Sesungguhnya Kalian Mengharapkan Mati Syahid

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 143

0
215

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 143. Teguran Allah Subhaanahu wa Ta’aala kepada sebagian sahabat yang hadir perang Uhud; Sesungguhnya kalian mengharapkan mati syahid. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

Sesungguhnya kalian mengharapkan mati (syahid) sebelum kalian menghadapinya; maka (sekarang) kalian telah melihatnya dan kalian menyaksikannya. (Q.S. Ali Imran : 143)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa laqad kuηtum tamannaunal mauta (dan sesungguhnya kalian mengharapkan mati) dalam peperangan.

Ming qabli aη talqauhu (sebelum kalian menghadapinya), yakni menghadapi Perang Uhud.

Fa qad ra-aitumūhu ([sekarang] kalian benar-benar telah melihatnya), yakni melihat pertempuran pada Perang Uhud.

Wa aηtum taηzhurūn (dan kalian pun menyaksikan) pedang-pedang kaum kafirin, lalu kalian lari tunggang-langgang akibat serangan mereka, dan tidak teguh berjuang bersama nabi kalian.  Kemudian Allah Ta‘ala Menurunkan ayat yang berhubungan dengan argumentasi orang-orang yang lari dari medan perang, yang berkata, Ya Nabi Allah, kami mendapat berita bahwa Anda telah terbunuh,

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Sesungguhnya kalian mengharapkan mati (syahid) sebelum kalian menghadapinya[23]; maka (sekarang) kalian telah melihatnya dan kalian menyaksikannya[24].

[23] Maksudnya: sebelum perang Uhud banyak para sahabat terutama yang tidak ikut perang Badar menganjurkan agar Nabi Muhammad ﷺ keluar dari kota Madinah memerangi orang-orang kafir.

[24] Yakni mengapa kalian kemudian tidak bersabar ketika menghadapinya. Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa tidak makruh menginginkan mati syahid, hal ini diketahui karena Allah mengakui sikap mereka dan tidak mengingkarinya, yang Allah ingkari hanyalah ketika mereka tidak mengamalkan konsekwensinya, wallahu a’lam.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya dulu kalian mengharapkan) asalnya tatamannauna lalu salah satu dari ta-nya dibuang (kematian sebelum kalian menemuinya) artinya kalian pernah mengatakan dulu, Wahai kiranya kami dapat menemui suatu hari seperti hari perang Badar agar kami menemui mati syahid sebagaimana dialami oleh kawan-kawan kami dulu. (Sekarang kalian telah melihatnya) maksudnya yang menjadi sebab dan asal usulnya yaitu peperangan itu sendiri (sedangkan kalian menyaksikannya) dapat merenungkannya bagaimana seharusnya lalu kenapa kalian dapat dikalahkan? Dan mengenai kekalahan itu turun ayat bahwa sebabnya ialah tatkala disebarkan berita bahwa Nabi ﷺ telah terbunuh sementara orang-orang munafik meneriakkan, Karena ia telah terbunuh maka kembalilah kalian kepada agama kalian!
Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-4

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَلَقَدْ كُنْتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

Sesungguhnya kalian mengharapkan mati (syahid) sebelum kalian menghadapinya; (sekarang) sungguh kalian telah melihatnya dan kalian menyaksikannya. (Ali Imran: 143)

Yaitu sesungguhnya dahulu kalian, hai orang-orang mukmin, sebelum perang ini selalu mengharapkan agar bersua dengan musuh-musuh; dan kalian bersemangat menyala-nyala untuk menghadapinya, serta kalian bertekad bulat untuk melangsungkan peperangan dan bersabar dalam menghadapi mereka. Sekarang telah terjadi apa yang selama ini kalian dambakan dan harapkan. Karena itu, berperanglah kalian dan bersabarlah.

Telah ditetapkan di dalam kitab Sahihain, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

لَا تَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ، وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ، فَإذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا، وَاعْلَمُوا أنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلالِ السُّيُوفِ

Janganlah kalian mengharapkan bersua dengan musuh, tetapi mintalah keselamatan kepada Allah; dan apabila kalian bersua dengan mereka, maka bersabarlah (teguhkanlah hati kalian). Dan ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah naungan pedang.

Karena itu, dalam ayat ini disebutkan:

فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ

Sungguh kalian telah melihatnya. (Ali Imran:143)

Ayat berikutnya: Berlanjutnya Dakwah Setelah Rasulullah ﷺ Wafat

Yakni kalian telah menyaksikan maut merenggut nyawa di saat tombak-tombak yang tajam beradu dan pedang berkilatan serta barisan pasukan terlibat dalam pertempuran sengit. Hal tersebut keadaannya tidaklah seperti yang digambarkan oleh orang-orang yang ahli bicara karena mereka menggambarkan hal ini hanya berdasarkan imajinasi belaka, bukan berdasarkan kesaksian mata. Gambaran mereka diserupakan dengan kejadian yang dapat disaksikan dengan mata kepala. perihalnya sama dengan imajinasi watak kambing yang pengertianya menunjukkan sikap berteman. sedaangkan kalau gambaran serigala menggambarkan tentang permusuhan.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Artikulli paraprakBerlanjutnya Dakwah Setelah Rasulullah ﷺ Wafat
Artikulli tjetërApakah Kalian Mengira bahwa Kalian Akan Masuk Surga?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini