Kenabian dan Mukjizat Nabi Isa ‘Alaihis Salam

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 49-51

0
84

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 49-51. Kenabian dan mukjizat nabi Isa ‘alaihis salam . Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٤٩) وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلأحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (٥٠) إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (٥١)

Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit sopak. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.

Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. (Q.S. Ali Imran : 49-51)

 .

Tafsir Ibnu Abbas

Wa rasūlan (dan [menjadi] rasul) setelah berusia tiga puluh tahun.

Ilā banī isrā-īla (kepada Bani Israil), dan ketika dia datang kepada mereka, dia berkata ….

Annī qad ji’tukum bi āyatin (Sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa suatu ayat), yakni tanda.

Mir rabbikum (dari Rabb kalian) untuk mengukuhkan kenabianku. Mereka berkata, Apa tanda tersebut?

Annī akhluqu (yaitu aku dapat membuat), yakni aku dapat membentuk.

Lakum minath thīni ka hai-atith thairi (untuk kalian dari tanah berbentuk burung), yakni yang mirip dengan burung.

Fa aηfukhu fīhi (kemudian aku meniupnya) seperti meniup orang tidur.

Fa yakūnu thairan (maka ia pun menjadi seekor burung), yakni maka ia pun menjadi seekor burung yang terbang di antara langit dan bumi.

Bi idznillāhi (dengan izin Allah), yakni dengan Perintah Allah. Lalu ketika Isa ‘alaihis salam membentuk seekor kelelawar, mereka pun mencelanya, Hal semacam ini adalah sihir. Apakah Anda punya tanda yang lain? Isa pun mengiyakan.

Wa ubri-u (dan aku dapat menyembuhkan), yakni dapat membuat sehat seperti sedia kala.

Al-akmaha (orang yang buta sejak lahir), yakni orang yang tidak bisa melihat sejak lahir.

Wal abrasha (dan orang yang berpenyakit sopak), yakni aku juga bisa menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak.

Wa uhyil mautā bi idznillāhi (dan aku juga dapat menghidupkan orang mati dengan Izin Allah), yakni dengan Asma Allah yang agung: ya hayyu, ya qayyūm.

Wa unabbi-ukum (dan aku dapat memberi tahu kalian), yakni aku dapat mengabarkan kepada kalian.

Bimā ta’kulūna (apa yang kalian makan), baik pada waktu pagi maupun pada waktu malam.

Wa mā taddakhirūna (dan apa yang kalian simpan), yakni makanan pagi yang kalian simpan untuk makan malam.

Fī buyūtikum, inna fī dzālika (di rumah kalian. Sesungguhnya hal itu), yakni apa yang aku katakan kepada kalian itu.

La āyatan (merupakan ayat), yakni tanda.

Lakum (bagi kalian) yang mengukuhkan kenabianku.

Ing kuηtum mu’minīn (jika kalian orang-orang yang beriman), yakni orang-orang yang membenarkan.

Wa mushaddiqan (dan membenarkan), yakni aku datang kepada kalian untuk mengukuhkan agama tauhid.

Limā baina yadayya minat taurāti (Taurat yang datang sebelumku), yakni Taurat dan seluruh kitab.

Wa li uhilla lakum (dan untuk menghalalkan bagi kalian), yakni untuk memperbolehkan dan menjelaskan kepada kalian.

Ba‘dlal ladzī (beberapa yang), yakni menghalalkan sebagian yang ….

Hurrima ‘alaikum (telah diharamkan kepada kalian), seperti daging sapi, daging kambing, hari Sabtu, dan lain-lain.

Wa ji’tukum bi āyatin (dan aku datang kepada kalian dengan membawa suatu ayat), yakni tanda.

Mir rabbikum fattaqullāha (dari Rabb kalian. Oleh karena itu, bertakwalah kalian kepada Allah), yakni hendaklah kalian takut kepada Allah tentang hal-hal yang telah diperintahkan kepada kalian, dan bertobatlah kepada-Nya.

Wa athī‘ūn (dan taatlah kepadaku), yakni hendaklah kalian mengikuti perintahku dan agamaku.

Innallāha rabbī (sesungguhnya Allah, Rabb-ku), yakni sesungguhnya Allah adalah Rabb-ku.

Wa rabbukum fa‘budūh (dan Rabb kalian, karena itu beribadahlah kalian kepada-Nya), yakni hendaklah kalian bertauhid kepada-Nya.

Hādzā (inilah), yakni tauhid inilah.

