Mengidentifikasi Informasi Teks Diskusi

0
864

Teks diskusi terdapat di kelas IX kurikulum 2013 SMP. Di dalamnya terdapat empat KD meliputi kegiatan mengidentifikasi, menelaah, meringkas, sampai kepada menyajikan. Keempat kompetensi tergambar pula di dalam LKPD yang terdapat pada link yang tersedia pada setiap paparan dalam unit ini.

Bahan bacaan yang terdapat pada bagian ini diperuntukkan demi kepentingan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang dipilih dalam Buku Siswa dan Buku Guru Kurikulum 2013 yang disesuaikan dengan permendikbud No. 37 Tahun 2018 yaitu 3.9 Mengidentifikasi informasi teks diskusi berupa pendapat pro dan kontra dari permasalahan aktual yang dibaca dan didengar.

Pembelajaran di kelas baik mata pelajaran bahasa Indonesia maupun mata pelajaran lain sering kali menuntut siswa untuk bertukar pendapat. Salah satu cara dalam melakukan curah pendapat adalah dengan diskusi. Diskusi dapat dilakukan baik dalam kelompok, antarkelompok, maupun antara siswa dengan guru. Diskusi di kelas biasanya berkaitan dengan materi atau masalah yang diberikan oleh guru. Masalah tersebut nantinya dipecahkan dalam diskusi sebelum disampaikan pada kelompok lain. Untuk memperdalam tentang materi diskusi sebelum memulai kegiatan inti pembelajaran silakan baca paparan berikut!

Lihat: LKPD Mengidentifikasi Informasi Teks Diskusi

A. Pengertian Teks Diskusi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2008), istilah diskusi dartikan sebagai “pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah”. Diskusi juga dimaknai sebagai pertukaran pikiran, gagasan, pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan. Dengan demikian, dalam pengertian umum, diskusi merupakan salah satu jenis teks yang memaparkan argumen, pendapat, atau gagasan terhadap suatu isu atau masalah.

Di dalam buku teks yang dikeluarkan Kemdikbud (2017), teks diskusi diartikan sebagai teks yang menyajikan berbagai macam pendapat atau argumen dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang yang mendukung dan yang menentang terhadap suatu isu atau masalah yang dibahas. Dalam pemetaan di dalamnya teks diskusi merupakan salah satu jenis teks yang termasuk ke dalam genre teks berargumen (arguing). Di dalam teks diskusi tedapat persetujuan dan perlawanan, pernyataan positif dan negatif, atau poin bagus dan poin buruknya. Di dalamnya terdapat sebuah isu atau masalah yang diperdebatkan oleh beberapa orang. Pada teks diskusi muncul dua pendapat yang saling berlawanan, artinya terdapat pendapat yang setuju (pro) dan tidak setuju (kontra).

Baca tulisan tentang pajak dan cermati pernyataan-pernyataan berikut!

Banyak juga orang yang merasa tidak perlu menyumbang kepada negara. Mereka berpikir negaralah yang harus menyejahterakan rakyatnya. Mereka adalah sekelompok masyarakat kontraprestasi pajak, menolak membayar pajak dengan melakukan demonstrasi. Padahal, mereka justru kelompok penikmat pajak, bukan pembayar pajak yang juga dikenal sebagai anggota masyarakat yang tergolong sebagai penikmat pajak tanpa berkontribusi. Yang patut disayangkan, ada juga anggota masyarakat yang merusak fasilitas umum yang dibiayai oleh pajak. Tindakan ini seperti merusak barang yang kita belli dengan keringat sendiri. Siswa atau mahasiswa yang malas belajar tidak gigih menuntut ilmu pun termasuk kelompok ini karena semua fasilitas pendidikan dibiayai oleh pajak.

Kelompok kontraprestasi lainnya adalah yang kecewa karena anggaran negara yang dibiayai pajak itu dikorupsi. Mereka berpikir untuk apa bayar pajak jika untuk dikorupsi. Korupsi tindakan yang sangat salah, tidak membayar pajak juga sangat salah. Koruptor dan wajib pajak yang tidak membayar pajak adalah warga negara yang tidak membela negaranya. Mereka jenis warga yang bertentangan dengan tujuan negara untuk menyejahterakan rakyatnya.

