Allah Telah Memenuhi Janji-Nya

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 152

0
10

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 152. Menerangkan tentang hal yang menimpa kaum muslimin dalam perang Uhud, sebab-sebab kekalahan umat Islam dalam perang Uhud, dan menerangkan bahwa kesusahan dapat membersihkan hati. Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kaum mukminin pada Perang Uhud. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada pula orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang orang mukmin. (Q.S. Ali Imran : 152)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa laqad shadaqakumullāhu wa‘dahū (dan sungguh Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian) pada Perang Uhud.

Idz tahussūnahum (ketika kalian membunuh mereka), yakni ketika kalian membunuh mereka pada awal peperangan.

Bi idznihī (dengan izin-Nya), yakni dengan perintah dan pertolongan-Nya.

Hattā idzā fasyiltum (sampai pada saat kalian menjadi lemah), yakni pada saat nyali kalian menjadi ciut ketika berperang melawan musuh.

Wa tanāza‘tum fil amri (dan kalian berselisih dalam urusan itu), yakni kalian berselisih tentang urusan perang itu.

Wa ‘ashaitum (serta kalian membangkang) perintah Rasulullah ﷺ dengan meninggalkan tempat .

Mim ba‘di mā arākum mā tuhibbūn (sesudah Allah memperlihatkan kepada kalian apa yang kalian sukai), yaitu kemenangan dan ghanimah.

Mingkum (di antara kalian), yakni di antara pasukan pemanah.

May yurīdud dun-yā (ada yang menghendaki dunia) dengan jihadnya. Mereka adalah orang-orang yang meninggalkan posisi karena ingin mendapatkan ghanimah.

Wa mingkum (dan di antara kalian), yakni di antara pasukan pemanah.

May yurīdul ākhirata (ada juga yang menghendaki akhirat) dengan jihadnya. Mereka adalah ‘Abdullah bin Jubair dan teman-temannya yang tetap di tempat hingga mereka terbunuh.

Tsumma sharafakum ‘anhum (kemudian Allah memalingkan kalian dari mereka), yakni dengan kekalahan, dan membalikkan keadaan mereka menjadi unggul atas kalian.

Li yabtaliyakum (guna menguji kalian), yakni untuk menguji kalian akibat pembangkangan yang dilakukan pasukan pemanah.

Wa laqad ‘afā ‘angkum (dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kalian), yakni Dia tidak membinasakan kalian.

Wallāhu dzū fadl-lin ‘alal mu’minīn (dan Allah adalah pemilik karunia [yang dilimpahkan] kepada orang-orang yang beriman), karena Dia tidak membinasakan mereka akibat ulah pasukan pemanah. Lalu Allah Ta‘ala mengungkap keberpalingan mereka dari Nabi ﷺ, yang ternyata karena takut oleh musuh.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah[1] dan berselisih dalam urusan itu[2] dan mengabaikan perintah Rasul[3] setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai[4]. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia[5] dan diantara kamu ada pula orang yang menghendaki akhirat[6]. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka[7] untuk mengujimu, tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang orang mukmin[8].

[1] Takut untuk berperang.

[2] Yakni urusan pelaksanaan perintah Nabi Muhammad ﷺ agar regu pemanah tetap bertahan pada tempat yang telah ditunjukkan oleh beliau dalam keadaan bagaimanapun.

[3] Agar tetap berada di tempat yang ditetapkan Rasulullah ﷺ.

[4] Yaitu kemenangan dan harta rampasan.

[5] Meninggalkan posisinya dan lebih mengutamakan ghanimah.

[6] Tetap di tempat, seperti Abdullah bin Jubair dan kawan-kawannya.

[7] Kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka.

