, Barang siapa yang mendatangi istrinya pada liang anusnya, maka perbuatan itu merupakan perbuatan orang kafir.

Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Nasai melalui jalur As-Sauri, dari Lais, dari Mujahid, dari Abu Hurairah secara mauquf. Ia meriwayatkannya melalui jalur Ali ibnu Nadimah, dari Mujahid, dari Abu Hurairah secara mauquf.

وَرَوَاهُ بَكْرُ بْنُ خُنَيْسٍ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ أَتَى شَيْئًا مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ فِي الْأَدْبَارِ فَقَدْ كَفَرَ

Bakr ibnu Khunais meriwayatkan dari Lais, dari Mujahid, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Barang siapa yang mendatangi lelaki dan wanita pada sesuatu dari liang anusnya, berarti ia telah kafir (ingkar terhadap nikmat Allah).

Tetapi jika dikatakan hadits ini mauquf, maka lebih sahih, mengingat Bakr ibnu Khunais dinilai daif oleh bukan hanya seorang dari kalangan para imam, sedangkan selain para imam tidak memakai haditsnya.

Hadits yang lain diketengahkan oleh Muhammad ibnu Aban Al-Balkhi:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا زَمْعَةُ بْنُ صَالِحٍ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ  وَعَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ  عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الْهَادِ قَالَا قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ  لَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَدْبَارِهِنَّ

Telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepadaku Zam’ah ibnu Saleh, dari ibnu Tawus, dari ayahnya dan Amr ibnu Dinar, dari Abdullah ibnu Yazid ibnul Had; keduanya mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak segan menerangkan perkara yang hak; janganlah kalian mendatangi wanita pada liang anusnya.

Imam Nasai meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Ya’qub At-Taliqani, dari Usman ibnul Yaman, dari Zam’ah ibnu Saleh, dari Ibnu Tawus, dari ayahnya, dari Ibnul Had, dari Umar yang mengatakan: Janganlah kalian mendatangi wanita pada liang anusnya.

Telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Abu Hakim, dari Zam’ah ibnu Saleh, dari Amr ibnu Dinar, dari Tawus, dari Abdullah ibnul Had Al-Laisi yang mengatakan bahwa Umar radiyallahu ‘anhu pernah mengatakan: Malulah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah tidak pernah segan dari perkara yang hak; janganlah kalian mendatangi wanita pada pantatnya (liang anusnya).

Sanad yang berpredikat mauquf sahih.

Hadits yang lain diketengahkan oleh Imam Ahmad:

حَدَّثَنَا غُنْدَر وَمُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ  عَنْ عِيسَى بن حطان  عن مسلم بن سلام  عن طَلْقِ بْنِ يَزِيدَ  أَوْ يَزِيدَ بْنِ طَلْقٍ  عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ، لَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَسْتَاهِهِنَّ

Telah menceritakan kepada kami Gundar dan Mu’az ibnu Mu’az; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Asim Al-Ahwal, dari Isa ibnu Hattan, dari Muslim ibnu Salam, dari Talq ibnu Yazid atau Yazid ibnu Talq, dari Nabi ﷺ, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak pernah segan dari perkara yang hak; janganlah kalian mendatangi wanita pada pantatnya (liang anusnya).

Hal yang sama diriwayatkan bukan hanya oleh seorang saja dari Syu’bah. Abdur Razzaq meriwayatkan dari Ma’mar, dari Asim Al-Ahwal, dari Isa ibnu Hattan, dari Muslim ibnu Salam, dari Talq ibnu Ali, tetapi yang lebih mendekati kebenaran ialah Ali ibnu Talq, seperti yang disebutkan di muka tadi.

Hadits lainnya diketengahkan oleh Abu Bakar Al-Asram di dalam kitab sunannya:

حَدَّثَنَا أَبُو مُسْلِمٍ الحَرَميّ، حَدَّثَنَا أَخِي أُنَيْسِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ أَنَّ أَبَاهُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَعْقَاعِ أَخْبَرَهُ، عَنْ أَبِيهِ أَبِي الْقَعْقَاعِ  عَنِ ابن مسعود، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَحَاشِ النِّسَاءِ حَرَامٌ

Telah menceritakan kepada kami Abu Muslim Al-Jurmi (saudara lelaki Unais ibnu Ibrahim), bahwa ayahnya (yaitu Ibrahim ibnu Abdur Rahman ibnul Qa’qa’) telah menceritakan kepadanya, dari ayahnya (yaitu Abul Qa’qa’), dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Perbuatan menyetubuhi wanita pada liang anusnya haram.

Ismail ibnu Ulayyah, Sufyan As-Sauri, dan Syu’bah serta lain-lainnya telah meriwayatkan dari Abu Abdullah Asy-Syaqra yang nama aslinya ialah Salamah ibnu Tamam orang yang siqah, dari Abul Qa’qa’, dari Ibnu Mas’ud secara mauquf, dan riwayat inilah yang lebih sahih (yakni berpredikat mauquf).

Bersambung: Masalah Mendatangi Istri pada Liang Anusnya

Menurut jalur lainnya disebutkan oleh Ibnu Addi:

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْمُحَامِلِيُّ  حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى الْأُمَوِيُّ  حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَمْزَةَ، عَنْ زَيْدِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ  عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَأْتُوا النِّسَاءَ فِي أَعْجَازِهِنَّ

Telah menceritakan kepada. kami Abu Abdullah Al-Mahamili, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Yahya As-Sauri, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Hamzah, dari Zaid ibnu Rafi’, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Janganlah kalian mendatangi istri-istri kalian pada pantat mereka (liang anusnya).

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Dikutif dari: Tafsir Ibnu Katsir

Berita sebelumyaMasalah Mendatangi Istri pada Liang Anusnya
Berita berikutnyaMendatangi Wanita pada Liang Anusnya