Model teks di atas menjelaskan pro dan kontra tentang pajak. Ada pihak yang menganggapnya penting membayar pajak dan ada pula yang menolak membayar pajak yang dalam teks tersebut disebut sekelompok masyarakat kontraprestasi pajak.

Perbedaan pendapat itu timbul karena perbedaan sudut pandang berkaitan dengan satu permasalahan yang sama. Jenis teks yang memiliki karakteristik utama seperti itulah yang dimaksud dengan teks diskusi, yakni teks yang menyajikan sejumlah pendapat dari berbagai sudut pandang terkait dengan permasalahan tertentu.

Teks diskusi dapat dijumpai, misalnya, pada rapat tentang penyusunan kegiatan OSIS, rapat RT tentang masalah sampah. Dalam teks itu terdapat ajuan-ajuan pendapat yang mungkin berbeda-beda. Ada pendapat yang setuju mendukung terhadap suatu gagasan, ada yang bertentangan, ada juga yang masih ragu. Pendapat-pendapat yang ada kemudian dievaluasi keuntungan dan kelemahan; mungkin pula tepat tidaknya dan kemudian diakhiri dengan kesimpulan.

Teks diskusi tidak hanya dalam bentuk tulisan, melainkan pula bentuk lisan. Dalam ragam bahasa tertulis, teks diskusi dapat dijumpai dalam wujud artikel, esai, dan sejenisnya pada satu media massa. Jenis teks diskusi dapat ditemukan pula dalam kegiatan forum publik atau diskusi panel.

Teks diskusi dalam bentuk tulisan dan lisan sama-sama tersaji suatu permasalahan yang kemudian oleh penulisnya dikaji dari berbagai sudut pandang atau teori yang kemudian tulisan tersebut diakhiri dengan suatu kesimpulan yang dianggap tepat oleh penulis; sebagai solusi atau jawaban atas permasalahan yang dikemukakan sebelumnya.

Teks diskusi menyajikan pendapat, sudut pandang, atau perspektif yang berbeda mengenai sebuah isu yang memungkinkan pembaca untuk mengeksplorasi berbagai gagasan sebelum membuat keputusan yang tepat. Penulis ataupun pembicara biasanya mengeksplorasi berbagai pendapat dan diakhiri dengan opini atau komentar pribadi. Teks diskusi menyajikan argumen, pendapat, atau sudut pandang terhadap suatu isu yang dibahas. Argumen-argumen yang disajikan tersebut terdiri atas argumen yang mendukung dan argumen yang menentang. Di bagian akhir setelah pemaparan argumen, dalam teks diskusi terdapat sebuah penegasan ulang sebagai kesimpulannya.

B. Ciri Teks Diskusi

  1. Memiliki tipe argumentatif
  2. Isi teks: kontra dan pro
  3. Bentuk teks: seminar, artikel, ringkasan penelitian

C. Fungsi Teks Diskusi

Sebagaimana teks tanggapan ataupun teks lainnya, teks disksusi juga memiliki fungsi sosial tersendiri. Sebaimana tampak pada contoh terdahulu tentang daur ulang sampah bahwa teks tersebut memiliki fungsi untuk mengevaluasi suatu persoalan dengan sudut pandang tertentu: ada pihak yang pro dengan usaha itu dan ada pula yang kontra. Dalam hal inilah perbedaannya dengan teks tanggapan yang hanya menggunakan satu sudut pandang, yakni dari penulis/pembicaranya itu sendiri. Teks diskusi menempakan pendapat-pendapat dari berbagai pihak, dalam sudut pandang yang berbeda, yang kemudian dipadukan ataupun mungkin pula memihak menjadi sebuah kesimpulan yang lebih pasti. Dengan demikian, teks diskusi dapat memberikan keluasan wawasan tentang suatu persoalan secara komprehensif (menyeluruh). Diskusi juga dapat meningkatkan sikap berpikir kritis, dengan diskusi diharapkan siswa lebih eksploratif dalam memahami suatu persoalan.

Demikian, semoga bermanfaat!

Lihat: Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 K-13 Edisi Revisi

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

Artikulli paraprakLKPD Mengidentifikasi Informasi Teks Diskusi
Artikulli tjetërMenulis dan Menyajikan Teks Cerita Inspiratif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini