Struktur dan Isi Cerita Pendek

0
122

Tujuan aktivitas pembelajaran pada bagian ini adalah peserta didik dapat menelaah struktur dan isi cerita pendek yang dibaca atau didengar.

Bahan bacaan yang terdapat pada bagian ini diperuntukkan demi kepentingan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang dipilih dalam Buku Guru Kurikulum 2013 yang disesuaikan dengan permendikbud No. 37 Tahun 2018 yaitu 3.6 Menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerita pendek yang dibaca atau didengar.

Bahan bacaan

Tujuan dasar naratif adalah untuk menghibur dan memikat pembaca atau pendengar. Naratif juga bertujuan memberi pengetahuan, ajaran, atau sebagai pendapat untuk mengubah perilaku. Tujuan ganda naratif adalah untuk mendidik dan menghibur. Ada kalanya tujuan “mendidik” dapat berubah menjadi “merusak”. Sebagai pembaca dan penikmat, kita harus hati-hati memilih bacaan agar tidak mendapat efek negatif.

Ada beberapa tipe naratif. Naratif dapat berupa karya imajiner, faktual, atau kombinasi keduanya. Teks naratif misalnya cerita peri, misteri, fiksi ilmiah, roman, cerita horor, cerita petualangan, fabel, mitos, legenda, naratif historis, balada, pengalaman pribadi, dan lembar kehidupan. Novel, film, drama, dan cerpen juga termasuk dalam teks naratif.

Naratif merupakan teks yang berfokus pada tokoh khusus. Fungsi sosial naratif adalah menceritakan kisah atau peristiwa lalu untuk penghiburan khalayak. Dalam naratif terdapat urutan peristiwa orang/tokoh yang berada dalam waktu dan tempat tertentu. Teks naratif berbeda dengan recount (menceritakan kisah yang telah terjadi) dalam hal struktur retorika. Urutan dalam teks naratif berkaitan dengan konflik/masalah/krisis peristiwa dan berakhir pada penyelesaian krisis sebagai resolusi.

Cerita pendek atau lebih dikenal dengan cerpen, yang merupakan rangkaian hasil pemikiran dan imajinasi penulis dalam bentuk prosa, sama seperti halnya novel, namun yang membedakannya hanya bentuknya yang pendek dan ringkas. Cerpen banyak digemari oleh para pelajar karena tema-temanya yang ringan dan biasanya mengaitkan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Struktur Cerpen

Ada beberapa struktur dalam cerpen yaitu:

  1. Orientasi
  2. Rangkaian peristiwa
  3. Komplikasi
  4. Resolusi

Orientasi

Orientasi adalah struktur yang berisi pengenalan latar cerita. Bagian ini berkaitan dengan latar tempat, waktu, alur, hingga latar suasana. Latar digunakan pengarang untuk menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, latar merupakan sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis.

Perhatikan kutipan cerita berikut:

  • Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. Disebut gunung barangkali tidak tepat karena areanya terlalu kecil. Lebih tepatnya disebut bukit. Tapi, penduduk kampung, sejak dulu sampai sekarang, menyebutnya dengan Gunung Beser.
  • Saat pendudukan Belanda, di kampung saya ada seorang tokoh yang melawan Belanda dan berjuang sendirian tanpa pasukan. Orang tersebut bernama Jayasakti. Tentu saja tokoh ini menjadi incaran Belanda untuk ditangkap dan dipenjarakan. Jayasakti lari dari kampung ke Gunung Beser dan bersembunyi agar Belanda tidak menimpakan kemarahan kepada masyarakat kampungnya. Bertahun-tahun pasukan Belanda dan centeng-centeng demang mengepung Gunung Beser, tetapi Jayasakti tidak pernah menyerah. Pasukan Belanda dengan dipandu centeng-centeng demang pernah melacak Jayasakti ke dalam gunung. Akan tetapi, tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. Kata orang-orang pintar, Jayasakti bersemedi dan tubuhnya menjadi pohon harum yang baunya dibawa angin ke sekitar gunung.
  • Gelapnya malam menyambut kedatangan kami yang tiba dengan perahu biru. Hembusan angin masih setia bersama duka berpadu dalam kelam yang belum kami ketahui dimana ujungnya. Biarpun kami terlihat kuat namun hati tetaplah perih merintih. Keluh yang mengadu beradu dengan deru dalam qolbu.

Rangkaian peristiwa

Rangkaian peristiwa yaitu kisah berlanjut melalui rangkaian peristiwa tak terduga.

Perhatikan kutipan cerita berikut:

  • Sejak saya ingat, cerita yang diketahui seluruh penduduk kampung juga meliputi kharisma Gunung Beser. Tiap malam tertentu, katanya, dari Gunung Beser keluar cahaya yang begitu menyejukkan. Hanya orang tertentu yang melihat cahaya itu. Konon, seseorang dapat melihat cahaya itu dengan mata batinnya, ia termasuk orang yang bijaksana dan tinggi ilmunya. Apabila ada seorang saja dari seluruh penduduk kampung yang bisa melihat cahaya itu, artinya Mbah Jayasakti, begitu penduduk kampung menyebut penghuni Gunung Beser, melindungi kampung. Akan tetapi, ada orang yang sembrono melanggar keheningan Gunung Beser, Mbah Jayasakti bisa marah. Jangankan menebang pohon tanpa izin, masuk saja ke dalam gunung akan kualat. Bisa-bisa dianggap mata-mata Belanda oleh Mbah Jayasakti. Itulah sebabnya penduduk kampung begitu takut mengganggu ketenangan Gunung Beser.
  • “Malam ini kita tidur dimana Yah?”