Shirāthum mustaqīm (jalan yang lurus), yakni agama lurus yang berasal Dari-Nya. Itulah Islam.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil[21] (yang berkata kepada mereka), Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu[22], yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah[23]. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit sopak[24]. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah[25], dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan[26] dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu[27], jika kamu orang beriman.

[21] Baik di waktu kecil atau setelah baligh.

[22] Yang menunjukkan kebenaran kerasulanku.

[23] Nabi Isa ‘alaihis salam kemudian membuatkan untuk mereka dari tanah sesuatu berbentuk burung, maka burung itu terbang, dan mereka menyaksikannya. Setelah burung itu hilang dari pandangan mereka, maka burung itu pun jatuh dan mati untuk membedakan antara buatan makhluk dengan buatan Al Khaliq (Pencipta) yaitu Allah dan agar diketahui bahwa kesempurnaan semuanya milik Allah.

[24] Disebutkan kedua penyakit ini, karena keduanya merupakan penyakit berat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengutus Nabi Isa di waktu pengobatan sedang terkenal, Beliau mengobati manusia pada waktu dengan berdo’a kepada Allah dengan syarat mereka mau beriman.

[25] Disebutkan kata-kata dengan izin Allah untuk menghilangkan anggapan dirinya sebagai tuhan.

[26] Baik yang telah dimakan maupun yang akan dimakan nanti.

[27] Semua itu merupakan tanda yang besar, yaitu menjadikan benda mati menjadi hidup, menyembuhkan penyakit yang tidak sanggup disembuhkan oleh para dokter, menghidupkan yang mati dan memberitahukan hal-hal ghaib. Semua itu mengharuskan mereka beriman kepada kerasulannya.

  1. Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku[28], dan agar aku menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu[29]. Dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah[30] dan taatlah kepadaku[31].

[28] Hal ini pun sama sebagai bukti kerasulannya.

[29] Nabi Isa ‘alaihis salam memberitakan bahwa syari’at Injil adalah syari’at yang mudah, di mana Beliau menghalalkan sebagian yang sebelumnya haram, hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan hukum-hukum yang ada dalam taurat tidak dimansukh oleh Injil, bahkan disempurnakan dan diperkuat.

[30] Dengan mengerjakan apa yang aku perintahkan kepada kalian berupa mentauhidkan (mengesakan) Allah dan mentaati-Nya.

[31] Hal itu, karena taat kepada rasul sama saja taat kepada Allah.

  1. Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia[32]. Inilah[33] jalan yang lurus[34].

[32] Inilah dakwah Nabi Isa ‘alaihis salam, yakni sama seperti para nabi dan rasul lainnya, sama-sama mengajak manusia mentauhidkan Allah. Namun kaumnya mendustakan Beliau dan tidak mau beriman. Dalam ayat ini terdapat bantahan terhadap orang-orang Nasrani yang meyakini trinitas –Maha Suci Allah-, dan bahwa yang demikian bukanlah ajaran Nabi Isa ‘alaihis salam.

[33] Yaitu beribadah kepada Allah, bertakwa kepada-Nya dan mentaati Rasul-Nya.

[34] Yakni jalan yang menghubungkan kepada Allah, menghubungkan kepada surga-Nya, sedangkan jalan selain ini menghubungkan ke neraka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan) Kami jadikan pula sebagai (seorang rasul kepada Bani Israel) di waktu masih kecil atau sesudah balig. Jibril pun meniup saku baju Maryam sehingga ia pun hamil. Bagaimana keadaan selanjutnya akan diceritakan nanti dalam surah Maryam. Adapun Isa tatkala ia dibangkitkan Allah sebagai rasul kepada Bani Israel katanya kepada mereka, Sesungguhnya aku ini utusan Allah kepada kamu dan (sesungguhnya aku) (datang kepada kamu dengan membawa suatu tanda) bukti atas kebenaranku (dari Tuhan kamu) yaitu (bahwa aku) dapat (menciptakan) membuat bentuk (bagi kamu dari tanah seperti burung) kaf menjadi isim maf`ul (kemudian aku meniupnya) dhamir ‘nya’ kembali kepada kaf atau bentuk burung tadi (hingga ia pun menjadi seekor burung) menurut suatu qiraat thaa-iran (dengan izin Allah) dengan iradat-Nya. Maka diciptakan-Nya bagi mereka kelelawar, karena itulah yang paling sempurna kejadiannya di antara bangsa burung. Burung itu terbang, sementara mereka memperhatikannya. Setelah luput dari penglihatan mereka, kelelawar itu jatuh dan mati untuk membedakan antara perbuatan makhluk dengan hasil ciptaan Tuhan Yang Maha Pencipta dan agar diketahui bahwa kesempurnaan itu hanya ada pada ciptaan Allah. (dan Aku akan menyembuhkan orang yang buta) maksudnya yang buta semenjak ia dilahirkan (dan orang yang berpenyakit barash). Disebutkan kedua penyakit ini secara khusus karena lukanya tidak dapat disembuhkan, sedangkan

