Tinggalkan Sisa Riba (Yang Belum Dipungut)

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 278

0
103

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 278. Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (Q.S. Al-Baqarah : 278)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Yā ayyuhal ladzīna āmanū (wahai orang-orang yang beriman), yakni kabilah Tsaqif, Mas‘ud, Khubaib, ‘Abdu Yalil, dan Rabi‘ah.

Ittaqullāha (bertakwalah kepada Allah), yakni takutlah kepada Allah berkenaan dengan masalah riba.

Wa dzarū mā baqiya minar ribā (dan tinggalkan sisa riba), yakni sisa riba yang masih kalian miliki dari Bani Makhzum.

Ing kuηtum mu’minīn (jika kalian adalah orang-orang yang beriman), yakni jika kalian membenarkan adanya pengharaman riba.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman[1].

[1] Karena iman itu menghendaki untuk mengikuti perintah Allah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan tinggalkanlah), maksudnya jauhilah (sisa yang tinggal dari riba, jika kamu beriman dengan sebenarnya, karena sifat atau ciri-ciri orang beriman adalah mengikuti perintah Allah. Ayat ini diturunkan tatkala sebagian sahabat masih juga menuntut riba di masa lalu, walaupun riba itu sudah dilarang.
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. (Al-Baqarah: 278)

Yakni takutlah kalian kepada-Nya dan ingatlah selalu bahwa kalian selalu berada di dalam pengawasan-Nya dalam semua perbuatan kalian.

Dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut). (Al-Baqarah: 278)

Maksudnya, tinggalkanlah harta kalian yang ada di tangan orang lain berupa lebihan dari pokoknya sesudah adanya peringatan ini.

Jika kalian orang-orang yang beriman. (Al-Baqarah: 278)

Yaitu jika kalian beriman kepada apa yang disyariatkan oleh Allah buat kalian, yaitu penghalalan jual beli dan pengharaman riba, serta lain-lainnya.

Zaid ibnu Aslam dan Ibnu Juraij, Muqatil ibnu Hayyan, serta As-Saddi telah mengatakan bahwa konteks ini diturunkan berkenaan dengan Bani Amr ibnu Umair dari kalangan Bani Saqif, dan Banil Mugirah dari kalangan Bani Makhzum; di antara mereka terjadi transaksi riba di masa Jahiliah. Ketika Islam datang, lalu mereka memeluknya, maka Bani Saqif melakukan tagihannya kepada Bani Mugirah, yaitu meminta lebihan dari pokok harta mereka (bunganya). Maka orang-orang Bani Mugirah mengadakan musyawarah, akhirnya mereka memutuskan bahwa mereka tidak akan membayar riba (bunga) itu dalam Islam, sebab usaha mereka telah Islam. Lalu Attab ibnu Usaid yang menjadi Naib Mekah berkirim surat kepada Rasulullah ﷺ, menanyakan masalah tersebut, lalu turunlah ayat ini. Jawaban dari Rasulullah ﷺ kepada Usaid berisikan firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian orang-orang yang beriman. Maka jika kalian tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. (Al-Baqarah: 278-279) Maka mereka mengatakan, Kami bertobat kepada Allah dan kami tinggalkan semua sisa riba. Lalu mereka meninggalkan perbuatan riba mereka. Ayat ini merupakan ancaman yang keras dan peringatan yang tegas terhadap orang-orang yang masih menetapi perbuatan riba sesudah adanya peringatan.

Ayat berikutnya: Jika Tidak Meninggalkan Riba

Ibnu Juraij mengatakan bahwa sahabat Ibnu Abbas pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: maka hendaklah diketahui oleh mereka adanya perang. (Al-Baqarah: 279); Yakni hendaklah mereka mengetahui bahwa Allah dan Rasul-Nya memerangi mereka.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaJika Tidak Meninggalkan Riba
Berita berikutnyaMengungkapkan Isi Teks Tanggapan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here