Sekalipun Telah Menginfakkan Emas Sepenuh Bumi

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 91

0
268

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 91. Barang siapa yang mati dalam keadaan kafir, maka tidak akan diterima darinya suatu kebaikan pun untuk selama-lamanya, sekalipun telah menginfakkan emas sepenuh bumi yang menurutnya dianggap sebagai amal taqarrub. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا  لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, maka tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun berupa emas sepenuh bumi, sekalipun dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang pedih dan mereka tidak memperoleh penolong. (Q.S. Ali Imran : 91)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innal ladzīna kafarū (sesungguhnya orang-orang yang kafir) kepada Allah Ta‘ala dan Rasulullah ﷺ.

Wa mātū wa hum kuffārun (dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya) kepada Allah Ta‘ala dan Rasulullah ﷺ.

Fa lay yuqbala min ahadihim mil-ul ardli (maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka sepenuh bumi), yakni seberat bumi.

Dzahabaw wa lawiftadā bih (emas walaupun dia menebus diri dengannya), yakni walaupun mereka menebus diri dengan emas seberat bumi agar dapat menyelamatkan diri, niscaya tebusan itu tidak akan diterima.

Ulā-ika lahum ‘adzābun alīmun (bagi mereka itulah siksa yang pedih), yang semua rasa sakitnya terkonsentrasi dalam hati mereka.

Wa mā lahum min nāshirīn (dan sekali-kali mereka tidak mempunyai penolong), yakni yang menghalangi dari Azab Allah. Mulai dari ayat, Barangsiapa mencari agama selain Islam …. (Q.S. 3 Āli ‘Imrān: 85) sampai ayat ini (Q.S. 3 Āli ‘Imrān: 91), diturunkan berkenaan dengan sepuluh orang munafik yang mengundang makan teman-temannya yang murtad dari agama Islam serta kembali dari Medinah ke Mekah. Akhirnya, sebagian di antara mereka ada yang mati dalam kemurtadannya, sebagian dibunuh dalam kemurtadannya, dan sebagian yang lain kembali memeluk Islam.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, maka tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun berupa emas sepenuh bumi, sekalipun dia hendak menebus diri dengannya[19]. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang pedih dan mereka tidak memperoleh penolong.

[19] Rasulullah ﷺ bersabda:

 أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ لأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِ عَذَاباً : لَوْ أَنَّ لَكَ مَا فِى الأَرْضِ مِنْ شَىْءٍ كُنْتَ تَفْتَدِى بِهِ ؟ قَالَ : نَعَمْ . قَالَ : فَقَدْ سَأَلْتُكَ مَا هُوَ أَهْوَنُ مِنْ هَذَا وَأَنْتَ فِى صُلْبِ آدَمَ : أَنْ لاَ تُشْرِكَ بِى . فَأَبَيْتَ إِلاَّ الشِّرْكَ

Allah akan berkata kepada penghuni neraka yang paling ringan siksanya, Bagaimana jika sekiranya kamu memiliki segala sesuatu yang ada di bumi, maukah kamu menebus dirimu denganya? Ia menjawab, Ya, Allah berfirman, Sesungguhnya Aku telah menawarkan kepadamu yang lebih ringan dari itu ketika kamu dalam tulang shulbi Adam, yaitu agar kamu tidak menyekutukan Aku, namun kamu menolaknya dan malah berbuat syirk. (HR. Bukhari)

Daftar isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya orang-orang kafir dan mati dalam kekafiran tidaklah akan diterima dari seorang pun di antara mereka sepenuh bumi) maksudnya suatu jumlah yang banyaknya seisi bumi ini (berupa emas yang digunakannya sebagai penebus diri mereka) fa dimasukkan kepada khabar inna karena serupanya lafal alladziina dengan syarat dan sebagai pemberitahuan tentang sebab tidak diterimanya tebusannya terhadap orang yang mati dalam kekafiran itu. (Bagi mereka disediakan siksa yang pedih) atau menyakitkan (dan sekali-kali mereka tidak punya pembela) yang akan membela dan melindungi mereka dari siksaan itu.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَماتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَباً وَلَوِ افْتَدى بِهِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati, sedangkan mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. (Ali Imran: 91)

Maksudnya, barang siapa yang mati dalam keadaan kafir, maka tidak akan diterima darinya suatu kebaikan pun untuk selama-lamanya, sekalipun dia telah menginfakkan emas sepenuh bumi yang menurutnya dianggap sebagai amal taqarrub.

Seperti yang pernah ditanyakan kepada Nabi ﷺ tentang hal Abdullah ibnu Jad’an. Abdullah ibnu Jad’an semasa hidupnya gemar menjamu tamu, memberikan pertolongan kepada orang miskin, dan memberi makan orang kelaparan. Pertanyaan yang diajukan kepada beliau ialah, Apakah hal itu bermanfaat baginya? Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

لَا، إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ يَوْمًا مِنَ الدهر: ربي اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

Tidak, sesungguhnya dia belum pernah mengucapkan barang sehari pun sepanjang hidupnya, Ya Tuhanku, ampunilah bagiku semua kesalahanku di hari pembalasan nanti.

Demikian pula seandainya dia menebus dirinya dengan emas sepenuh bumi, niscaya hal itu tidak akan diterima darinya. Seperti yang dinyatakan di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

وَلا يُقْبَلُ مِنْها عَدْلٌ وَلا تَنْفَعُها شَفاعَةٌ

Dan tidak akan diterima suatu tebusan pun darinya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya. (Al-Baqarah: 123)

لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خِلالٌ

Yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (Ibrahim: 31)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعاً وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذابِ يَوْمِ الْقِيامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih. (Al-Maidah: 36)

Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan  mati, sedangkan mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. (Ali Imran: 91)

Huruf ataf (wawu) yang terdapat di dalam firman-Nya:

وَلَوِ افْتَدَى بِهِ

Walaupun dia menebus diri dengan emas (sebanyak) itu. (Ali Imran: 91),

Di-‘ataf-kan kepada jumlah yang pertama. Hal ini menunjukkan bahwa yang kedua adalah bukan yang pertama. Pendapat yang kami kemukakan ini lebih baik daripada pendapat yang mengatakan bahwa huruf wawu di sini adalah zaidah (tambahan).

Makna ayat ini menyimpulkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat menyelamatkan dirinya dari azab Allah, sekalipun dia telah menginfakkan emas sebesar bumi. Walaupun dia berupaya menebus dirinya dari azab Allah dengan emas sebesar bumi yang beratnya sama dengan berat semua gunung-gunung, semua lembah-lembah, semua tanah, pasir, dataran rendah dan hutan belukarnya, serta daratan dan lautannya (niscaya tidak akan diterima).

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حجَّاج، حَدَّثَنِي شُعْبَة، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الجَوْني، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:  يُقَالُ لِلرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لَكَ مَا عَلَى الأرْضِ مِنْ شَيْءٍ، أَكُنْتَ مُفْتَدِيًا بِهِ؟ قَالَ: فَيَقُولُ: نَعَمْ قَالَ: فَيَقُولُ: قَدْ أَرَدْتُ مِنْكَ أَهْوَنَ مِنْ ذَلِكَ، قَدْ أَخَذْتُ عَلَيْكَ فِي ظَهْرِ أَبِيكَ آدَمَ أَلَّا تُشْرِكَ بِي شَيْئًا، فَأَبَيْتَ إِلا أَنْ تُشْرِكَ

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepadaku Syu’bah, dari Abu Imran Al-Juni, dari Anas ibnu Malik, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: Dikatakan kepada seorang lelaki penghuni neraka kelak di hari kiamat,  Bagaimanakah yang akan kamu lakukan seandainya engkau mempunyai segala sesuatu yang ada di permukaan bumi, apakah itu akan engkau pakai untuk menebus dirimu (dari azab-Ku)? Ia menjawab, Ya. Allah berfirman, Padahal Aku menghendaki darimu hal yang lebih mudah daripada itu. Sesungguhnya Aku telah mengambil janji darimu ketika kamu masih berada di dalam lulang sulbi kakek moyangmu, yaitu Adam; agar janganlah kamu mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Tetapi kamu menolak melainkan hanya tetap mempersekutukan (Aku).

Demikian pula  apa  yang  diketengalikan  oleh  Imam  Bukhari  dan Imam Muslim.

Jalur lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

حَدَّثَنَا رَوْح، حَدَّثَنَا حَمَّاد، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُؤْتَى بِالرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَقُولُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، كَيْفَ وَجَدْتَ مَنزلَكَ؟ فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ، خَيْرُ مَنزلٍ فَيَقُولُ: سَلْ وَتَمَنَّ. فَيَقُولُ: مَا أَسْأَلُ وَلا أَتَمَنَّى إِلا أَنْ تَرُدَّنِي إِلَى الدُّنْيَا فَأُقْتَلَ فِي سَبِيلِكَ عَشْرَ مِرَار لِمَا يَرَى مِنْ فَضْلِ الشَّهَادَةِ وَيُؤْتَى بِالرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيَقُولُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، كَيْفَ وَجَدْتَ مَنزلَكَ؟ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ شَرُّ مَنزلٍ فَيَقُولُ لَهُ: تَفْتَدِي مِني بِطِلاعِ الأرْضِ ذَهَبًا؟ فَيَقُولُ: أَيْ رَبِّ، نَعَمْ. فَيَقُولُ: كَذَبْتَ، قَدْ سَأَلْتُكَ أَقَلَّ مِنْ ذَلِكَ وَأَيْسَرَ فَلَمْ تَفْعَلْ فيُرَد إِلَى النَّارِ

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Sabit, dari Anas yang nicngatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Didatangkan seorang lelaki dari penduduk surga, lalu dikatakan kepadanya, Hai anak Adam, bagaimanakah kamu jumpai tempat kedudukanmu? Lelaki itu menjawab, Wahai Tuhanku, (aku jumpai tempat tinggalku adalah) sebaik-baik tempat tinggal. Allah berfirman, Mintalah dan berharaplah. Lelaki iiu menjawab, Aku tidak akan meminta dan berharap lagi, kecuali kumohon Engkau mengembalikan aku ke dunia, lalu aku akan berperang hingga gugur di jalan-Mu, sebanyak sepuluh kali ia mengatakan demikian karena keutamaan yang dirasakannya berkat mati syahid. Dan didatangkan pula seorang lelaki dari penduduk neraka, lalu dikatakan kepadanya, Hai anak Adam, bagaimanakah kamu jumpai tempat tinggalmu? Ia menjawab, Wahai Tuhanku (aku jumpai tempat tinggalku adalah) seburuk-buruk tempat tinggal. Dikatakan kepadanya, Apakah engkau mau menebus dirimu dari (azab)-Nya dengan emas sepenuh bumi? Ia menjawab, Ya, wahai Tuhanku. Allah berfirman, Kamu dusta, karena sesungguhnya Aku pernah memintamu melakukan hal yang lebih ringan daripada itu dan lebih mudah, tetapi kamu tidak mau melakukannya. Lalu lelaki itu dicampakkan kembali ke dalam neraka.

Ayat berikutnya: Menerangkan Tentang Fiqh Infak

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:

أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Ali Imran: 91),

Yakni tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah, dan tidak ada seorang pun yang melindungi mereka dari siksa-Nya yang amat pedih.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaKajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-3
Berita berikutnyaOrang yang Menunda Tobat Sampai Matinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here