Mendapatkan Gambaran Alur Cerita Pendek

0
403

Sebelum dapat menelaah struktur cerita pendek, pada bagian ini disajikan hal-hal untuk mendapatkan gambaran alur cerita pendek yang dibaca atau didengar.

Bahan bacaan yang terdapat pada bagian ini diperuntukkan demi kepentingan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang dipilih dalam Buku Guru Kurikulum 2013 yang disesuaikan dengan permendikbud No. 37 Tahun 2018 yaitu 3.5 Mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek yang dibaca atau didengar.

Pengertian Alur

Definisi atau arti kata alur berdasarkan KBBI Online adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan saksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian. Alur diartikan pula jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat).

Alur merupakan struktur rangkaian kejadian-kejadian dalam cerita, yang disusun secara kronologis. Alur sebagai pengatur segala tindakan dan peristiwanya saling berkaitan satu sama lain serta menggambarkan peran di dalamnya yang membentuk kesatuan.

A.  Tahapan Alur Cerita

Ada lima tahapan alur cerita, yaitu:

1.  Tahap Pengenalan Cerita atau Orientasi

Merupakan tahap awal dari jalan cerita. Pada tahapan ini seorang penulis akan memperkenalkan tokoh dan latar terjadinya cerita, seperti waktu kejadian, latar tempat, dan suasana.

Tujuannya agar pembaca mengetahui siapa yang memerankan tokoh, di mana tempat cerita berlangsung, dan bagaimana suasana yang ingin dibangun penulis cerita.

2.  Tahap Permulaan Konflik

Pada bagian ini, penulis memunculkan sebuah masalah/konflik sebagai bagian dimulainya cerita. Kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan masalah ini akan terus menjadi bahan cerita selanjutnya dan akan terus mengalami rentetan konflik yang lebih lebih menegangkan dan rumit.

Umumnya konflik timbul karena adanya pertentangan antar tokoh atau disebabkan karena tokoh utama tertimpa masalah yang tidak terduga.

Permulaan konflik membuat pembaca penasaran dan ingin mengetahui bagaimana kelanjutan ceritanya. Pembaca biasanya akan bertanya-tanya konflik apa yang kiranya dialami tokoh untuk kelanjutan cerita. Tahap alur ini dapat mendorong pembaca melanjutkan cerita dengan sajian konflik lebih menegangkan dan rumit.

3.  Tahap Klimaks atau Konflik Memuncak

Pada tahap ini penulis meningkatkan permasalahan yang dialami oleh tokoh. Pada bagian ini ketegangan cerita semakin bertambah. Tahap ini merupakan puncak permasalahan yang dihadapi oleh tokoh. Tokoh dalam cerita akan dihadapkan dalam penentuan akhir. Apakah tokoh berhasil atau gagal?

4.  Tahap Konflik Mereda atau Antiklimaks

Bagian ini konflik menurun atau mereda. Tokoh utama telah melewati dan dapat mengatasi konflik yang terjadi.  Suasana pada tahapan antiklimaks ini biasanya akan bertransformasi menjadi kekaguman dari kegigihan tokoh utama.

5.  Tahap Penyelesaian

Bagian ini merupakan bagian akhir cerita. Semua masalah telah terselesaikan. Tahap ini menjelaskan juga bagaimana nasib tokoh dalam cerita. Apakah berakhir bahagia, sedih, atau menggantung? Dan pada bagian inj pembaca dapat menyimpulkan pesan setelah membaca cerita tersebut. Sekaligus memuat amanat dari balik cerita ini.

B.  Jenis Jenis Alur Cerita

Alur cerita dapat kita temui pada setiap jenis prosa lama dan prosa baru. Untuk mencapai efek tertentu penulis cerita menyusun jalinan peristiwa dalam karyanya. Peristiwa-peristiwa tersebut saling bertautan serta menggambarkan peran di dalamnya dan membentuk satu kesatuan.

Lihat: LKPD Gambaran Alur Cerpen “Pohon Keramat”

Jenis alur cerita berbeda-berbeda. Jenis-jenis alur cerita tersebut adalah:

1.  Alur Maju

Alur maju adalah jenis alur dengan peristiwa yang berjalan teratur dan berurutan sesuai dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai akhir. Disebut pula alur krognitif, dengan tahapan: awal, perumitan, klimaks, antiklimaks, akhir. Alur maju disajikan lebih kronologis ke depan artinya maju dan berurutan sesuai tahapan cerita.

2.  Alur Mundur

Alur mundur adalah alur cerita yang dimulai dari bagian akhir cerita. Tahapannya: alur cerita diawali dengan penyelesaian konflik, antiklimaks, klimaks, perumitan, dan awal. Alur mundur menceritakan tentang masa lampau dan menunjukkan klimaks di awal. Alur mundur harus memerhatikan transisi waktu serta punya latar belakang konflik yang kuat.

3.  Alur Campuran

Alur campuran adalah alur yang menggabungkan alur maju dan mundur. Alur campuran disebut juga alur maju-mundur. Tahapannya: diawali klimaks, perumitan, kemudian melihat lagi masa lampau, antiklimaks, dan dilanjutkan sampai pada penyelesaian. Alur campuran menceritakan banyak tokoh utama, sehingga cerita yang satu belum selesai kembali lagi ke awal untuk menceritakan tokoh lain.

Selain itu ada juga yang disebut: alur sorot balik/Flashback, alur klimaks, alur antiklimaks, alur kronologis, alur tunggal, alur ganda, alur berdasarkan kepadatan, alur erat, alur longgar, dan alur menanjak.

Demikian, semoga bermanfaat!

Lihat: Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 K-13 Edisi Revisi

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

 

Berita sebelumyaLKPD Menelaah Struktur dan Isi Cerpen
Berita berikutnyaHubungan Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah dan Ali Imran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here