Ayat Kursi Merupakan Ayat yang Paling Utama

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 255

0
236

Kajian Tafsir: Surah Al-Baqarah ayat 255 disebut ayat Kursi, ia mempunyai kedudukan yang besar. Di dalam sebuah hadits sahih, dari Rasulullah ﷺ disebutkan bahwa ayat Kursi merupakan ayat yang paling utama di dalam Kitabullah.

Imam Ahmad mengatakan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سَعِيدٍ الْجَرِيرِيِّ عَنْ أَبِي السَّلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبَاحٍ، عَنْ أُبَيٍّ -هُوَ ابْنُ كَعْبٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَهُ: أَيُّ آيَةٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ  فَرَدَّدَهَا مِرَارًا ثُمَّ قَالَ أُبَيٌّ: آيَةُ الْكُرْسِيِّ  قَالَ: لِيَهْنك الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ لَهَا لِسَانًا وَشَفَتَيْنِ تُقَدِّسُ الْمَلِكَ عِنْدَ سَاقِ الْعَرْشِ

Telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Sa’id Al-Jariri, dari Abus Salil, dari Abdullah ibnu Rabah, dari Ubay ibnu Ka’b, bahwa Nabi ﷺ pernah bertanya kepadanya,

Ayat Kitabullah manakah yang paling agung? Ubay menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi ﷺ mengulang-ulang pertanyaannya, maka Ubay menjawab, Ayat Kursi. Lalu Nabi ﷺ bersabda: Selamatlah dengan ilmu yang kamu miliki, hai Abul Munzir. Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya ayat Kursi itu mempunyai lisan dan sepasang bibir yang selalu menyucikan Tuhan Yang Maha Kuasa di dekat pilar Arasy.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Abdul A’la ibnu Abdul A’la, dari Al-Jariri dengan lafaz yang sama. Akan tetapi, pada hadits yang ada pada Imam Muslim tidak terdapat kalimat Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, hingga akhir hadits.

Hadits   yang   lain   diriwayatkan   dari   Ubay   pula   mengenai keutamaan ayat Kursi  ini.  Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli mengatakan:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا مُبَشِّرٌ عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عَبْدَةَ بْنِ أَبِي لُبَابَةَ  عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ: أَنَّهُ كَانَ لَهُ جُرْنٌ فِيهِ تَمْرُّ قَالَ: فَكَانَ أُبَيٌّ يَتَعَاهَدُهُ فَوَجَدَهُ يَنْقُصُ قَالَ: فَحَرَسَهُ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَإِذَا هُوَ بِدَابَّةٍ شَبِيهُ الْغُلَامِ الْمُحْتَلِمِ قَالَ: فَسَلَّمَتْ عَلَيْهِ فَرَدَّ السَّلَامَ. قَالَ: فَقُلْتُ: مَا أَنْتَ، جِنِّيٌّ أَمْ إِنْسِيٌّ؟ قَالَ: جِنِّيٌّ. قُلْتُ: نَاوِلْنِي يَدَكَ. قَالَ: فَنَاوَلَنِي، فَإِذَا يَدُ كَلْبٍ وَشَعْرُ كَلْبٍ. فَقُلْتُ: هَكَذَا خَلْقُ الْجِنُّ؟ قَالَ: لَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنُّ مَا فِيهِمْ أَشَدُّ مِنِّي، قُلْتُ: فَمَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ؟ قَالَ: بَلَغَنِي أَنَّكَ رَجُلٌ تُحِبُّ الصَّدَقَةَ فَأَحْبَبْنَا أَنَّ نُصِيبَ مِنْ طَعَامِكَ  قَالَ: فَقَالَ لَهُ  فَمَا الَّذِي يُجِيرُنَا مِنْكُمْ؟ قَالَ: هَذِهِ الْآيَةُ: آيَةُ الْكُرْسِيِّ. ثُمَّ غَدَا إِلَى النَّبِيِّ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَدَقَ الْخَبِيثُ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ibrahim Ad-Dauraqi, telah menceritakan kepada kami Maisarah, dari Al-Auza’i, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Ubaidah ibnu Abu Lubabah, dari Abdullah ibnu Ubay ibnu Ka’b yang menceritakan, ayahnya pernah menceritakan kepadanya bahwa ia memiliki sebuah wadah besar yang berisikan buah kurma. Ayahnya biasa menjaga tong berisikan kurma itu, tetapi ia menjumpai isinya berkurang. Di suatu malam ia menjaganya, tiba-tiba ia melihat seekor hewan yang bentuknya mirip dengan anak lelaki yang baru berusia balig. Lalu aku (Ka’b) bersalam kepadanya dan ia menyalami salamku.

