Allah Subhaanahu wa Ta’aala Pelindung Orang-orang Mukmin

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 257

0
44

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 257.  Allah Subhaanahu wa Ta’aala Pelindung orang-orang mukmin, sedangkan orang-orang kafir pelindung mereka adalah setan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Al-Baqarah : 257)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Allāhu waliyyul ladzīna āmanū (Allah adalah pelindung orang-orang beriman), yakni penjaga dan penolong orang-orang yang beriman, yaitu ‘Abdullah bin Salam dan teman-temannya.

Yukhrijuhum minazh zhulumāti ilan nūr (Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya), yakni Allah telah mengeluarkan dan membimbing mereka dari kekufuran menuju keimanan.

Wal ladzīna kafarū (dan untuk orang-orang yang kafir), yakni Ka‘b bin al-Asyraf dan kawan-kawannya.

Auliyā-uhumuth thāghūtu (pelindung-pelindung mereka adalah thaghut), yakni setan.

Yukhrijūnahum minan nūri ilazh zhulumāt (yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan), yakni mengajak mereka dari keimanan menuju kekafiran.

Ulā-ika ash-hābun nāri hum fīhā khālidūn (mereka adalah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya), yakni tidak akan mati dan tidak akan dikeluarkan dari dalamnya.

.

Hidayatul  Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Allah pelindung[7] orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)[8]. Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran)[9]. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

[7] Dengan memberikan pertolongan, taufiq dan penjagaan.

[8] Demikian pula Allah akan mengeluarkan mereka dari kegelapan kubur, kegelapan sewaktu hasyr (pengumpulan manusia), kegelapan pada hari kiamat kepada nikmat yang kekal, tempat peristirahatan yang sesungguhnya, keleluasaan dan kebahagiaan.

[9] Disebutkan bahwa orang-orang kafir wali mereka adalah setan, di mana setan itu mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan adalah sebagai kebalikan orang-orang yang beriman, di mana wali mereka adalah Allah, dan Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Ayat ini bisa juga ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang sebelumnya beriman kepada nabi sebelum diutusnya, namun setelah diutus, mereka kafir sehingga dikatakan mengeluarkan mereka dari cahaya (keimanan) kepada kegelapan (kekafiran), wallahu a’lam.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Allah pelindung) atau pembela (orang-orang yang beriman yang mengeluarkan mereka dari kegelapan), maksudnya kekafiran (pada cahaya) atau keimanan. (Sedangkan orang-orang kafir, pelindung-pelindung mereka ialah setan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan). Disebutkan di sini ikhraj atau mengeluarkan. Adakalanya sebagai imbangan firman-Nya, Mengeluarkan mereka dari kegelapan, atau mengenai orang-orang Yahudi yang beriman kepada nabi sebelum dibangkitkannya, kemudian kafir kepadanya. (Mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya).
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Allah menceritakan bahwa Dia memberi petunjuk orang yang mengikuti jalan yang diridai-Nya ke jalan keselamatan. Untuk itu Dia mengeluarkan hamba-hamba-Nya yang mukmin dari kegelapan, kekufuran, dan keraguan menuju kepada cahaya perkara hak yang jelas lagi gamblang, terang, mudah, dan bercahaya. Orang-orang kafir itu penolong mereka hanyalah setan. Setanlah yang menghiasi mereka dengan kebodohan dan kesesatan. Setan mengeluarkan mereka dan menyimpangkan mereka dari perkara yang hak kepada kekufuran dan kebohongan.

أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 257)

Karena itulah dalam ayat ini Allah mengungkapkan lafaz an-nur dalam bentuk tunggal, sedangkan lafaz zalam (kegelapan) diungkapkan-Nya dalam bentuk jamak. Dengan kata lain, disebutkan demikian karena perkara yang hak itu satu, sedangkan perkara yang kufur itu banyak ragamnya; semuanya adalah batil. Seperti yang diungkapkan oleh ayat lainnya, yaitu firman-Nya:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa. (Al-An’am: 153)

وَجَعَلَ الظُّلُماتِ وَالنُّورَ

Dan mengadakan kegelapan dan terang. (Al-An’am: 1)

عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمائِلِ

Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok. (Al-Ma’arij: 37)

Dan ayat-ayat lain yang lafaznya memberikan pengertian ketunggalan perkara yang hak dan tersebarnya kebatilan; dan bahwa perkara yang hak itu satu, sedangkan kebatilan banyak ragamnya.

Ayat berikutnya: Kisah Namrudz yang Mendebat Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Maisarah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Abu Usman, dari Musa ibnu Ubaidah, dari Ayyub ibnu Khalid yang mengatakan bahwa kelak seluruh umat manusia akan dibangkitkan; maka barang siapa yang kesukaannya adalah iman, maka fitnah (ujian)nya tampak putih bersinar, sedangkan orang yang kesukaannya adalah kekufuran, maka fitnahnya tampak hitam lagi gelap. Lalu ia membacakan firman-Nya: Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 257)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaKisah Namrudz yang Mendebat Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam
Berita berikutnyaTaman Islam, Tiang Islam dan Tali yang Kuat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here