Pengertian, Ciri-ciri, dan Unsur Cerita Pendek

0
434

Kurikuluim 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, terutama edisi yang disempurnakan, mewajibkan genre cerita pendek disajikan untuk SMP di kelas IX. Ragam teks ini baik ragam lisan ataupun tertulis sangat krusial untuk siswa kuasai, mengingat teks ini mengusung dan mengeksploitasi budaya serta kehidupan sehari-hari mereka. Terlebih dalam upaya mengembangkan daya kreatifitas dan imajinasi siswa dalam koridor pengapresiasian karya sastra dan pelestarian kearifan lokal.

Bahan bacaan yang terdapat pada bagian ini diperuntukkan demi kepentingan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang dipilih dalam Buku Siswa dan Buku Guru Kurikulum 2013 yang disesuaikan dengan permendikbud No. 37 Tahun 2018 yaitu 3.5 Mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau didengar.

A.  Pengertian Cerita Pendek

Cerpen menurut KBBI adalah cerita pendek yang berisi tentang kisah cerita yang berisi tidak lebih dari 10 ribu kata. Pada umumnya cerita pada cerpen bisa memberikan kesan dominan dan berkonsentrasi pada permasalahan satu tokoh. Tidak ada cerita pendek yang jumlah halamannya hingga 100 halaman.

Cerita pendek (cerpen) adalah karangan dalam genre prosa tulis yang berbentuk naratif dan bersifat fiktif. Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang memaparkan kisah maupun cerita mengenai manusia berserta seluk beluknya, yang dituangkan melalui kisahan singkat. Cerpen bisa juga merupakan bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahan nasib tokohnya.

Cerpen merupakan cerita fiksi yang berbentuk prosa yang relatif pendek ruang permasalahannya yang menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang paling menarik perhatian pengarang dan keseluruhan cerita memberikan kesan tunggal. Dengan kata lain, cerpen merupakan genre fiksi yang rangkaian peristiwanya pendek dan menghadirkan satu konflik dalam satu persoalan.

Cerpen, sebagai suatu karya sastra, kekuatan utamanya pada deskripsi peristiwa yang baik, yang merupakan perpaduan antara tokoh, latar, dan alur. Rangkaian peristiwa itulah yang kemudian membentuk genre cerpen sehingga baik-buruknya suatu cerpen ditentukan pada penggambaran-penggambaran peristiwa yang dilukiskan oleh pengarangnya.

B.  Ciri-Ciri Cerpen

  1. Berbentuk naratif.
  2. Bersifat fiktif.
  3. Memaparkan kisah manusia berserta seluk beluknya.
  4. Rangkaian peristiwanya relatif pendek.
  5. Ruang permasalahannya menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh.
  6. Berfokus pada satu konflik permasalahan yang dialami oleh tokoh.
  7. Keseluruhan cerita memberikan kesan tunggal.
  8. Kekuatan utamanya pada deskripsi peristiwa.
  9. Terdapat struktur yang lengkap.
  10. Memiliki diksi atau pilihan kata yang tidak rumit.
  11. Bersifat ekspresif dan menjiwai.
  12. Terdapat pesan moral

C.  Unsur Intrinsik Cerpen

Ada beberapa unsur intrinsik dan ekstrinsik pada cerpen, berikut uraiannya.

  1. Tema

Berisi topik yang mau diangkat misalnya; pendikan, alam, agama, dan sebagainya.

Tema berbeda dengan judul. Tema adalah pokok pikiran atau dasar cerita (yang diceritakan atau dipakai sebagai dasar membentuk rangkaian cerita pendek). Tema adalah sebuah ide pokok, pikiran utama sebuah cerpen, sedangkan judul adalah nama yang dipakai untuk dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud cerita. Judul merupakan kepala cerita pendek.

2. Latar atau setting

Berisi tempat terjadinya suatu peristiwa. Meliputi latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Latar harus bersatu dengan tema dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang gempal, padat, dan berkualitas.

3. Tokoh

Berisi tokoh siapa saja yang terlibat dalam cerpen. Misal tokoh ibu, bapak, paman, Lutfi Aminuddin, Agilia Nur Muftiah. Tokoh adalah sosok rekaan yang diciptakan penulis, yang setelahnya akan diberikan watak dan penempatan.

4. Penokohan

Berisi perwatakan pada tokoh yang terlibat dalam cerpen. Contoh: watak tokoh Lutfi Aminuddin, bisa diberi perwatakan jahat atau baik, tergantung cerita yang diangkat seperti apa.

5. Alur atau plot

Berisi jalannya cerita dari awal sampai akhir. Alur terdiri dari alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

Alur adalah rangkaian peristiwa yang menggerakkan cerita untuk mencapai efek tertentu. Atau sebab-akibat yang membuat cerita berjalan dengan irama atau gaya dalam menghadirkan ide dasar. Semua peristiwa yang terjadi di dalam cerita pendek harus berdasarkan hukum sebab-akibat, sehingga plot jelas tidak mengacu pada jalan cerita, tetapi menghubungkan semua peristiwa.

6. Sudut pandang

Sudut pandang berisi posisi pengarang. Sudut pandang (point of view) dapat dilihat sebagai teknik yang dilakukan penulis untuk menyampaikan kisahnya.

Sudut pandang ada dua jenis, yaitu:

a.  Sudut pandang orang pertama. Biasanya menggunakan kata ganti “aku” atau “saya” atau “kami” untuk bentuk jamak. Sudut pandang orang pertama dibagi dua yaitu:

  • sudut pandang orang pertama-tokoh utama
  • sudut pandang orang pertama-tokoh sampingan

b. Sudut pandang orang ketiga. Kata rujukan yang digunakan ialah “dia”, “ia”, mereka (jamak), atau nama tokoh. Sudut pandang orang ketiga dibagi dua yaitu:

  • sudut pandang orang ketiga serba tahu/mahatahu
  • sudut pandang orang ketiga pengamat

7. Amanat

Berisi seputar pesan-pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Bisa berupa amanat sosial, keagamaan, moral, maupun budaya.

D. Unsur Ekstrinsik pada Cerpen

  • Pengalaman pribadi pengarang
  • Pengalaman pribadi pengarang sangat menentukan isi cerita
  • Keadaan masyarakat dan lingkungan
  • Biografi yang memaparkan biodata. Berupa riwayat hidup dan pengalaman secara menyeluruh dan lengkap dari pengarangnya
  • Kondisi psikologis. Berupa keadaan senang, sedih, suka dan duka yang mempengaruhi penulis saat membuat sebuah cerita pendek
  • Gaya bahasa. Gaya bahasa berkaitan dengan pilihan diksi pengarang: gaya bahasa formal, atau gaya bahasa non formal.

Kunci Jawaban

Lihat: LKPD Mengidentifikasi Unsur Cerita Pendek

A.  Pilihan ganda

1. A           6. B          11. D

2. D           7. A          12. D

3. C           8. C          13. A

4. A           9. A          14. D

5. B          10. B        15. B

B.  Uraian

  1. Judul cerpen tersebut “Pohon Keramat” pasti orang akan tertarik membacanya dan ingin mengetahui seperti apa pohon keramat tersebut, di manakah adanya? Mengapa disebut pohon keramat, dan lain-lain.
  2. Judul cerpen tersebut masih kurang mencerminkan isi cerpen. Coba simak kembali isi cerpen.
  3. Pada akhirnya, yang dimaksud dengan “keramat” yang ingin disampaikan dalam cerpen itu terdapat pada cerita bagian akhir. “Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita.”
  4. Penceritaan cerpen atau sudut pandang (point of view) cerpen ini diceritakan menggunakan kata saya. Si penulis menunjukkan sosok dirinya di dalam cerita.
  5. Tokoh-tokoh yang disebutkan dalam cerpen “Pohon Keramat” itu adalah: saya (penulis cerita, Jayasakti, centeng-centeng demang Belanda, Kakek, Kang Hasim, anak-anak, penduduk sekitar, para petani, pedagang di pasar, dan penggerak pembangunan.

Demikian, semoga ada manfaatnya!

Lihat: Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 K-13 Edisi Revisi

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

Berita sebelumyaLKPD Menyimpulkan Unsur Intrinsik Cerita Pendek
Berita berikutnyaLKPD Mengidentifikasi Unsur Cerita Pendek

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here