Menerangkan ‘Aqidah Kaum Mukmin

0
92

Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 285. Menerangkan ‘aqidah kaum mukmin dan doa mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun dari rasul-rasul-Nya. Dan mereka berkata, Kami dengar dan kami taat. Dan mereka berkata, Ampunilah kami Ya Tuhan Kami, dan kepada-Mulah tempat kembali. (Q.S. Al-Baqarah : 285)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Āmanar rasūlu (rasul telah mengimani), yakni Nabi Muhammad ﷺ telah membenarkan.

Bi mā uηzila ilaihi mir rabbihī (apa yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya), yakni Al-Qur’an dan semua kandungannya. Nabi ﷺ mengatakan bahwa hal ini merupakan penjelasan dari Allah.

Wal mu’minūn, kullun (demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing), yakni setiap orang di antara mereka.

Āmana billāhi wa malā-ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina ahadim mir rusulih (beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun [dengan yang lain] dari Rasul-rasul-Nya), yakni mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan mengingkari seorang rasul pun di antara Rasul-rasul Allah Ta‘ala.

Wa qālū (dan mereka mengatakan) pula.

Sami‘nā (Kami mendengar) Firman Rabb kami.

Wa atha‘nā (dan kami menaati) titah Rabb kami. Tegasnya, kami mendengar dan taat kepada Rabb kami. Kemudian Nabi ﷺ berkata:

Ghufrānaka (Ampunilah kami), yakni kami memohon ampunan kepada-Mu atas bisikan hati yang buruk.

Rabbanā (Rabbana), ya Tuhan kami.

Wa ilaikal mashīr (dan hanya kepada Engkau-lah tempat kembali), yakni tempat kembali sesudah mati. Kemudian Allah Berfirman:

.

Hidayatul  Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun dari rasul-rasul-Nya[11]. Dan mereka berkata, Kami dengar dan kami taat. Dan mereka berkata[12], Ampunilah kami Ya Tuhan Kami, dan kepada-Mulah tempat kembali.

[11] Yakni kami beriman kepada semuanya.

[12] Yakni karena seorang hamba pasti memiliki kekurangan dalam memenuhi hak Allah Subhaanahu wa Ta’aala, oleh karenanya dia membutuhkan ampunan Allah secara terus-menerus.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Telah beriman), artinya membenarkan (Rasul), yakni Muhammad (terhadap apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya), yakni Al-Qur’an, demikian pula (orang-orang yang beriman), ma`thuf atau dihubungkan kepada Rasul (semuanya), tanwinnya menjadi pengganti bagi mudhaf ilaih (beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya dan Kitab-Kitab-Nya) ada yang membaca secara jamak dan ada pula secara mufrad atau tunggal (serta para Rasul-Nya) kata mereka, (Kami tidak membedabedakan antara seseorang pun di antara Rasul-Rasul-Nya) hingga kami beriman kepada sebagian dan kafir kepada lainnya, sebagaimana dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Kristen (Dan mereka mengatakan, Kami dengar), maksudnya apa yang diperintahkan kepada kami itu, disertai dengan penerimaan (dan kami taati) serta kami bermohon, (Ampunilah kami, wahai Tuhan kami, dan kepada Engkaulah kami kembali), yakni dengan adanya saat berbangkit. Tatkala turun ayat yang sebelumnya, orang-orang mukmin mengadukan waswas dan kekhawatiran mereka serta terasa berat bagi mereka saat perhitungan, maka turun pula ayat:
Lihat daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

آمَنَ الرَّسُولُ بِما أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ

Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. (Al-Baqarah: 285)

Ayat ini memberitakan perihal Nabi ﷺ dalam hal tersebut.

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنَا بِشَرٌ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: ذُكِرَ لَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: وَيَحِقُّ لَهُ أَنْ يُؤْمِنَ

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bisyr, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id, dari Qatadah yang menceritakan, Telah diceritakan kepada kami bahwa tatkala diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ayat ini (Al-Baqarah: 285), maka Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Dan sudah seharusnya baginya beriman’.