Aku bertanya, Siapakah kamu, jin ataukah manusia? Ia menjawab, Jin.

Aku berkata, Kemarikanlah tanganmu ke tanganku. Maka ia mengulurkan tangannya ke tanganku, ternyata tangannya seperti kaki anjing, begitu pula bulunya.

Lalu aku berkata, Apakah memang demikian bentuk jin itu? Ia menjawab, Kamu sekarang telah mengetahui jin, di kalangan mereka tidak ada yang lebih kuat daripada aku.

Aku bertanya, Apakah yang mendorongmu berbuat demikian? Ia menjawab, Telah sampai kepadaku bahwa kamu adalah seorang manusia yang suka bersedekah, maka kami ingin memperoleh sebagian dari makananmu.

Lalu ayahku (Ka’b) berkata kepadanya, Hal apakah yang dapat melindungi kami dari gangguan kalian? Jin itu menjawab, Ayat ini, yakni ayat Kursi. Pada keesokan harinya Ka’b berangkat menemui Nabi ﷺ, lalu menceritakan hal itu kepadanya. Nabi ﷺ bersabda: Benarlah (apa yang dikatakan oleh) si jahat itu.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya. melalui hadits Abu Dawud At-Tayalisi, dari Harb ibnu Syaddad, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Al-Hadrami ibnu Lahiq, dari Muhammad ibnu Amr ibnu Ubay ibnu Ka’b, dari kakeknya dengan lafaz yang sama. Imam Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini berpredikat sahih, tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) tidak mengetengahkannya.

Jalur yang lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ غِيَاثٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا السَّلِيلِ قَالَ: كَانَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ النَّاسَ حَتَّى يَكْثُرُوا عَلَيْهِ فَيَصْعَدُ عَلَى سَطْحِ بَيْتٍ فَيُحَدِّثُ النَّاسَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ آيَةٍ فِي الْقُرْآنِ أَعْظَمُ؟  فقال رجل: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ قَالَ: فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيَّ فَوَجَدْتُ بَرْدَهَا بَيْنَ ثَدْيَيَّ، أَوْ قَالَ: فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ فَوَجَدْتُ بَرْدَهَا بَيْنَ كَتِفَيَّ وَقَالَ: لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Itab yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Abus Salil menceritakan hadits berikut: Ada seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi ﷺ menceritakan hadits kepada orang-orang hingga banyak orang yang datang kepadanya. Lalu lelaki itu naik ke loteng sebuah rumah dan menceritakan hadits (dari tempat itu) kepada orang banyak.

Rasulullah ﷺ mengajukan pertanyaan (kepada lelaki itu), Ayat Al-Qur’an manakah yang paling agung? Lelaki itu menjawab: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). (Al-Baqarah; 255)

Lelaki itu melanjutkan kisahnya, Setelah itu Nabi ﷺ meletakkan tangannya di antara kedua pundakku, dan aku merasakan kesejukan di antara kedua susuku. Atau ia mengatakan, Nabi ﷺ meletakkan tangannya di antara kedua susuku dan aku merasakan kesejukan tangannya menembus sampai ke bagian di antara kedua pundakku, lalu Nabi ﷺ bersabda: Selamatlah dengan ilmumu itu, hai Abul Munzir.

Hadits yang lain diriwayatkan dari Al-Asqa’ Al-Bakri.

Imam Tabrani mengatakan: telah menceritakan kepada kami Abu Yazid Al-Qaratisi, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Abu Abbad Al-Maliki, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Khalid, dari Ibnu Juraij, telah menceritakan kepadaku Umar ibnu Ata atau Maula Ibnul Asqa’, seorang lelaki yang jujur; dia menceritakan hadits ini dari Al-Asqa’ Al-Bakri. Disebutkan bahwa ia pernah mendengar Al-Asqa’ menceritakan hadits berikut: Nabi ﷺ datang kepada mereka dengan ditemani oleh orang-orang suffah dari kalangan Muhajirin.

Lalu ada seorang lelaki bertanya kepadanya, Ayat apakah yang paling agung di dalam Al-Qur’an? Maka Nabi membacakan firman-Nya: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. (Al-Baqarah: 255), hingga akhir ayat.

Hadits lain diriwayatkan dari Anas radiyallahu ‘anhu

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنِي سَلَمَةَ بْنُ وَرْدَانَ أَنَّ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم سَأَلَ رَجُلًا مِنْ صَحَابَتِهِ فَقَالَ: أَيْ فُلَانُ هَلْ تَزَوَّجْتَ؟ قَالَ: لَا وَلَيْسَ عِنْدِي مَا أَتَزَوَّجُ بِهِ. قَالَ: أَوَلَيَسَ مَعَكَ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ؟ قَالَ: بَلَى. قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ. أَلَيْسَ مَعَكَ: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ؟ قَالَ: بَلَى  قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ. أَلَيْسَ مَعَكَ إِذَا زُلْزِلَتِ ؟ قَالَ: بَلَى  قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ أَلَيْسَ مَعَكَ: إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ [وَالْفَتْحُ]  ؟ قَالَ: بَلَى  قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ. أَلَيْسَ مَعَكَ آيَةُ الْكُرْسِيِّ: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ  ؟ قَالَ: بَلَى  قَالَ: رُبُعُ الْقُرْآنِ

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Haris, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Wardan, bahwa sahabat Anas ibnu Malik pernah menceritakan hadits berikut kepadanya: Bahwa Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada salah seorang lelaki dari kalangan sahabatnya, untuk itu beliau bertanya, Hai Fulan, apakah kamu sudah kawin? Lelaki itu menjawab, Belum, karena aku tidak mempunyai biaya untuk kawin.

Nabi ﷺ bertanya, Bukankah kamu telah hafal qul huwallahu ahad (surat Al-Ikhlas)? Lelaki itu menjawab, Memang benar. Nabi ﷺ bersabda, Seperempat Al-Qur’an.

Nabi ﷺ bertanya, Bukankah kamu telah hafal qul ya ayyuhal kafirun (surat Al-Kafirun)? Lelaki itu menjawab, Memang benar. Nabi ﷺ bersabda,    Seperempat   Al-Qur’an.

Nabi   ﷺ   bertanya, Bukankah kamu telah hafal Ida zulzilal (surat Az-Zalzalah)? Lelaki itu menjawab,  Memang benar. Nabi ﷺ bersabda, Seperempat Al-Qur’an.

Nabi ﷺ bertanya, Bukankah kamu hafal Ida ja’a nasrullahi (surat An-Nasr)? Lelaki itu menjawab, Memang   benar.   Nabi   ﷺ   bersabda,    Seperempat   Al-Qur ‘an.

Nabi   ﷺ   bertanya,    Bukankah   kamu   hafal  ayat Kursi. yaitu ‘Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia’?Lelaki itu menjawab, Memang benar. Nabi ﷺ bersabda, Seperempat Al-Qur’an.

Hadits lain diriwayatkan dari Abu Zar, yaitu Jundub ibnu Junadah.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ:حَدَّثْنَا وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ أَنْبَأَنِي أَبُو عُمَرَ الدِّمَشْقِيُّ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ الْخَشْخَاشِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ فَجَلَسْتُ. فَقَالَ: يَا أَبَا ذَرٍّ هَلْ صَلَّيْتَ؟  قُلْتُ: لَا. قَالَ: قُمْ فَصَلِّ قَالَ: فَقُمْتُ فَصَلَّيْتُ ثُمَّ جَلَسْتُ فَقَالَ: يَا أَبَا ذَرٍّ تَعَوَّذ بِالْلَّهِ مِنْ شَرِّ شَيَاطِينِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَلِلْإِنْسِ شَيَاطِينُ؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ الصَّلَاةُ؟ قَالَ: خَيْرُ مَوْضُوعٍ مَنْ شَاءَ أَقَلَّ وَمَنْ شَاءَ أَكْثَرَ. قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالصَّوْمُ؟ قَالَ: فَرْضٌ مُجْزِئ وَعِنْدَ اللَّهِ مَزِيدٌ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالصَّدَقَةُ؟ قَالَ: أَضْعَافٌ مُضَاعَفَةٌ. قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَيُّهَا أَفْضَلُ؟ قَالَ: جُهْدٌ مِنْ مُقِلٍّ أَوْ سِرٌّ إِلَى فَقِيرٍ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَنْبِيَاءِ كَانَ أَوَّلَ؟ قَالَ: آدَمُ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَنَبِيٌّ (9) كَانَ؟ قَالَ: نَعِمَ نَبِيٌّ مُكَلَّمٌ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ الْمُرْسَلُونَ؟ قَالَ: ثَلَثُمِائَةٍ وَبِضْعَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا وَقَالَ مَرَّةً: وَخَمْسَةَ عَشَرَ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّمَا أُنْزِلَ عَلَيْكَ أَعْظَمُ؟ قَالَ: آيَةُ الْكُرْسِيِّ: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’ ibnul Jarrah, telah menceritakan kepada kami Al-Mas’udi, telah menceritakan kepadaku Abu Umar Ad-Dimasyqi, dari Ubaid ibnul Khasykhasy, dari Abu Zar radiyallahu ‘anhu yang menceritakan hadits berikut: Aku datang kepada Nabi ﷺ yang saat itu berada di dalam masjid, lalu aku duduk, maka beliau bersabda, Hai Abu Zar, apakah kamu telah shalat? Aku menjawab, Belum. Nabi ﷺ bersabda, Bangkitlah dan shalatlah! Aku bangkit dan shalat, kemudian duduk lagi.

Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Maka beliau bersabda, Hai Abu Zar, mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan-setan manusia dan jin.

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah setan ada yang berupa manusia? Nabi ﷺ menjawab, Ya.

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan shalat? Beliau menjawab, Shalat merupakan sebaik-baik tempat. Barang siapa yang ingin sedikit melakukannya, ia boleh mengerjakannya sedikit; dan barang siapa yang ingin mengerjakannya banyak, maka ia boleh mengerjakannya banyak.

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan ibadah puasa? Beliau menjawab, Puasa adalah fardu yang pasti diberi balasan pahala dan di sisi Allah ada (pahala) tambahan-(nya).

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan sedekah? Nabi ﷺ menjawab, Pahalanya dilipatgandakan dengan penggandaan yang banyak.

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, sedekah manakah yang paling afdal? Beliau menjawab, Jerih payah dari orang yang miskin atau sedekah kepada orang fakir dengan sembunyi-sembunyi.

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, nabi manakah yang paling pertama? Beliau menjawab, Adam.

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah Adam adalah seorang nabi (rasul)? Nabi ﷺ menjawab, Ya, dia adalah seorang nabi yang diajak berbicara (secara langsung oleh Allah).

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul itu? Nabi ﷺ menjawab, Tiga ratus lebih belasan orang, jumlah yang banyak, dan di lain waktu disebutkan Lebih lima belas orang.

Berikutnya: Hadits Tentang Ayat Kursi

Aku bertanya, Wahai Rasulullah, ayat apakah yang paling agung di antara yang diturunkan kepada engkau? Beliau menjawab, Ayat Kursi, yaitu ‘Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)’ (Al-Baqarah: 255). (Riwayat Imam Nasai)

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Dari: Tafsir Ibnu Katsir

Berita sebelumyaHadits Tentang Ayat Kursi
Berita berikutnyaDorongan Untuk Berinfak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here