Sebutir Biji yang Menumbuhkan Tujuh Tangkai

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 261

0
34

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 261. Dorongan untuk berinfak di jalan Allah; Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah : 261)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Matsalul ladzīna yuηfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi (perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah), yakni perumpamaan harta orang-orang yang menginfakkan hartanya di Jalan Allah.

Ka matsali habbatin ambatat (adalah bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan), yakni yang mengeluarkan.

Sab‘a sanābila fī kulli sumbulatin (tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir), yakni dari tiap-tiap bulir itu keluar.

Mi-atu habbah (terdapat seratus biji). Seperti itulah Allah melipatgandakan infak kaum mukminin di Jalan Allah, dari satu hingga tujuh ratus.

Wallāhu yudlā‘ifu (Allah melipatgandakan [pahala]) lebih dari itu.

Li may yasyā (bagi siapa saja yang Dia mehendaki), yakni bagi orang-orang yang layak mendapatkannya. Atau, bagi orang-orang yang pantas menerimanya.

Wallāhu wāsi‘un (dan Allah Maha Luas) untuk melipatgandakan.

‘Alīm (lagi Maha Mengetahui) niat dan infak kaum Mukminin.

.

Hidayatul  Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah[1] seperti sebutir biji[2] yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki[3], dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)[4] lagi Maha mengetahui[5].

[1] Berinfak di jalan Allah meliputi infak untuk kepentingan jihad, pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

[2] Yang ditanam di tanah yang subur.

[3] Tergantung niat yang ada dalam hati orang yang berinfak. Demikian juga tegantung keadaan harta yang diinfakkan tersebut, kehalalannya, manfaatnya dan di mana diletakkan harta itu. Bahkan Allah bisa melipatgandakan lebih dari yang disebutkan, sehingga Dia akan memberikan pahala tanpa tanggung-tanggung.

[4] Apa yang ada di sisi-Nya tidaklah berkurang karena banyak diminta. Oleh karena itu, orang yang berinfak janganlah mengira bahwa pelipatgandaan tesebut merupakan bentuk berlebih-lebihan, karena tidak ada satu pun yang berat bagi Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan apa yang ada di sisi-Nya tidaklah berkurang karena sering memberi.

[5] Dia mengetahui siapa yang berhak mendapatkan balasan berlipatganda tersebut dan mengetahui niat hamba-hamba-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Perumpamaan) atau sifat nafkah dari (orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah) artinya dalam menaati-Nya (adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh buah tangkai, pada masing-masing tangkai seratus biji.) Demikianlah pula halnya nafkah yang mereka keluarkan itu menjadi 700 kali lipat. (Dan Allah melipatgandakan) lebih banyak dari itu lagi (bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas) karunia-Nya (lagi Maha Mengetahui) siapa-siapa yang seharusnya beroleh ganjaran yang berlipat ganda itu.
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Hal ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala untuk menggambarkan perlipatgandaan pahala bagi orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan mencari keridaan-Nya. Setiap amal kebaikan itu dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kali lipat, sampai kepada tujuh ratus kali lipat. Untuk itu Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. (Al-Baqarah: 261)

Yang dimaksud dengan ‘jalan Allah’ menurut Sa’id ibnu Jubair ialah dalam rangka taat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala

Menurut Makhul, yang dimaksud dengan ‘jalan Allah’ ialah menafkahkan hartanya untuk keperluan berjihad, seperti mempersiapkan kuda dan senjata serta lain-lainnya untuk tujuan berjihad.

Syabib ibnu Bisyr meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa menafkahkan harta untuk keperluan jihad dan ibadah haji pahalanya dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali lipat. Karena itulah disebutkan di dalam firman-Nya:

كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ

Serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. (Al-Baqarah: 261)

Berikutnya: Allah Melipatgandakan Pahala Orang yang Berinfak

Perumpamaan ini lebih berkesan dalam hati daripada hanya menyebutkan sekadar bilangan tujuh ratus kali lipat, mengingat dalam ungkapan perumpamaan tersebut tersirat pengertian bahwa amal-amal saleh itu dikembangkan pahalanya oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala buat para pelakunya, sebagaimana seorang petani menyemaikan benih di lahan yang subur. Sunnah telah menyebutkan adanya perlipatgandaan tujuh ratus kali lipat ini bagi amal kebaikan.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaAllah Melipatgandakan Pahala Orang yang Berinfak
Berita berikutnyaAmbillah Empat Ekor Burung, Lalu Cincanglah Olehmu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here