Sujud dan Rukuklah Bersama Orang-orang yang Rukuk

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 43

0
80

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 43. Ucapan malaikat kepada Maryam; Taatilah selalu Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Wahai Maryam! Taatilah selalu Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. (Q.S. Ali Imran : 43)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Yā maryamuqnutī li rabbiki (wahai Maryam, taatlah kepada Rabb-mu), yakni taatlah kepada Rabb-mu sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah tersebut.

Wasjudī warka‘ī (sujudlah dan rukuklah), maksudnya hendaklah kamu rukuk dan sujud atas dasar suatu perintah, seperti rukuk dan sujud ….

Ma‘ar rāki‘in (bersama orang-orang yang rukuk), yakni bersama ahli shalat.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Wahai Maryam! Taatilah selalu Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk[11].

[11] Dengan melaksanakan shalat secara berjama’ah. Hal ini sebagai tanda syukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Hai Maryam! Taatlah kepada Tuhanmu) artinya tunduklah (sujudlah dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.) artinya shalatlah bersama orang-orang yang shalat.
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala kembali menceritakan khitab para malaikat kepada Maryam, bahwa mereka memerintahkannya untuk banyak melakukan ibadah, khusyuk, rukuk, dan sujud serta membiasakan diri beramal, karena Allah Subhaanahu wa Ta’aala hendak menganugerahkan kepadanya suatu perkara yang telah ditakdirkan-Nya untuk dia. Anugerah tersebut merupakan batu ujian baginya dan meninggikan derajatnya di dua negeri (dunia dan akhirat). Melalui dirinya Allah akan menampilkan kekuasaan-Nya yang besar, yaitu Allah akan menciptakan darinya seorang anak tanpa ayah.

Untuk itu Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. (Ali Imran: 43)

Yang dimaksud dengan al-qunut ialah taat dengan penuh kekhusyukan, seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:

بَلْ لَهُ مَا فِي السَّماواتِ وَالْأَرْضِ كُلٌّ لَهُ قانِتُونَ

Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk. (Ar-Rum: 26)

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرو بْنُ الْحَارِثِ: أَنَّ دَرَّاجا أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قال: كُلُّ حَرْفٍ فِي الْقُرآنِ يُذْكَرُ فِيهِ القُنُوتُ فَهُوَ الطَّاعَةُ

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Amr dan Ibnul Haris, bahwa Darij yang dikenal dengan sebutan Abus Samh pernah menceritakan hadis berikut kepadanya, dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: Setiap kalimat yang ada di dalam Al-Qur’an disebut di dalamnya lafaz al-qunut, artinya taat.

Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur Ibnu Luhai’ah dari Darij dengan lafaz yang sama, tetapi di dalam hadis ini terkandung nakarah (predikat mungkar).

Mujahid mengatakan bahwa Maryam ‘alaihis salam selalu berdiri (melakukan ibadah) sehingga kedua telapak kakinya bengkak-bengkak. Al-qunut artinya rukuk yang lama di dalam shalat, yakni karena mengamalkan perintah yang terkandung di dalam firman-Nya: Hai Maryam, berqunutlah kepada Tuhanmu. (Ali Imran: 43)

Al-Hasan mengatakan bahwa makna uqnuti lirabbiki ialah sembahlah Tuhanmu. sujudlah dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. (Ali Imran: 43) Yakni jadilah kamu salah seorang dari mereka yang rukuk.

Al-Auza’i mengatakan bahwa Maryam tetap tinggal di dalam mihrabnya seraya rukuk, sujud, dan berdiri, hingga air kuning keluar dari telapak kakinya. Semoga Allah melimpahkan keridaan-Nya kepadanya dan memberinya pahala yang memuaskan.

Ayat berikutnya: Sebagian dari Berita-berita Ghaib

Al-Hafiz Ibnu Asakir menyebutkan di dalam kitab Turjumah melalui jalur Muhammad ibnu Yunus Al-Kadimi (yang masih diragukan), telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Bahr ibnu Barri, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, dari Al-Auza’i, dari Yahya ibnu Abu Kasir sehubungan dengan firman-Nya: Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu dan sujudlah (kepada-Nya). (Ali Imran: 43) bahwa Maryam terus-menerus melakukan sujud hingga air kuning turun ke kedua matanya.

Ibnu Abud Dunya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Damrah, dari Syauzab yang mengatakan bahwa Maryam ‘alaihis salam selalu mandi di setiap malamnya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaSebagian dari Berita-berita Ghaib
Berita berikutnyaWanita yang Terpilih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here