“Di rumah teman lama Ayah Nak. Pak Rahmat namanya. Sudah dingin ya? Ayah tahu kok, Ahmad ini anak yang kuat. Lagipula yang kita rasakan sekarang ini tidak ada apa-apanya Nak jika dibandingkan dengan perjuangan Rasulullah dan para sahabat masa lalu. Sekarang kita sebagai umatnya masa gak mau sih merasakan secuil dari perjuangan mereka. Semakin besar ujian maka semakin besar pula pahalanya. Itu rumus yang Ayah pegang sampai sekarang.”

Komplikasi

Komplikasi adalah cerita bergerak seputar konflik atau masalah yang memengaruhi latar waktu dan karakter. Tokoh utama mengarah ke solusi.

Perhatikan kutipan cerita berikut:

  • Kedamaian kampung saya mulai terusik saat jalan besar menghubungkan dengan kota kecamatan dan kota kabupaten diperbesar dan diaspal. Memang aspal alakadarnya, tidak sebagus sekarang. Tapi, jalan itu memberikan gejolak tersendiri. Para petani hilir mudik ke kota kabupaten menjual hasil bumi. Anak-anak remaja tidak sedikit yang kemudian meneruskan sekolah ke kota. Pembangunan pabrik-pabrik semakin santer diinformasikan orang kecamatan.
  • Barisan algojo terlihat berjejer di depan gerbang bangunan yang kusebut “Istana Penjara” itu. Mereka berbadan tinggi kekar lengkap dengan pistol yang tergenggam di tangan mereka. Anganku seketika melayang jauh tentang ibu. Bagaimana keadaan didalamnya jika di luarnya saja seperti Malaikat Malik penjaga neraka. Tapi sekali lagi ayah memang menunjukkan keteladanannya. Tak kulihat perasaan takut di wajahnya. Langkahnya tetap yakin melangkah diiringi dzikir yang sedari tadi kudengar terus dilantunkannya.

Resolusi

Resolusi adalah solusi untuk masalah atau tantangan dicapai berhasil.

Perhatikan kutipan cerita berikut:

Saya tidak begitu jelas menangkap apa yang dibicarakan mereka. Akan tetapi, dari nada suara yang semakin meninggi, saya tahu bahwa mereka bersitegang. Saya mengintip peristiwa itu dari bilik kamar. Saya bersiap meloncat seandainya mereka melakukan kekerasan terhadap Kakek. Akan tetapi, kejadian yang saya lamunkan itu tidak terjadi. Mereka pulang setelah terlebih dahulu menyalami Kakek. Besoknya saya baru tahu bahwa Kakek menyetujui pembukaan sebagian Gunung Beser.

“Dor!”

“Allahu akbar Ayah.”

“Ahmad! Jaga dirimu dan keluarga kita ya, Nak! Rawat ibu sampai masa tua dan maut menjemputnya. Surgamu di bawah telapak kakinya. Jadilah mujahid yang berbakti kepada ibumu! Gantikan peran Ayah ya, Nak! Syahid telah ada dihadapan Ayah. Asyhadu an la ilahailla Allah waasyhadu annaa Muhammadar Rasulullah.”

“Yaa Allah. Innalillahi wainnailaihi raji’un.”

“Ahmad! Itu kamu Nak? Ada apa dengan ayah?”

“A …yah …telah syahid Bu.”

Terdapat koda

Perhatikan kutipan cerita berikut:

Saya hanya bisa mencatat peristiwa-peristiwa seperti itu tanpa mengerti apa yang telah terjadi. Seperti remaja lain di kampung, saya kebingungan dengan banyak hal. Satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam lebih bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita. Mbah Jayasakti mestinya berubah menjadi kesadaran ilmu. Kakek benar, banyak orang cuma merasa pintar padahal tidak.

Akhir cerita kutipan tersebut disampaikan amanat yaitu:

  • Kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam lebih bersahabat dengan kita.
  • Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga dipelihara.
  • Mbah Jayasakti mestinya berubah menjadi kesadaran ilmu. Kakek benar, banyak orang cuma merasa pintar padahal tidak.
Lihat: LKPD Menelaah Struktur dan Isi Cerpen

Kunci jawaban

1. A          6. C          11. B          16. B          21. B

2. C          7. D          12. B          17. A          22. A

3. D          8. A          13. B          18. C          23. D

4. B          9. A          14. B          19. B          24. A

5. D        10. C          15. D         20. C          25. A

Lihat: Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 K-13 Edisi Revisi

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas IX. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-2, 2018 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

Berita sebelumyaLKPD Unsur Kebahasaan Teks Cerpen
Berita berikutnyaLKPD Menelaah Struktur dan Isi Cerpen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here