Para Hawariyin (Pengikuti Setia Nabi Isa‘Alaihis Salam)

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 52

0
64

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 52. Para hawariyin (pengikuti setia Nabi Isa). Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Maka ketika Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail), dia berkata: Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? Para hawariyyun (sahabat setianya) menjawab: Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim. (Q.S. Ali Imran : 52)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa lammā ahassa ‘īsā (maka tatkala Isa merasakan), yakni mengetahui.

Minhumul kufra (keingkaran mereka [Bani Israil]) dan melihat mereka hendak membunuhnya. Menurut pendapat yang lain, tatkala Isa mendengar pengingkaran mereka yang terdengar jelas secara berulang kali.

Qāla (dia pun berkata), yakni Isa ‘alaihis salam.

Man aηshārī (Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku), yakni pembantu-pembantuku.

Ilallāh (untuk [melawan Musuh-musuh] Allah), yakni bersama Allah Ta‘ala melawan musuh-musuh-Nya.

Qālal hawāriyyūna (para Hawari menjawab), yakni sahabat-sahabatnya yang setia lagi tulus. Mereka berjumlah dua belas orang.

Nahnu aηshārullāhi (Kamilah penolong-penolong Allah), yakni kamilah pembantu-pembantumu bersama Allah yang akan menghadapi musuh-musuh-Nya.

Āmannā billāhi wasyhad (kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah), yakni ketahuilah olehmu, wahai Isa.

Bi annā muslimūn (bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri), yakni orang-orang yang menetapkan ibadah dan tauhid hanya untuk Allah semata.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Maka ketika Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail)[1], dia berkata: Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? Para hawariyyun (sahabat setianya) menjawab: Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim.

[1] Yakni mereka tetap saja ingkar, bahkan mereka bermaksud membunuh Beliau.  

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka tatkala diketahui oleh Isa kekafiran mereka) dan mereka bermaksud hendak membunuhnya (katanya, Siapakah yang bersedia menjadi pembela-pembela aku) penolong-penolong aku (kepada Allah.) untuk menegakkan agama-Nya? (Berkata orang-orang Hawari, Kamilah pembela-pembela Allah) artinya penolong-penolong agama-Nya dan mereka ini ialah teman-teman dekat Isa dan yang mula-mula beriman kepadanya. Jumlah mereka 12 orang, dan ‘hawari’ itu asalnya dari kata-kata ‘hur’ yang berarti putih bersih. Ada pula yang mengatakan bahwa mereka itu adalah orang yang pendek-pendek dan selalu memakai pakaian putih (Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah) wahai Isa (bahwa kami orang-orang Islam).
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى

Maka tatkala Isa mengetahui. (Ali Imran: 52),

Yakni Isa ‘alaihis salam merasakan kebulatan tekad mereka dalam kekufurannya dan keberlangsungan mereka dalam kesesatan, maka ia berkata:

مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ

Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? (Ali Imran: 52)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah ‘siapakah yang akan mengikutiku menegakkan agama Allah?’.

Sufyan As-Sauri dan lain-lainnya mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah ‘siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku bersama dengan Allah?’. Pendapat Mujahid lebih dekat kepada kebenaran.

Menurut makna lahiriahnya, Nabi Isa bermaksud siapakah orang-orang yang mau menjadi penolong-penolongku untuk menyeru manusia menyembah Allah. Perihalnya sama dengan apa yang pernah dikatakan oleh Nabi ﷺ dalam musim-musim haji sebelum hijrah, yaitu:

مَنْ رَجُل يُؤْوِيني عَلى [أَنْ] أُبَلِّغَ كلامَ رَبِّي، فإنَّ قُرَيْشًا قَدْ مَنَعُونِي أنْ أُبَلِّغَ كَلامَ  رَبِّي

Siapakah orangnya yang mau membantuku hingga aku dapat menyampaikan kalam Tuhanku, karena sesungguhnya orang-orang Quraisy telah melarangku untuk menyampaikan kalam Tuhanku!

Hingga beliau ﷺ bersua dengan orang-orang Ansar, lalu mereka memberinya perlindungan dan pertolongan. Kemudian Nabi ﷺ berhijrah kepada mereka, lalu mereka semuanya yang terdiri atas berbagai bangsa ada yang berkulit hitam dan ada yang berkulit merah membantunya dan melindunginya; semoga Allah melimpahkan keridaan-Nya kepada mereka (orang-orang Ansar) dan semoga Allah memberi pahala yang memuaskan mereka.

Demikian pula halnya Nabi Isa ‘alaihis salam Ia dibantu oleh segolongan orang-orang dari kalangan Bani Israil, lalu mereka beriman kepadanya, membela dan menolongnya serta mengikuti cahaya yang diturunkan oleh Allah kepadanya. Karena itulah dalam ayat selanjutnya disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

Ayat berikutnya: Doa Pengikut Nabi Isa ‘Alaihis Salam

قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ. رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

Para hawariyyin menjawab, Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri. (Q.S. Ali Imran : 52)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaDoa Pengikut Nabi Isa ‘Alaihis Salam
Berita berikutnyaKenabian dan Mukjizat Nabi Isa ‘Alaihis Salam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here