Dia Mengampuni Siapa yang Dia Kehendaki

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 129

0
17

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 129. Renungan dan nasihat dalam perang Uhud dan Badar, dan Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ali Imran : 129)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa lillāhi mā fis samāwāti wa mā fil ardl (Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan segala apa yang ada di bumi), yakni segenap makhluk.

Yaghfiru li may yasyā-u (Dia memberi ampunan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya), yakni bagi siapa pun yang layak mendapat ampunan.

Wa yu‘adz-dzibu may yasyā (dan Dia pun mengazab siapa saja yang dikehendaki-Nya), yakni siapa pun yang sudah sepantasnya mendapat azab.

Wallāhu ghafūrun (dan Allah Maha Pengampun) kepada orang-orang yang bertobat.

Rahīm (lagi Maha Penyayang) kepada orang-orang yang wafat dalam keadaan bertobat.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

129.[23] Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[23] Setelah disebutkan di ayat sebelumnya bahwa Rasulullah ﷺ tidak memiliki hak campur tangan dalam urusan mereka, Allah menetapkan bahwa yang demikian adalah urusan Allah, milik-Nya dan ciptaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika demikian, maka makhluk-Nya itu bisa diampuni-Nya dan bisa diberi-Nya azab. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dengan memberinya hidayah Islam sehingga dosa syirknya diampuni dan mengaruniakan kepadanya meninggalkan maksiat sehingga dosanya diampuni. Dia juga mengazab siapa yang Dia kehendaki, dengan menyerahkan urusannya kepada dirinya yang jahil (bodoh) dan zalim sehingga mengerjakan perbuatan buruk dan akan memperoleh azab-Nya. Di akhir ayat, Allah menutup dengan dua nama-Nya yang mulia Al Ghafur & Ar Rahim yang menunjukkan luasnya rahmat, ampunan dan ihsan (kebaikan)-Nya. Diakhirinya dengan dua nama itu menunjukkan bahwa rahmat-Nya mengalahkan kemurkaan-Nya dan ampunan-Nya mengalahkan siksa-Nya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) baik sebagai milik maupun sebagai makhluk atau hamba-Nya (diampuni-Nya siapa yang dikehendaki-Nya) untuk diampuni (dan disiksa-Nya siapa yang dikehendaki) untuk disiksa (dan Allah Maha Pengampun) kekasih-kekasih-Nya (lagi Maha Penyayang) terhadap orang-orang yang taat kepada-Nya.
Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-4

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّماواتِ وَما فِي الْأَرْضِ

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. (Ali Imran: 129), hingga akhir ayat.

Yakni semuanya adalah milik Allah, dan para penghuni keduanya merupakan hamba-hamba-Nya.

يَغْفِرُ لِمَنْ يَشاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشاءُ

Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki. (Ali Imran: 129)

Ayat berikutnya: Bertahap dalam Penetapan Syariat Haramnya Riba

Artinya, Dialah yang mengatur dan tidak ada akibat bagi keputusan-Nya. Dia tidak dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang Dia kerjakan, tetapi mereka dimintai pertanggungjawaban.

وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran: 129)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaBertahap dalam Penetapan Syariat Haramnya Riba
Berita berikutnyaApakah Allah Menerima Tobat atau Mengazabnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here