LKPD Menentukan Tokoh, Watak Tokoh, Latar, dan Alur

0
168

Lembar kegiatan peserta didik atau LKPD Menentukan Tokoh, Watak Tokoh, Latar, dan Alur pada judul unit ini diharapkan dapat membantu peserta didik kelas VII SMP dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Lembar Kerja Pesera Didik ini dikembangkan berdasarkan:

Kompetensi Dasar

4.11 Menceritakan kembali isi cerita fabel/legenda daerah setempat yang dibaca/didengar.

Indikator

  • Menentukan tokoh, watak tokoh, latar, dan alur pada fabel.
  • Menggabungkan peristiwa penting isi cerita fabel yang dibaca.

Aktivitas pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik dalam menentukan tokoh, watak tokoh, latar, dan alur. Aktivitas ini menggunakan model latihan soal.

Selamat berlatih untuk menjadi generasi hebat di masa depan! Cintai dan syukuri Bahasa Indonesia sebagai sarana merajut Indonesia! Bahasa Indonesia anugerah Tuhan yang patut kita syukuri bersama.

Petunjuk Kegiatan:

  • Peserta didik membuka buku yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 yaitu Buku Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta : Cetakan Ke-4 2017.
  • Peserta didik membaca dan menyimak buku pada halaman 205 s.d 207 atau yang dikutif pada bahan bacaan pada link yang tersedia.
  • Tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.
  • Melaporkan hasil pada buku tugas atau lembaran portofolio. Bentuk laporan cukup jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disediakan.
  • Tulis Laporan LKPD 6.3, Nama, NIS/NISN dan kelas ananda pada LKPD.
Lihat materi: Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester Genap

Laporan LKPD 6.3

Nama                   :  …….

NIS/NISN              :  ……

Kelas                    :  ……

A.  Pilihlah pada jawaban yang paling tepat!

Bacalah fabel berikut!

Ulu, seekor katak hijau, sedang berdiri di pinggir kolam. Hari itu langit sangat gelap dan hari seperti itulah yang Ulu sukai. Tidak lama kemudian, air mulai menetes perlahan-lahan dari angkasa.

  1.  Tokoh utama kutipan cerita tersebut adalah …

A. Katak

B. Semut

C. Ikan

D. Burung

2.  Tempat kejadian peristiwa tersebut adalah ….

A. kolam

B. langit

C. hutan

D. sekolah

“Hujan telah tiba!” Ulu berteriak dengan girang. Ulu pun mulai bersenandung sambil melompat-lompat mengitari kolam. Ia melihat semut yang kecil sedang berteduh di balik bunga matahari.

“Wahai semut, hujan telah tiba jangan bersembunyi!” seru Ulu kepada semut yang sedang berusaha keras menghindari tetesan air hujan.

Semut menghela napas dan menatap Ulu dalam-dalam. “Ulu, aku tidak suka dengan hujan. Kamu lihat betapa mungilnya tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolam! Aku tidak bisa berenang sepertimu, makanya aku berteduh,” sahut Semut.

“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.

Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang karena ia berjalan.

3.  Kebiasaan tokoh Ulu yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah …

A. menghindari tetesan air hujan

B. berteduh saat hujan turun

C. tidak suka dengan hujan

D. bergembira tatkala hujan turun

4.  Watak Ulu yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A. suka pamer keahlian dan menghina teman

B. suka menghargai dan menolong sesama teman

C. suka membantu dan meringankan beban teman

D. suka bekerja sama berlatih berenang

5.  Sikap Semut terhadap Ulu yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A. hanya bisa menatap dengan kesal

B. senang melihat Ulu pandai berenang

C. mengganggu Ulu yang sedang berenang

D. tidak pandai bicara dan suka menyendiri

Ulu kembali berseru, “Hujan telah tiba! Hujan telah tiba! Oh, hai Ikan! Aku sangat suka dengan hujan, bagaimana denganmu? Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara kepada Ikan yang sedang berenang di dalam kolam. Ikan mendongakkan kepalanya ke atas dan berbicara kepada Ulu. “Aku tidak dapat merasakan hujan Ulu. Lihatlah, aku tinggal bersama air. Bagaimana caranya aku dapat menikmati hujan seperti kamu Ulu?” Ikan pun kembali berputar-putar di dalam kolam.

“Hah! Sedih sekali hidupmu Ikan! Seandainya kamu seperti aku, dapat hidup di dalam dua dunia, darat dan air, mungkin kamu akan dapat merasakan kebahagiaan ini. Nikmati saja air kolammu sebab kamu tidak akan dapat pernah merasakan rintikan hujan di badanmu!”