Imam Hakim meriwayatkan di dalam kitab Mustadrak-nya,

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ الْفَقِيهُ: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ نَجْدَةَ الْقُرَشِيِّ، حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا أَبُو عَقِيلٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حُقَّ لَهُ أَنْ يُؤْمِنَ

Telah menceritakan kepada kami Abun Nadr Al-Faqih, telah menceritakan kepada kami Mu’az ibnu Najdah Al-Qurasyi, telah menceritakan kepada kami Khallad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Abu Uqail, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa setelah diturunkan kepada Nabi ﷺ firman-Nya: Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. (Al-Baqarah: 285), Maka Nabi ﷺ bersabda: Sudah merupakan keharusan baginya beriman.

Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa hadits ini sahih sanadnya, tetapi keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak mengetengahkannya.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Demikian pula orang-orang yang beriman. (Al-Baqarah: 285)

di-ataf-kan kepada lafaz Ar-Rasul, kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitakan perihal semuanya (Rasul dan orang-orang mukmin). Untuk itu Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya. (Al-Baqarah: 285)

Orang-orang mukmin beriman bahwa Allah adalah Satu lagi Maha Esa, dan Tunggal lagi bergantung kepada-Nya segala sesuatu; tidak ada Tuhan selain Dia, tidak ada Rabb selain Dia. Mereka percaya kepada semua nabi dan semua rasul, serta semua kitab yang diturunkan dari langit kepada hamba-hamba Allah yang menjadi utusan dan nabi. Mereka tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara mereka dari yang lainnya. Mereka tidak beriman kepada sebagian dari mereka, lalu kafir (ingkar) kepada sebagian yang lain.

Bahkan semuanya menurut mereka adalah orang-orang yang sadiq (jujur), berbakti, berakal, mendapat petunjuk, dan menunjukkan ke jalan kebaikan, sekalipun sebagian dari mereka me-nasakh syariat sebagian yang lain dengan seizin Allah, hingga semuanya di-mansukh oleh syariat Nabi Muhammad ﷺ yang merupakan pemungkas para nabi dan para rasul; hari kiamat terjadi dalam masa syariatnya, dan masih terus-menerus ada segolongan dari umatnya yang membela perkara yang hak hingga hari kiamat tiba.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Dan mereka mengatakan, Kami dengar dan kami taat. (Al-Baqarah: 285)

Yakni kami mendengar firman-Mu, ya Tuhan kami, dan kami memahaminya; dan kami menegakkan serta mengerjakan amal sesuai dengannya.

غُفْرانَكَ رَبَّنا

Ampunilah kami, ya Tuhan kami. (Al-Baqarah: 285)

Ayat ini mengandung makna permohonan ampun dan rahmat serta belas kasihan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Harb Al-Mausuli, telah menceritakan kepada kami Ibnu Fadl, dari Ata ibnus Saib, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. (Al-Baqarah: 285) sampai dengan firman-Nya: (Mereka berdoa),  Ampunilah kami, ya Tuhan kami. (Al-Baqarah: 285) Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, Aku telah mengampuni bagi kalian.

وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Dan kepada Engkaulah tempat kembali. (Al-Baqarah: 285)

Yang dimaksud dengan al-masir ialah tempat kembali dan merujuk kelak di hari perhitungan.

Ayat berikutnya: Doa Orang Mukmin

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Sinan, dari Hakim, dari Jabir yang menceritakan bahwa ketika diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ayat ini, yaitu firman-Nya: Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan), Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya, dan mereka mengatakan, Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa), Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali. (Al-Baqarah: 285), Lalu Malaikat Jibril berkata: Sesungguhnya Allah telah memujimu dengan baik dan juga kepada umatmu. Maka mintalah, niscaya kamu akan diberi apa yang kamu minta. Maka Nabi ﷺ meminta, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah: 286), hingga akhir ayat.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaLKPD Mengidentifikasi Unsur Cerita Pendek
Berita berikutnyaTakut Terhadap Hisab Allah SWT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here