Siapa Mengadakan Kedustaan terhadap Allah

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 94

0
38

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 94. Menerangkan siapa mengadakan kedustaan terhadap Allah. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَمَنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Barang siapa mengadakan kedustaan terhadap Allah setelah itu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q.S. Ali Imran : 94)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa maniftarā (barangsiapa mengada-adakan kebohongan), yakni mereka-reka.

‘Alallāhil kadziba mim ba‘di dzālika (terhadap Allah sesudah itu), yakni sesudah jelas bahwa menurut Taurat mereka adalah pendusta.

Fa ulā-ika humuzh zhālimūn (maka mereka adalah orang-orang yang zalim), yakni orang-orang kafir yang mereka-reka kebohongan atas nama Allah.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Barang siapa mengadakan kedustaan terhadap Allah[8] setelah itu[9], maka mereka itulah orang-orang yang zalim[10].

[8] Dusta terhadap Allah ialah dengan mengatakan bahwa sebelum Taurat diturunkan, Allah telah mengharamkan beberapa makanan kepada Bani Israil.

[9] Yakni setelah jelas hujjah, bahwa pengharaman tersebut hanya dari diri Nabi Ya’qub ‘alaihis salam saja, tidak dari masa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

[10] Kezaliman apa yang lebih besar daripada kezaliman orang yang diajak untuk menggunakan kitabnya, lalu menolaknya dengan sombong dan bersikeras di atas pendiriannya. Ayat ini termasuk bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka barang siapa yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah sesudah itu) setelah terbukti bahwa diharamkan unta itu ialah dari pihak Yakub bukan di masa Ibrahim (mereka orang-orang yang aniaya) artinya melampaui batas kebenaran hingga jatuh dalam kebatilan.
Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-4

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

فَمَنِ افْتَرى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ مِنْ بَعْدِ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Maka  barang  siapa  mengada-adakan  dusta  terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.  (Ali Imran: 94)

Maksudnya, barang siapa yang berdusta terhadap Allah dan mengakui bahwa Allah mensyariatkan bagi mereka hari Sabtu serta berpegang kepada Taurat selamanya, bahwa Allah tidak mengutus nabi lain yang menyeru kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dengan membawa bukti-bukti dan hujah-hujah sesudah apa yang Kami terangkan, yaitu terjadinya nasakh, dan apa yang telah Kami sebutkan itu benar-benar nyata.

Ayat berikutnya: Ikutilah Agama Ibrahim yang Lurus

فَأُولئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Maka merekalah orang-orang yang zalim. (Ali Imran: 94).

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaIkutilah Agama Ibrahim yang Lurus
Berita berikutnyaSemua Makanan Itu Halal bagi Bani Israil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here