Tidak Ada yang Mengetahui Takwilnya Melainkan Allah

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 7

0
108

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 7. Menerangkan ayat-ayat yang muhkamat dan mutasyabihat dalam Al-Qur’an; Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَما يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ

Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. (Ali Imran: 7)

Para ahli qurra berselisih pendapat mengenai bacaan waqaf dalam ayat ini. Menurut suatu pendapat, waqaf dilakukan pada lafzul Jalalah, seperti apa yang telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhu, bahwa ia pernah mengatakan, Tafsir itu ada empat macam, yaitu tafsir yang tidak sulit bagi seseorang untuk memahaminya, tafsir yang diketahui oleh orang-orang Arab melalui bahasanya, tafsir yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berilmu mendalam, dan tafsir yang tiada yang mengetahuinya selain Allah.

Pendapat yang sama diriwayatkan pula dari Siti Aisyah, Urwah, Abusy Sya’sa, Abu Nuhaik, dan Lain-lain.

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو الْقَاسِمِ فِي الْمُعْجَمِ الْكَبِيرِ: حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ مَرْثَدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، حَدَّثَنِي ضَمْضَم بْنُ زُرْعَة، عَنْ شُرَيْح بْنِ عُبَيْدٍ، عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:  لَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي إِلَّا ثَلَاثَ خِلَالٍ: أَنْ يَكْثُرَ لهم المال  فَيَتَحَاسَدُوا فَيَقْتَتِلُوا، وَأَنْ يُفْتَحَ لَهُمُ الْكِتَابُ فَيَأْخُذَهُ الْمُؤْمِنُ يَبْتَغِي تَأْوِيلَهُ، وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ [كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ]  الْآيَةَ، وَأَنْ يَزْدَادَ عِلْمُهُمْ فَيُضَيِّعُوهُ وَلَا يُبَالُونَ عَلَيْهِ

Al-Hafiz Abul Qasim di dalam kitab Mu’jamul Kabir-nya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnu Marsad, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail ibnu Iyasy, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepadaku Damdam ibnu Zur’ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Abu Malik Al-Asy’ari, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Aku tidak mengkhawatirkan umatku kecuali terhadap tiga perkara, yaitu bila harta bertambah banyak bagi mereka, lalu mereka saling mendengki, dan akhirnya mereka saling berperang; dan bila dibukakan bagi mereka (pemahaman) Al-Qur’an, lalu orang mukmin mengambilnya dengan tujuan mencari-cari takwilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui takwil-nya melainkan Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat’ (Ali Imran: 7), hingga akhir ayat. Dan bilamana ilmu mereka makin bertambah, yang pada akhirnya mereka menyia-nyiakannya dan mereka tidak menanyakannya.

Hadits ini garib sekali.

Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو بَكْرِ بْنُ مَرْدَوَيْهِ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرٍو، أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ الْعَاصِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الْقُرْآنَ لَمْ يَنْزِلْ لِيُكَذِّبَ بَعْضُهُ بَعْضًا، فَمَا عَرَفْتُمْ مِنْهُ فَاعْمَلُوا بِهِ، وَمَا تَشَابَهَ مِنْهُ فَآمِنُوا بِهِ

Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Hatim, dari ayahnya, dari Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari Ibnul As, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya Al-Qur’an itu sebagian darinya tidaklah diturunkan untuk mendustakan sebagian yang lainnya. Maka apa saja darinya yang kalian ketahui, amalkanlah; dan apa saja darinya yang mutasyabih, maka berimanlah kalian kepadanya.

وَقَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ: أَنْبَأَنَا مَعْمَر، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقْرَأُ: وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ، وَيَقُولُ الرَّاسِخُونَ: آمَنَّا بِهِ

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Tawus, dari ayahnya yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas membaca ayat ini dengan bacaan seperti berikut: Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya, melainkan Allah. Sedangkan orang-orang yang mendalam ilmunya (hanya) mengatakan, Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Umar ibnu Abdul Aziz dan Malik ibnu Anas, bahwa mereka (orang-orang yang mendalam ilmunya) hanya beriman kepadanya, sedangkan mereka tidak mengetahui takwilnya.

Berikutnya: Orang-orang yang Ilmunya Mendalam

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa di dalam qiraat Abdullah ibnu Mas’ud disebutkan takwil ayat-ayat mutasyabihat hanya ada pada Allah, sedangkan orang-orang yang mendalam ilmunya hanya mengatakan, Kami beriman kepada apa yang disebutkan oleh ayat-ayat mutasyabihat.

Hal yang sama diriwayatkan dari Ubay ibnu Ka’b, dan pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Dikutif dari: Tafsir Ibnu Katsir

Berita sebelumyaUnsur Kebahasaan Teks Cerpen
Berita berikutnyaOrang yang Dalam Hatinya Condong kepada Kesesatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here