Milik Allah-lah Segala Apa yang Ada di Langit

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 284

0
116

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 284. Menerangkan bahwa milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Baqarah : 284)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Lillāhi mā fis samāwāti wa mā fil ardl (kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan segala apa yang ada di bumi), yakni kepunyaan Allah-lah seluruh makhluk dan segala hal yang mengagumkan. Dia memerintah hamba-hamba-Nya menaati kemauan-Nya.

Wa iη tubdū (dan jika kalian memperlihatkan), yakni menampakkan.

Mā fī aηfusikum (apa yang ada di dalam diri kalian), yakni apa yang ada dalam hati kalian berupa bisikan hati, sesudah dibisikkan dan sebelum ditampakkan.

Au tukhfūhu (atau kalian menyembunyikannya), yakni merahasiakannya.

Yuhāsibkum bihillāh (niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu), yakni Allah akan membalas perbuatan kalian itu. Dan Allah juga akan membuat perhitungan sehubungan dengan lupa setelah ingat, salah setelah benar, dan keengganan setelah kesungguhan.

Fa yaghfiru li may yasyā-u (maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya), yakni orang-orang yang bertobat atas segala dosa.

Wa yu’adz-dzibu may yasyā’ (dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya), yakni orang-orang yang enggan bertobat.

Wallāhu ‘alā kulli syai-ing qadīr (dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu), baik mengampuni ataupun menyiksa. Ketika ayat ini turun, kaum Mukminin merasakan beban yang amat berat dengan kandungan ayat ini. Namun setelah Nabi ﷺ mikraj ke langit dan beliau bersujud kepada Rabb-nya.

.

Hidayatul  Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. [7] Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi[8]. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu[9]. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu[10].

[7] Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata: Ketika turun ayat kepada Rasulullah ﷺ, Lillahi maa fis samaawaati wa maa fil ardh…dst. sampai wallahu ‘alaa kulli syai’in qadiir. Maka yang demikian membuat para sahabat Rasulullah ﷺkeberatan, lalu mereka mendatangi Rasulullah ﷺsambil berlutut dan berkata, Wahai Rasulullah, kami dibebani dengan amal berat yang kami tidak sanggup melakukannya. (Sudah ada beban) shalat, puasa, jihad dan sedekah. Sesungguhnya telah diturunkan kepadamu ayat ini (yakni ayat di atas) dan kami tidak sanggup memikulnya, maka Rasulullah ﷺbersabda, Apakah kamu ingin mengatakan seperti yang dikatakan dua Ahli Kitab sebelum kamu, yaitu, Kami mendengar, namun kami mendurhakai? Bahkan katakanlah, Kami mendengar dan kami taat. Ampunan-Mu wahai Tuhan kami, kami minta dan kepada-Mulah tempat kembali. Mereka pun berkata, Kami mendengar dan kami taat. Ampunan-Mu yang Tuhan kami, kami minta dan kepada-Mulah tempat kembali. Ketika mereka telah mengucapkannya, maka lisan mereka pun tunduk mengikuti. Setelah itu, Allah menurunkan ayat, Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal mu’minuun…dst. sampai Wa ilaikal mashiir. Saat mereka telah melakukannya, Allah menasakhnya dan menurunkan ayat (yang artinya), Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Allah berfirman, Ya.. selanjutnya, Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau membebani Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami Allah berfirman, Ya. Selanjutnya, Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Allah berfirman, Ya. Selanjutnya, Ma’afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami. Maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.  Allah berfirman, Ya.

[8] Alah memilikinya, mengaturnya dan meliputinya, tidaklah samar sesuatu pun bagi-Nya.

[9] Saat turun ayat di atas, kaum muslimin mengeluhkan was-was yang kadang menimpa hati mereka, dan mereka keberatan dengan dihisabnya apa yang ada dalam hati mereka, maka turunlah ayat selanjutnya, yaitu ayat 286. Dengan turunnya ayat tersebut, berarti Allah Subhaanahu wa Ta’aala memaafkan apa saja yang terlintas dalam hati dan tidak sampai diucapkan atau dikerjakan. Demikian juga, Allah memaafkan perbuatan dosa yang terjadi karena lupa dan tidak disengaja.

[10] Termasuk di antaranya mampu menghisab dan memberikan balasan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Milik Allahlah apa yang terdapat di langit dan apa yang terdapat di bumi dan jika kamu menyatakan) atau melahirkan (apa yang ada di dalam hatimu) berupa kejahatan dan rencana untuk melakukannya (atau kamu menyembunyikan) maksudnya merahasiakannya (pastilah akan dihisab), yakni dibukakan (oleh Allah) pada hari kiamat. Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya) untuk diampuni, (dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya) untuk disiksa. Kedua kata kerja ini dapat dihubungkan pada jawab syarat dengan baris mati dan dapat pula dengan baris di depan dengan perkiraan, ‘fahuwa…’ (Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu), di antaranya melakukan hisab atas perhitungan terhadapmu dan memberikan balasannya.
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitakan bahwa kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada padanya yang ada di antara keduanya. Dia mengetahui semua yang ada di dalamnya, tiada yang samar bagi-Nya semua hal yang tampak dan yang tersembunyi serta yang tersimpan di dalam hati, sekalipun sangat kecil dan sangat samar.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan pula bahwa Dia kelak akan melakukan hisab (perhitungan) terhadap hamba-hamba-Nya atas semua yang telah mereka lakukan dan mereka sembunyikan di dalam hati mereka. Seperti yang diungkapkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّماواتِ وَما فِي الْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah, Jika kalian menyembunyikan apa yang ada dalam hati kalian atau kalian melahirkannya, pasti Allah mengetahui. Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran: 29)

Berikutnya: Allah Akan Membuat Perhitungan dengan Kamu

يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفى

Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (Thaha: 7)

Ayat-ayat mengenai hal ini sangat banyak, dan dalam ayat ini disebutkan keterangan yang lebih, yaitu Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan melakukan perhitungan terhadap hal tersebut.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaAllah Akan Membuat Perhitungan dengan Kamu
Berita berikutnyaJanganlah Para Saksi Menyembunyikan Kesaksian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here