Kecintaan Allah Akan Diperoleh dengan Mengikuti Rasul-Nya

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 31

0
69

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 31. Bukti cinta kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan bahwa kecintaan Allah akan diperoleh dengan mengikuti Rasul-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ali Imran : 31)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Qul (katakanlah), hai Muhammad!

Ing kuηtum tuhibbūnallāha (Jika kalian benar-benar mencintai Allah) dan agama-Nya.

Fattabi‘ūnī (maka ikutilah aku), yakni ikutilah agamaku.

Yuhbibkumullāhu (niscaya Allah pun mencintai kalian), yakni pastilah Allah akan menambah kecintaan-(Nya) kepada kalian.

Wa yaghfir lakum dzunūbakum (dan mengampuni dosa-dosa kalian) berkenaan dengan agama Yahudi.

Wallāhu ghafūrun (dan Allah Maha Pengampun) kepada orang-orang yang bertobat.

Rahīm (lagi Maha Penyayang) kepada orang-orang yang wafat dalam keadaan bertobat. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Yahudi yang mengatakan, Kami adalah anak-anak dan Kekasih-kekasih Allah yang senantiasa berada dalam Agama-Nya. Setelah ayat ini diturunkan, ‘Abdullah bin Ubay berkata, Muhammad menyuruh kita agar mencintainya seperti cintanya orang-orang Nasrani kepada Almasih. Sementara itu orang-orang Yahudi mengatakan, Muhammad ingin agar kita menjadikannya sebagai tuhan yang maha kasih sebagaimana orang-orang Nasrani menjadikan Isa sebagai yang maha kasih. Berkaitan dengan perkataan mereka itu Allah Ta‘ala Berfirman:

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

31.[11] Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku[12], niscaya Allah mencintaimu[13] dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[11] Dalam tafsir Al Jalalain diterangkan, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang menyembah berhala, ketika mereka mengatakan Kami tidak menyembah berhala kecuali karena cinta kepada Allah, agar mereka (berhala-berhala) itu mendekatkan kami kepada-Nya, maka Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ mengatakan kepada mereka apa yang disebutkan di atas, yakni perintah mengikuti Beliau; dengan mentauhidkan Allah (hanya beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala) dan meninggalkan sesembahan-sesembahan selain Allah.

[12] Ayat ini merupakan hakim bagi setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala namun tidak mengikuti Nabi Muhammad ﷺ, tidak mentaati perintahnya dan tidak menjauhi larangannya, bahwa pengakuan cintanya adalah dusta sampai dia mengikuti Nabi Muhammad ﷺ. Dengan ayat ini ditimbang semua makhluk, iman dan kecintaan mereka kepada Allah tergantung sejauh mana ittiba’ (mengikutinya) mereka kepada Rasulullah ﷺ.

[13] Apabila Allah sudah mencintai kamu, maka Dia akan memberikan balasan untukmu.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah) kepada mereka hai Muhammad! (Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mencintaimu) dengan arti bahwa Dia memberimu pahala (dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun) terhadap orang yang mengikutiku, mengenai dosa-dosanya yang telah terjadi sebelum itu (lagi Maha Penyayang) kepadanya.
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Ayat yang mulia ini menilai setiap orang yang mengakui dirinya cinta kepada Allah, sedangkan sepak terjangnya bukan pada jalan yang telah dirintis oleh Nabi Muhammad ﷺ; bahwa sesungguhnya dia adalah orang yang dusta dalam pengakuannya, sebelum ia mengikuti syariat Nabi ﷺ dan agama yang dibawanya dalam semua ucapan dan perbuatannya. Seperti yang disebutkan di dalam hadis sahih, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barang siapa yang melakukan suatu amal perbuatan yang bukan termasuk tuntunan kami, maka amalnya itu ditolak.

Karena itulah maka dalam ayat ini disebutkan melalui firman-Nya:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kalian. (Ali Imran: 31)

Yakni kalian akan memperoleh balasan yang lebih daripada apa yang dianjurkan kepada kalian agar kalian mencintai-Nya, yaitu Dia mencintai kalian. Kecintaan Allah kepada kalian dinilai lebih besar daripada yang pertama, yaitu kecintaan kalian kepada-Nya. Seperti yang  dikatakan oleh  sebagian ulama  yang  bijak,  bahwa  duduk perkaranya bukanlah bertujuan agar kamu mencintai, melainkan yang sebenarnya ialah bagaimana supaya kamu dicintai.

Al-Hasan Al-Basri dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf mengatakan bahwa ada segolongan kaum yang menduga bahwa dirinya mencintai Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat ini, yaitu firman-Nya: Katakanlah, Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kalian. (Ali Imran: 31)

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الطَّنافِسي، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى بْنِ أَعْيَنَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَهَلِ الدِّينُ إِلَّا الْحُبُّ والْبُغْضُ؟ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Musa ibnu Abdul A’la ibnu A’yun, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Urwah, dari Aisyah radiyallahu ‘anha yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Tiada lain (ajaran) agama itu melainkan cinta karena Allah dan benci karena Allah. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman: Katakanlah, Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. (Ali Imran: 31)

Abu Zur’ah (yakni Abdul A’la) mengatakan bahwa hadis ini munkar.

Ayat berikutnya: Taatilah Allah dan Rasul

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan mengampuni dosa-dosa kalian, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 31)

Yakni karena kalian mengikuti Rasul ﷺ, maka kalian memperoleh karunia itu berkat perantaraannya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaTaatilah Allah dan Rasul
Berita berikutnyaRPP 1 Lembar Menulis Pantun dengan Berbagai Konteks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here