Mengingatkan dengan Hari Kiamat

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 281

0
259

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 281. Mengingatkan dengan hari Kiamat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ

Dan takutlah pada hari ketika kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (Q.S. Al-Baqarah : 281)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wattaqū yauman (dan takutlah kalian akan hari), yakni hendaklah kalian takut akan azab pada suatu hari ….

Turja‘ūna fīhi ilallāh tsumma tuwaffā (yang kalian semua akan dikembalikan kepada Allah. Kemudian akan disempurnakan), yakni akan diberi balasan yang sempurna.

Kullu nafsin (setiap diri), baik yang saleh maupun yang durhaka.

Mā kasabat (atas segala apa yang telah dilakukannya), yakni atas semua kebaikan atau keburukan yang telah dikerjakan.

Wa hum lā yuzhlamūn (dan mereka pun tidak akan dizalimi), yakni kebaikan mereka tidak akan dikurangi dan keburukan mereka tidak akan ditambah.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

281.[4] Dan takutlah pada hari ketika kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)[5].

[4] Ayat ini merupakan ayat terakhir yang turun dari ayat Al-Qur’an. Ayat ini dijadikan penutup terhadap hukum-hukum, perintah dan larangan yang disebutkan sebelumnya, karena di dalam ayat ini terdapat janji terhadap kebaikan yang dilakukan seseorang dan terdapat ancaman bagi orang yang melakukan keburukan, dan bahwa orang yang mengetahui dirinya akan kembali kepada Allah, di mana Allah akan membalas amalannya yang kecil maupun yang besar, nampak maupun tersembunyi, dan bahwa Allah tidak akan menzalimi meskipun seberat dzarrah (debu) pun, maka akan membuat seseorang bersemangat melakukan kebaikan dan takut mengerjakan keburukan.

[5] Misalnya kebaikannya dikurangi atau kejahatannya ditambah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan takutlah akan suatu hari yang nanti kamu akan dikembalikan) dibina’ bagi maf`ul, sedangkan jika bagi fa`il, maka bunyinya ‘tasiiruun’, artinya berjalan (kepada Allah pada hari itu), yakni hari kiamat (kemudian dipenuhkan) pada hari itu (kepada setiap jiwa) balasan terhadap (apa yang dilakukannya) baik berupa kebaikan maupun kejahatan (dan mereka tidak akan dianiaya) dengan mengurangi kebaikan atau menambah kejahatannya.
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Allah memberikan wejangan kepada hamba-hamba-Nya dan mengingatkan mereka akan lenyapnya dunia ini dan semua yang ada padanya berupa harta benda dan lain-lainnya pasti lenyap. Sesudah itu mereka datang ke alam ukhrawi dan kembali kepada-Nya, lalu Allah melakukan perhitungan hisab kepada semua makhluk-Nya atas semua amal perbuatan yang telah mereka lakukan selama di dunia, kemudian Allah memberikan balasan-Nya kepada mereka sesuai dengan amal baik dan amal buruk mereka. Allah memperingatkan mereka akan siksaan-Nya. Untuk itu Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakan, sedangkan mereka sedikit pun tidak dianiaya. (Al-Baqarah: 281)

Telah diriwayatkan bahwa ayat ini merupakan ayat Al-Qur’an yang paling akhir diturunkan.

Ibnu Luhaiah mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ata ibnu Dinar, dari Sa’id ibnu Jubair, bahwa ayat Al-Qur’an yang paling akhir diturunkan di antara semuanya ialah firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala: Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikit pun tidak dianiaya. (Al-Baqarah: 281).  Nabi ﷺ hidup selama sembilan malam sesudah ayat ini diturunkan, kemudian beliau wafat pada hari Senin, tanggal dua, bulan Rabi’ul Awwal. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Murdawaih meriwayatkan pula melalui hadits Al-Mas’udi, dari Habib ibnu Abu Sabit, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa akhir ayat Al-Qur’an dalam penurunannya ialah firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala: Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. (Al-Baqarah: 281)

Imam Nasai meriwayatkan melalui hadits Yazid An-Nahwi, dari Ikrimah, dari Abdullah ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ayat Al-Qur’an yang paling akhir turunnya ialah firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala: Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna ter-hadap apa yang telah dikerjakan, sedangkan mereka sedikit pun tidak dianiaya. (Al-Baqarah: 281)

Hal yang sama diriwayatkan oleh Ad-Dahhak dan Al-Aufi, dari Ibnu Abbas.

As-Sauri meriwayatkan dari Al-Kalbi, dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ayat Al-Qur’an yang paling akhir turunnya ialah firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala: Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. (Al-Baqarah: 281) Tersebutlah bahwa antara turunnya ayat ini dan wafat Nabi ﷺ terhadap tenggang masa selama tiga puluh satu hari.

Ibnu Juraij meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ayat yang paling akhir diturunkan ialah firman-Nya: Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. (Al-Baqarah: 281), hingga akhir ayat.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa mereka (para sahabat) mengatakan, Sesungguhnya usia Nabi ﷺ sesudah ayat ini diturunkan tinggal sembilan hari lagi; ayat diturunkan pada hari Sabtu, dan beliau ﷺ wafat pada hari Senin.

Ayat berikutnya: Bermu’amalah Tidak Secara Tunai

Ibnu Jarir dan Ibnu Atiyyah meriwayatkan dari Abu Sa’id, bahwa ayat yang paling akhir diturunkan adalah firman-Nya: Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikit pun tidak dianiaya. (Al-Baqarah: 281)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaAyat yang Terpanjang di Dalam Al-Qur’an
Berita berikutnyaHadits yang Menerangkan Keutamaan Menghapus Utang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here