Apa yang Ulu katakan sangat menusuk hati Ikan. Ikan menatap ke arah tubuhnya yang bersisik, lalu menatap ke arah tubuh licin Ulu. Ikan yang bersedih hati pun berenang meninggalkan Ulu ke sisi kolam yang lain. Ulu pun kembali melompat-lompat di sekitar kolam dan kembali bersenandung.

6.  Latar peristiwa yang tergambar pada kutipan teks tersebut adalah ….

A. di kolam saat hujan telah tiba

B. di kolam setelah hujan turun

C. di dalam dua dunia ketika akan turun hujan

D. di kolam renang saat Ulu bersenandung

7.  Peristiwa yang dialami Ikan pada kutipan teks tersebut adalah ….

A. sangat suka dengan hujan

B. sedih sekali tidak menikmati hujan

C. sedih mendengar apa yang Ulu katakan

D. merasakan kebahagiaan dapat berjumpa dengan Ulu

Saat Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di dahan pohon dan membersihkan bulunya. Ulu mengira Burung juga sama seperti Semut dan Ikan yang tidak dapat menikmati hujan. “Hai Burung, kenapa kau tidak mau keluar dan menikmati hujan? Apakah kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut tenggelam ke dalam kolam seperti semut? Ataukah memang kamu tidak bisa menikmati indahnya hujan seperti Ikan?” Setelah berkata demikian, Ulu tertawa kencang-kencang.

Burung menatap ke arah Ulu yang masih tertawa,” Hai Ulu, apakah kau bisa naik kemari?”

Ulu kebingungan.” Apa maksudmu burung?”

“Apakah kau bisa memanjat naik kemari Ulu?”

“Apa yang kau maksud Burung? Tentu saja aku tidak bisa!” Ulu cemberut dan menatap ke arah dua kakinya. Ulu menyesal punya kaki yang pendek sehingga tidak bisa terbang.

8.  Pertanyaan Ulu pada kalimat “Hai Burung, kenapa kau tidak mau keluar dan menikmati hujan? Apakah kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut tenggelam ke dalam kolam seperti semut? Ataukah memang kamu tidak bisa menikmati indahnya hujan seperti Ikan?” maksudnya adalah ….

A. mengejek

B. menghargai

C. memberi semangat

D. menakut-nakuti

9.  Peristiwa yang dialami Ulu pada kutipan teks tersebut adalah ….

A. Ulu tidak mampu menjawab tantangan Burung

B. Ulu mampu memanjat dan terbang seperti Burung

C. Ulu bertanya kepada Burung bagaimana cara agar dia bisa terbang

D. Ulu bangga mempunyai kaki yang pendek sehingga tidak bisa terbang

10. Watak Burung yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….

A. bijaksana

B. periang

C. pendendam

D. pendiam

“Ulu, tidakkah kamu tahu bahwa Sang Pencipta membuat kita dengan keunikan yang berbeda-beda? Aku tidak bisa berenang sepertimu dan ikan, tetapi aku bisa terbang mengitari angkasa. Burung kembali berkata dengan bijak, “Itulah yang kumaksud Ulu, kita masing-masing memiliki kelebihan sendiri. Semut tidak bisa berenang sepertimu, tetapi ia bisa menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan tidak dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah air. Kamu tidak seharusnya menghina mereka!”

Ulu mulai menyadari bahwa tindakannya salah. Diam-diam Ulu berpikir bahwa tindakannya itu tidak benar. Ia seharusnya tidak menyombongkan kelebihan dan menghina teman-temannya. “Maafkan aku Burung.” ucap Ulu seraya menatap sendu kearah Semut dan Ikan yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan mereka.

“Maafkan aku Semut, Ikan, selama ini aku telah menyinggung perasaanmu.” Sejak saat itu, Ulu mulai menghargai teman-temannya dan mereka pun menyukainya kembali.

Sumber : Harian Kompas, Minggu 15 Februari 2015

B.  Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

  1. Mengapa Ulu meremehkan teman-temannya?

2. Ceritakan proses Ulu akhirnya menyadari kesalahannya!

3. Apa latar fabel di atas? Apakah mungkin latar fabel di atas diubah menjadi rumah atau sekolah?

4. Pesan apa yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui fabel di atas?

5. Daftarlah karakter manusia yang diibaratkan pada binatang dan karakter binatang asli pada fabel di atas!

Lihat bahan bacaan: Menentukan Tokoh, Watak Tokoh, Latar, dan Alur

Orang Tua/Wali

……………………….

Guru MP

……………..

Nilai

…………

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

Berita sebelumyaMenentukan Tokoh, Watak Tokoh, Latar, dan Alur
Berita berikutnyaTiga Macam Orang yang Allah Tidak Akan Berbicara Dengannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here