LKPD Mengidentifikasi Unsur Cerita Pendek

0
678

Lembar kegiatan peserta didik atau LKPD Mengidentifikasi Cerita Pendek pada judul unit ini diharapkan dapat membantu peserta didik kelas IX SMP dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Lembar Kegiatan Pesera Didik ini dikembangkan berdasarkan:

Kompetensi Dasar

3.5 Mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau didengar.

Indikator

  • Menyebutkan unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca
  • Menjelaskan unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca
  • Menentukan unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca.
  • Mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca.

Aktivitas pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik dalam mengidentifikasi cerita pendek. Aktivitas ini menggunakan model latihan soal.

Selamat berlatih untuk menjadi generasi hebat di masa depan! Cintai dan syukuri Bahasa Indonesia sebagai sarana merajut Indonesia! Bahasa Indonesia anugerah Tuhan yang patut kita syukuri bersama.

Petunjuk Kegiatan:

  • Peserta didik membuka buku yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 yaitu Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Cetakan Ke-2.2018. (Edisi Revisi).
  • Peserta didik membaca dan menyimak buku pada halaman 52 s.d 60 atau yang dikutif pada bahan bacaan pada link yang tersedia.
  • Tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.
  • Melaporkan hasil pada buku tugas atau lembaran portofolio. Bentuk laporan cukup jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disediakan.
  • Tulis Laporan LKPD 3.1, Nama, NIS/NISN dan kelas ananda pada LKPD.

Laporan LKPD 3.1

Nama                     :  …….

NIS/NISN                :  ……

Kelas                      :  ……

  • Baca dan pahami cerpen  “Pohon Keramat” karya Yus R. Ismail berikut!
  • Nikmati bagaimana cerita disajikan (alur), sikap dan karakter tokoh yang bercerita atau tokoh yang diceritakan (tokoh), dan isi cerita tentang sesuatu yang baik (tema dan pesan)!
  • Pilihlah pada jawaban yang paling tepat!
  1.  Perhatikan judul cerpen berikut!
  • Pohon Keramat
  • Membayangkan Keangkeran Gunung Beser
  • Tanpa Pohon Bencana Akan Lebih Sering Terjadi
  • Pohon Memang Keramat, Harus Dihargai, Dihormati, dan Dijaga

Judul yang paling menarik untuk dibaca ditandai nomor ….

A. (1)

B. (2)

C. (3)

D. (4)

2.  Bacalah kutipan cerita berikut!

Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.

Latar tempat yang dicertakan pada teks tersebut adalah ….

A. Kampung

B. Gunung

C. Bukit

D. Gunung Beser

3.  Bacalah kutipan cerita berikut!

Meski areanya kecil, jangan tanya siapa saja penduduk yang pernah masuk ke dalam Gunung Beser. Mereka akan bergidik hanya membayangkan keangkerannya. Mereka, dari kakek-nenek sampai anak-anak, hafal cerita keangkeran Gunung Beser.

Hal yang menjadi istimewa dari Gunung Beser adalah ….

A. banyak penduduk yang pernah masuk

B. dihafal banyak orang

C. sangat angker

D. areanya kecil

4.  Bacalah kutipan cerita berikut!

Saat pendudukan Belanda, di kampung saya ada seorang tokoh yang melawan Belanda dan berjuang sendirian tanpa pasukan. Orang tersebut bernama Jayasakti. Tentu saja tokoh ini menjadi incaran Belanda untuk ditangkap dan dipenjarakan. Jayasakti lari dari kampung ke Gunung Beser dan bersembunyi agar Belanda tidak menimpakan kemarahan kepada masyarakat kampungnya. Bertahun-tahun pasukan Belanda dan centeng-centeng demang mengepung Gunung Beser, tetapi Jayasakti tidak pernah menyerah. Pasukan Belanda dengan dipandu centeng-centeng demang pernah melacak Jayasakti ke dalam gunung. Akan tetapi, tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. Kata orang-orang pintar, Jayasakti bersemedi dan tubuhnya menjadi pohon harum yang baunya dibawa angin ke sekitar gunung.

Tokoh utama pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A. Jayasakti

B. pasukan Belanda

C. centeng-centeng demang

D. orang pintar

5.  Bacalah kutipan cerita berikut!

Karena cerita itu dipercaya kebenarannya, tidak seorang pun penduduk berani masuk ke kelebatan Gunung Beser. Mereka menghormati perjuangan yang pernah dilakukan Mbah Jayasakti. Selain itu, konon, mereka takut masuk ke dalam gunung karena dahulu ada beberapa orang pencari kayu bakar nekat masuk ke dalam. Akan tetapi, dia bernasib seperti pasukan Belanda dan centeng-centeng demang itu, tidak bisa kembali. Siapa pun akan berhati-hati bila berhubungan dengan Gunung Beser. Para pencari kayu bakar dan penyabit rumput hanya berani sampai ke kaki gunung.

Alasan yang menunjukkan bahwa tidak seorang pun penduduk yang berani masuk ke kelebatan Gunung Beser adalah ….

A. takut menjadi incaran Belanda

B. takut bernasib seperti pasukan Belanda dan centeng-centeng demang yang tidak bisa kembali

C. menghormati perjuangan Mbah Jayasakti yang tidak mau masuk Gunung Beser

D. banyak pencari kayu bakar dan penyabit rumput di kaki gunung

6.  Bacalah kutipan cerita berikut!

Sejak saya ingat, cerita yang diketahui seluruh penduduk kampung juga meliputi kharisma Gunung Beser. Tiap malam tertentu, katanya, dari Gunung Beser keluar cahaya yang begitu menyejukkan. Hanya orang tertentu yang melihat cahaya itu. Konon, seseorang dapat melihat cahaya itu dengan mata batinnya, ia termasuk orang yang bijaksana dan tinggi ilmunya. Apabila ada seorang saja dari seluruh penduduk kampung yang bisa melihat cahaya itu, artinya Mbah Jayasakti, begitu penduduk kampung menyebut penghuni Gunung Beser, melindungi kampung. Akan tetapi, ada orang yang sembrono melanggar keheningan Gunung Beser, Mbah Jayasakti bisa marah. Jangankan menebang pohon tanpa izin, masuk saja ke dalam gunung akan kualat. Bisa-bisa dianggap mata-mata Belanda oleh Mbah Jayasakti. Itulah sebabnya penduduk kampung begitu takut mengganggu ketenangan Gunung Beser.

Cara pengarang menggambarkan kharisma Gunung Beser pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A. diceritakan tokoh lain

B. diceritakan pengarang

C. dialog antar tokoh

D. tingkah laku tokoh

7.  Bacalah kutipan cerita berikut!

Bagi saya, Gunung Beser menyimpan kenangan tersendiri. Sejak umur 5 tahun saya sering tidur di rumah Kakek. Setiap subuh Kakek membangunkan saya dan mengajak pergi ke masjid kecil di pinggir sawah. Saya yang kadang masih merasa ngantuk, begitu turun dari rumah selalu takjub melihat Gunung Beser berdiri kokoh. Saya merasa kesegaran pagi-harum dedaunan dan bau tanah adalah bau khas Gunung Beser. Saya selalu berharap begitu turun dari rumah bisa melihat gunung itu bercahaya.

Berdasar teks tersebut si penulis seolah-olah masuk dalam cerita sebagai ….

A. tokoh utama

B. tokoh tambahan

C. tokoh pendukung

D. tokoh sampingan

8.  Bacalah kutipan cerita berikut!

Selesai shalat, Kakek biasa mengontrol air sawah. (2) Saya selalu menguntitnya dari belakang tanpa banyak bicara. (3) Barangkali anak lain akan mengeluh karena air dan udara sawah dingin. (4) Akan tetapi, saya tidak. (5) Saya menyukai kesegaran air dan udara itu. (6) Tidak jarang saya mandi di pancuran sawah.

Bukti watak si penulis cerita menyukai alam terdapat pada bagian ….

A. (1) dan (2)

B. (3) dan (4)

C. (5) dan (6)

D. (1) dan (6)

9.  Bacalah kutipan cerita berikut!

Dari pematang yang lebar-lebar, saya menyaksikan bagaimana Gunung Beser yang seperti patung raksasa hitam itu lambat laun bercahaya tertimpa sinar matahari. Saya sering beranggapan bahwa cahaya itu bukan dari matahari, tetapi keluar dari hati saya sendiri. Setiap melihat dedaunan yang bergoyangan, saya sering melamun melihat Jayasakti shalat di atas daun pisang.

Berdasar teks tersebut si penulis menempatkan dirinya dalam posisi ….

A. sudut pandang orang pertama

B. sudut pandang orang kedua

C. sudut pandang orang ketiga

D. sudut pandang campuran

10. Bacalah kutipan cerita berikut!

Bagi sawah-sawah di kampung saya, air tidak mesti diperebutkan. Gunung Beser memberikan air yang melimpah. Nama Gunung Beser sendiri berarti mengeluarkan air terus-terusan. Mata air yang berada di kaki gunung mengalirkan sungai yang lumayan besar. Sebagian air itu dialirkan ke kampung untuk memenuhi bak-bak mandi. Sisanya yang masih melimpah mengairi sawah dan kolam. Selain itu, masih banyak mata air kecil yang dipakai penduduk sebagai pancuran.

Kutipan cerita tersebut memposisikan diri sebagai ….

A. pengamat

B. seorang serba tahu

C. seorang yang terbatas

D. saksi dari rangkaian peristiwa

11. Bacalah kutipan cerita berikut!

Oleh karena itu, belum pernah ada berita para petani berkelahi karena berebut air. Kakek dan para petani lain juga sering mengontrol sawah pagi-pagi. Mereka bukan mengontrol takut sawah kekeringan, tetapi memeriksa kalau ada urugan kecil atau lubang-lubang yang dibuat ketam. Atau siapa tahu ada berang-berang yang menyerang kolam. Biasanya pemangsa ikan itu menyisakan kepala ikan di atas pematang. Bila hal itu terjadi, kemarahan para petani tidak akan terbendung lagi. Berang-berang itu akan diburu oleh orang sekampung.

Latar suasana pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A. takut dan waspada

B. sibuk dan marah

C. panas dan kering

D. aman dan tentram

12. Bacalah kutipan cerita berikut!

Saya beberapa kali melihat para petani berburu berang-berang atau tikus. Mereka mengasapi seluruh lubang yang ditemui. Bila ada buruannya yang keluar, orang-orang mengejar sambil berteriak-teriak. Tentu pemukul tidak ketinggalan ikut beraksi. Sekali berburu, puluhan tikus atau berang-berang bisa didapatkan.

Latar tempat pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A. rumah

B. pasar

C. gunung

D. sawah

13. Bacalah kutipan cerita berikut!

Bila panen tiba, setiap petani yang punya sawah luas akan mengadakan syukuran. Para tetangga diundang. Ikan ditangkap atau ayam disembelih. Saya selalu senang. Selain sering dibawa Kakek ke tempat syukuran, saya senang dengan hari-hari di sawah. Anak-anak seluruh kampung mengalihkan tempat bermain ke sawah. Ada yang membuat baling-baling, bermain musik dengan terompet-terompet kecil dari batang padi, atau berburu burung beker.  Saya pernah mengikuti seluruh permainan itu. Saya bermain dengan anak dari kelompok mana saja. Setiap orang di kampung saling mengenal, termasuk anak-anak.

Peristiwa yang terdapat pada cerita tersebut adalah ….

A. syukuran bila panen tiba

B. seni membuat baling-baling

C. perlombaan bermain musik

D. kegiatan berburu burung beker

14. Bacalah kutipan cerita berikut!

Bagi anak-anak, sawah adalah tempat yang paling banyak memberi kenangan. Kami mandi sore di pancuran sawah. Setiap sore, kecuali hari Jumat, anak-anak belajar mengaji di masjid. Kakek awalnya mengajar, tapi akhirnya diteruskan oleh Kang Hasim. Saya menjadi anak emas apabila Kang Hasim mengajar. Selain dari Kang Hasim, saya belajar mengaji dari Kakek, bagi saya mengaji bukan hal baru. Sebelum sekolah, setiap malam Kakek mengajar saya. Maka pelajaran yang diberikan Kang Hasim kepada anak-anak lain sering merupakan hal yang sudah saya hafal betul.

Tokoh-tokoh sampingan yang diceritakan dalam teks tersebut adalah ….

A. anak-anak dan Kakek

B. anak-anak dan Kang Hasim

C. Kang Hasim dan saya

D. Kakek dan Kang Hasim

15. Bacalah kutipan cerita berikut!

Pulang dari mengontrol sawah, saya diajak Kakek jalan-jalan ke pasar yang buka seminggu sekali. Kakek membeli berbagai keperluan sehari-hari dan saya selalu punya jajanan enak. Kalau tidak kue serabi, saya memilih kue pukis. Para pedagang itu memberikan sebungkus besar kue sebelum saya memilih.

Peristiwa yang terdapat pada cerita tersebut adalah ….

A. mengontrol sawah

B. diajak Kakek jalan-jalan ke pasar

C. pasar buka seminggu sekali

D. memberikan kue pukis

B.  Uraian

  1. Apakah judul cerpen menarik orang untuk membacanya?
  2. Apakah judul cerpen mencerminkan isi cerpen?
  3. Pada akhirnya, apakah yang dimaksud dengan “keramat” yang ingin disampaikan dalam cerpen itu?
  4. Penceritaan cerpen atau sudut pandang (point of view) cerpen ini diceritakan berdasarkan teknik apa?
  5. Siapa tokoh-tokoh dalam cerpen “Pohon Keramat” itu?
Bahan bacaan: Pengertian, Ciri-ciri, dan Unsur Cerita Pendek

Orang Tua/Wali

……………………..

Guru MP

……………..

Nilai

…………

Lihat: Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 K-13 Edisi Revisi

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

Kupu-kupu di Bantimurung, Antologi Cerpen Remaja Ill, 2003:29-36. (Dimodifikasi untuk kepentingan pembelajaran).

Berita sebelumyaPengertian, Ciri-ciri, dan Unsur Cerita Pendek
Berita berikutnyaMenerangkan ‘Aqidah Kaum Mukmin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here