Nabi Isa dibangkitkan di masa majunya ilmu kedokteran. Maka dalam satu hari beliau berhasil menyembuhkan 50 ribu penderita melalui doa, dengan syarat mereka beriman. (Bahkan aku hidupkan orang yang mati dengan izin Allah) ‘Dengan kehendak  Allah’ diulang-ulangnya untuk melenyapkan dugaan bahwa ia mempunyai sifat ketuhanan. Maka dihidupkannyalah Azir seorang sahabatnya, anak seorang wanita tua kemudian seorang gadis kecil berumur sepuluh tahun. Mereka itu terus hidup bahkan sampai mempunyai keturunan. Kemudian dihidupkannya pula Sam bin Nuh lalu meninggal pada waktu itu juga (dan akan aku beritakan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu) padahal aku tak pernah melihatnya. Maka disampaikannyalah kepada masing-masing orang apa yang telah dimakan dan apa yang akan dimakannya nanti. (Sesungguhnya pada yang demikian itu) yakni pada peristiwa-peristiwa yang disebutkan tadi (menjadi tanda bagi kamu, jika kamu betul-betul beriman).

  1. (Dan) kedatangan aku kepada kamu (membenarkan apa yang berada di hadapan aku) yang datang sebelum aku (berupa Taurat dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang diharamkan atasmu) misalnya aku halalkan bangsa ikan dan burung yang tidak bertulang. Ada pula yang mengatakan dihalalkan semuanya, hingga ‘sebagian’ berarti ‘semua’ (dan aku dating kepada kamu dengan membawa tanda dari Tuhanmu) diulang-ulangnya untuk menguatkan dan membina kepercayaan di atasnya. (Maka bertobatlah kepada Allah dan taatlah kepadaku) yakni mengenai apa-apa yang aku perintahkan kepadamu, yaitu bertauhid kepada Allah serta taat akan semua perintah-Nya.
  2. (Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia! Ini) yakni yang aku perintahkan kepadamu (adalah jalan yang lurus) tetapi mereka mendustakan dan tidak mau beriman kepadanya.
Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ

Dan (sebagai) seorang rasul kepada Bani Israil. (Ali Imran: 49)

yang berkata kepada mereka:

أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْراً بِإِذْنِ اللَّهِ

Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian, yaitu aku membuat untuk kalian dari tanah sebagai bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah. (Ali Imran: 49)

Memang demikianlah yang dilakukan oleh Nabi Isa ‘alaihis salam Ia membuat sebuah patung berupa seekor burung, kemudian ia meniup patung burung itu, maka dengan serta-merta patung itu menjadi burung sungguhan dan dapat terbang dengan seizin Allah Subhaanahu wa Ta’aala Hal ini dijadikan untuknya sebagai mukjizat yang menunjukkan bahwa dia diutus oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada mereka.

وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ

Dan aku menyembuhkan orang yang buta. (Ali Imran: 49)

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan al-akmah ialah orang yang dapat melihat di siang hari, tetapi di malam hari ia tidak dapat melihat. Menurut pendapat lain adalah sebaliknya. Menurut pendapat yang lainnya, orang yang buta di kala malam hari. Sedangkan menurut pendapat yang lainnya lagi yaitu orang yang rabun.

Menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan al-akmah ialah orang yang buta sejak lahirnya. Pendapat ini lebih dekat kepada kebenaran, mengingat hal ini lebih jelas menunjukkan kemukjizatannya dan lebih kuat dalam tantangannya.

Yang dimaksud dengan al-abras ialah penyakit sopak.

وَأُحْيِ الْمَوْتى بِإِذْنِ اللَّهِ

Dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah. (Ali Imran: 49)

Mayoritas ulama mengatakan bahwa Allah mengutus setiap nabi dengan membekalinya mukjizat yang sesuai dengan ahli zamannya. Di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam, hal yang paling terkenal di kalangan umatnya ialah permainan sihir dan mengagungkan orang-orang yang pandai sihir. Maka Allah mengutus Nabi Musa ‘alaihis salam dengan membawa mukjizat yang menyilaukan mata dan membingungkan para ahli sihir. Ketika para ahli sihir merasa yakin bahwa hal yang dipamerkan oleh Musa ‘alaihis salam adalah berasal dari sisi Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Perkasa, maka barulah mereka taat memeluk agama Nabi Musa ‘alaihis salam dan jadilah mereka hamba-hamba Allah yang bertakwa.

