Seorang Terkemuka di Dunia dan di Akhirat

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 45

0
77

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 45. Penciptaan Isa putera Maryam ‘alaihis salam, kenabiannya dan mukjizatnya, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

(Ingatlah), ketika para malaikat berkata: Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih  Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada) Allah, (Q.S. Ali Imran : 45)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Idz qālatil malā-ikatu ([ingatlah] ketika malaikat berkata), yakni Malaikat Jibril ‘alaihis salam.

Yā maryamu innallāha yubasy-syiruki bi kalimatim minhu (Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kamu kabar gembira dengan kalimah dariNya), yakni dengan kelahiran seorang anak yang tercipta dengan kalimah-Nya.

Ismuhul masīhu (namanya Al-Masih ). Disebut Al-Masih  karena ia suka mengembara ke berbagai negeri. Menurut satu pendapat, Al-Masih  berarti al-malik (raja).

‘Īsabnu maryama wajīhaη fid dun-yā (Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia), yakni dia memiliki martabat dan kedudukan di antara orang-orang di dunia.

Wal ākhirati (dan di akhirat), yakni begitu pula di akhirat, dia memiliki martabat dan kedudukan di sisi Allah Ta‘ala.

Wa minal muqarrabīn (serta termasuk orang-orang yang didekatkan) kepada Allah Ta‘ala di dalam surga ‘Adn.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. (Ingatlah), ketika para malaikat berkata: Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat[13] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putera Maryam[14], seorang terkemuka[15] di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada) Allah,

[13] Maksudnya: membenarkan kedatangan seorang Nabi yang diciptakan dengan kalimat kun (jadilah) tanpa bapak yaitu Nabi Isa ‘alaihis salam. Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengutus Jibril kepada Maryam, lalu Jibril meniupkan ruh dari leher baju Maryam, maka tiupan itu masuk ke dalam diri Maryam, kemudian Allah mengembangkan ruh itu, sehingga ia menjadi manusia dari materi ruh. Oleh karena itulah, ia disebut Ruuhullah, yakni ruh ciptaan Allah.

[14] Dinisbatkan kepada Maryam untuk mengingatkan bahwa Isa lahir tanpa bapak. Yang demikian tidaklah mustahil bagi Allah, bukankah Nabi Adam ‘alaihis salam lahir tanpa bapak dan ibu, sedangkan Hawa’ lahir dari laki-laki, yaitu dari tulang rusuk Nabi Adam ‘alaihis salam.

[15] Yakni memiliki kedudukan tinggi baik di dunia dan di akhirat. Allah menjadikannya termasuk rasul ulul ‘azmi pemilik syari’at yang besar dan pengikut yang banyak. Allah menyebarkan pujian untuknya di timur dan barat. Di akhirat, ia termasuk orang-orang yang didekatkan dengan Allah, bahkan termasuk pemuka orang-orang yang dekat dengan Allah.

.

Tafsir Jalalain

  1. Ingatlah! (Ketika berkata malaikat) yakni Jibril (Hai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan berita gembira kepadamu dengan satu kalimat dari-Nya) maksudnya dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan dengan satu kalimat (nama Al-Masih Isa putra Maryam) disebut namanya dengan menisbatkannya kepada dirinya untuk memperingatkan bahwa ia melahirkan tanpa bapak padahal kebiasaannya ialah menisbatkan anak-anak kepada bapak mereka (seorang yang terkemuka) atau berpengaruh (di dunia) dengan kenabian (di akhirat) dengan pemberian syafaat dan derajat yang tinggi (dan termasuk salah seorang yang dekat) kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Hal ini merupakan berita gembira yang disampaikan oleh malaikat kepada Maryam, bahwa kelak dia akan mempunyai seorang anak yang agung dan mempunyai peran yang besar. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ

(Ingatlah) ketika malaikat berkata, Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya. (Ali Imran: 45)

Yakni seorang anak yang proses kejadiannya hanya melalui kalimat (perintah) dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala, yaitu dengan ucapan, Kun (jadilah), maka jadilah dia. Hal inilah yang dimaksud dengan tafsir firman-Nya:

مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ

Yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah. (Ali Imran: 39)

menurut pendapat jumhur ulama, sebagaimana yang telah disebutkan penjelasannya.

اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ

Namanya Al-Masih Isa putra Maryam. (Ali Imran: 45)

Yakni nama itulah yang terkenal baginya di dunia, semua orang mukmin mengetahuinya.

Menurut sebagian ulama Salaf, ia dinamakan Al-Masih karena banyak melakukan pengembaraan. Menurut pendapat yang lainnya, ia dinamakan demikian karena kedua telapak kakinya rata, tidak ada lekukan dan tonjolannya.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, ia dinamakan Al-Masih karena apabila ia mengusap seseorang yang mempunyai penyakit, maka dengan seizin Allah orang tersebut sembuh dari penyakitnya.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ

Isa putra Maryam. (Ali Imran: 45),

menunjukkan pengertian bahwa namanya dinisbatkan kepada ibunya, karena ia tidak berayah.

وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (Ali Imran: 45)

Ayat berikutnya: Dia Berbicara kepada Manusia Sewaktu dalam Buaian

Artinya, dia adalah orang yang terkemuka dan mempunyai kedudukan di sisi Allah ketika di dunia, karena wahyu diturunkan oleh Allah kepadanya berupa syariat agama, dan Allah menurunkan Al-Kitab kepadanya serta hal-hal lainnya yang dianugerahkan Allah kepadanya. Sedangkan di akhirat nanti dia dapat memberi syafaat di sisi Allah terhadap orang-orang yang diizinkan-Nya untuk diberi syafaat. Lalu Allah menerima syafaatnya karena mengikuti jejak saudara-saudaranya dari kalangan ulul azmi. Semoga Allah melimpahkan salawat dan salam-Nya kepada mereka semua.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaDia Berbicara kepada Manusia Sewaktu dalam Buaian
Berita berikutnyaSebagian dari Berita-berita Ghaib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here