Adapun Nabi Isa ‘alaihis salam, di masanya terkenal ilmu ketabiban dan ilmu biologi. Maka Nabi Isa ‘alaihis salam datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang tidak ada jalan bagi seorang manusia pun untuk dapat menirunya, kecuali jika diperkuat oleh Tuhan yang membuat syariat. Karena bagaimana mungkin seorang tabib dapat mampu menghidupkan orang yang telah mati, atau menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit sopak, serta membangkitkan orang yang telah dikubur, yang seharusnya baru dapat bangkit dari kuburnya di hari kiamat nanti, yaitu hari pembalasan.

Demikian pula Nabi Muhammad ﷺ Beliau diutus di zaman orang-orang yang ahli dalam hal kefasihan berbahasa, ahli dalam hal berparamasastra, dan ahli dalam bersyair secara alami. Maka beliau ﷺ datang kepada mereka dengan membawa Al-Qur’an dari sisi Allah Subhaanahu wa Ta’aala; yang seandainya berkumpul manusia dan jin untuk mendatangkan hal yang semisal atau sepuluh surat yang semisal atau sebuah surat yang semisal dengannya, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya untuk selama-lamanya, sekalipun sebagian dari mereka membantu sebagian yang lainnya. Hal tersebut tiada lain karena Kalam Tuhan tidaklah sama dengan perkataan makhluk-Nya sama sekali.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَأُنَبِّئُكُمْ بِما تَأْكُلُونَ وَما تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ

Dan aku kabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di dalam rumah kalian. (Ali Imran: 49)

Artinya, aku akan menceritakan kepada kalian semua yang dimakan oleh seseorang di antara kalian sekarang dan apa yang disimpan oleh-nya di dalam rumahnya untuk keesokan harinya.

إِنَّ فِي ذلِكَ

Sesungguhnya pada yang demikian itu. (Ali Imran: 49)

Yakni dalam kesemuanya itu, dari awal sampai akhir.

لَآيَةً لَكُمْ

Adalah suatu tanda bagi kalian. (Ali Imran: 49)

yang menunjukkan kebenaran dari apa yang aku datangkan kepada kalian.

إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. وَمُصَدِّقاً لِما بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْراةِ

Jika kalian sungguh-sungguh beriman, dan (aku datang kepada kalian) membenarkan Taurat yang datang sebelumku. (Ali Imran: 49-50)

Yaitu mengakui dan mengukuhkannya.

وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ

Dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang telah diharamkan untuk kalian. (Ali Imran: 50)

Di dalam ayat ini terkandung pengertian yang menunjukkan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam me-nasakh (merevisi) sebagian dari syariat Taurat. Hal ini merupakan pendapat yang sahih (benar) di antara kedua pendapat mengenainya.

Di antara ulama ada yang mengatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam sama sekali tidak me-nasakh sesuatu hukum pun yang ada di dalam kitab Taurat, melainkan hanya menghalalkan bagi mereka sebagian hal yang diperselisihkan di antara mereka karena kesalahpahaman mereka, lalu Isa ‘alaihis salam datang menyingkapkan duduk masalah yang sebenarnya. Seperti yang disebutkan dalam ayat lainnya, yaitu :

وَلِأُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ

Dan untuk menjelaskan kepada kalian sebagian dari apa yang kalian berselisih tentangnya. (Az-Zukhruf: 63)

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ

Dan aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian. (Ali Imran: 50)

Yakni berupa hujah dan dalil yang membuktikan kebenaran dari apa yang aku katakan kepada kalian.

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ. إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ

Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku, Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kalian. Karena itu, sembahlah Dia. (Ali Imran: 50-51)

Ayat berikutnya: Para Hawariyin (Pengikuti Setia Nabi Isa‘Alaihis Salam)

Maksudnya, aku dan kalian sama saja, diharuskan menyembah Allah, tunduk dan patuh kepada-Nya.

هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

Inilah jalan yang lurus. (Ali Imran: 51)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaPara Hawariyin (Pengikuti Setia Nabi Isa‘Alaihis Salam)
Berita berikutnyaAllah Mengajarkan kepadanya Kitab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here