[8] Yaitu dengan memberikan nikmat beragama Islam kepada mereka, menunjukkan mereka kepada syari’at-Nya, memaafkan kesalahan mereka dan memberi pahala terhadap musibah yang menimpa mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya) kepadamu dengan memberikan kemenangan (ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya) atau dengan kehendak-Nya (hingga saat kamu gagal) atau takut menghadapi peperangan (dan berselisih dalam urusan itu) yakni mengenai perintah Nabi ﷺ agar tetap bertahan di lereng bukit untuk memanah musuh di mana sebagian kamu mengatakan, Mari kita turun bukankah teman-teman kita sudah beroleh kemenangan? Sedangkan sebagian lagi berkata, Tidak, kita tidak boleh melanggar perintah Nabi ﷺ (dan kamu mendurhakai) perintahnya, lalu kamu tinggalkan markas demi mengharapkan harta rampasan (setelah diperlihatkan-Nya kepadamu) maksudnya oleh Allah (apa yang kamu sukai) yakni kemenangan. Mengenai jawab idzaa ditunjukkan oleh kalimat yang sebelumnya, artinya kamu terhalang beroleh kemenangan dari-Nya. (Di antaramu ada yang menghendaki dunia) lalu ditinggalkannya markas guna merebut harta rampasan (dan di antaramu ada yang menghendaki akhirat) maka ia tetap bertahan di tempat sampai ia gugur seperti Abdullah bin Jubair dan sahabat-sahabatnya. (Kemudian Allah memalingkan kamu) dihubungkan kepada jawaban idzaa yang diperkirakan berbunyi, Terpukul mundur karena menderita kekalahan (dari mereka) maksudnya orang-orang kafir (untuk mencoba kamu) artinya menguji mana-mana yang ikhlas di antaramu dari yang bukan. (Sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu) atas kesalahan yang telah kamu lakukan (dan Allah mempunyai karunia terhadap orang-orang yang beriman) dengan memaafkan dan mengampuni mereka.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian, ketika kalian membunuh mereka dengan izin-Nya. (Ali Imran: 152)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah telah menjanjikan kepada kaum mukmin akan beroleh kemenangan. Menurut salah satu di antara dua pendapat yang disebut di muka, firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala yang mengatakan:

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلاثَةِ آلافٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُنْزَلِينَ بَلى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلافٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُسَوِّمِينَ

(Ingatlah) ketika kamu mengatakan kepada orang-orang mukmin, Apakah tidak cukup bagi kalian Allah membantu kalian dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya (cukup), jika kalian bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kalian dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kalian dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (Ali Imran: 124-125)

menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi dalam Perang Uhud. Karena jumlah pasukan musuh mereka terdiri atas tiga ribu personel. Ketika pasukan kaum muslim menghadapi mereka, maka kemenangan dan keberuntungan berada di pihak pasukan Islam pada permulaan siang harinya. Tetapi setelah terjadi pelanggaran perintah yang dilakukan oleh pasukan pemanah kaum muslim dan sebagian pasukan kaum muslim merasa frustasi, maka janji ini ditangguhkan, karena syarat dari janji ini ialah hendaknya mereka sabar dalam menghadapi musuh dan taat kepada pimpinan (Nabi ﷺ). Karena itu, dalam ayat ini disebutkan:

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian. (Ali Imran: 152),

Yakni pada permulaan siang hari.

إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ

Ketika kalian membunuh mereka dengan izin-Nya. (Ali Imran: 152),

Yaitu kalian dapat membunuh mereka dengan kekuasaan Allah yang diberikan kepada kalian terhadap mereka.

حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ

Sampai pada saat kalian lemah. (Ali Imran: 152)

Ibnu Juraij mengatakan bahwa menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan al-fasyl ialah frustasi atau menjadi pengecut.

وَتَنَازَعْتُمْ فِي الأمْرِ وَعَصَيْتُمْ

Dan kalian berselisih dalam urusan itu dan kalian mendurhakai perintah (Rasul). (Ali Imran: 152), Seperti yang terjadi pada pasukan pemanah kaum muslim.

مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ

Sesudah Allah memperlihatkan kepada kalian apa yang kalian sukai. (Ali Imran: 152)

Yakni kemenangan yang kalian raih atas mereka.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-4

مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا

Di antara kalian ada orang yang menghendaki dunia.  (Ali Imran: 152)

Mereka adalah orang-orang yang menginginkan dapat ganimah setelah melihat pasukan musuh terpukul mundur.

وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ

Dan di antara kalian ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kalian dari mereka untuk menguji kalian. (Ali Imran: 152)

Kemudian Allah memberikan kesempatan menang kepada mereka atas kalian untuk menguji dan mencoba kalian.

وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ

Dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kalian. (Ali Imran: 152)

Yakni mengampuni kalian atas perbuatan kalian yang demikian itu, karena hanya Allah Yang lebih mengetahui jumlah personel pasukan musuh dan peralatan mereka lebih banyak, sedangkan pasukan kaum muslim dan peralatannya sedikit.

Bersambung: Pertolongan-Nya dalam Perang Uhud

Ibnu Juraij mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kalian. (Ali Imran: 152) Yaitu dengan tidak memusnahkan kalian. Hal yang sama dikatakan pula oleh Muhammad ibnu Ishaq; kedua riwayat ini diceritakan oleh Ibnu Jarir.

وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman. (Ali Imran: 152)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaPertolongan-Nya dalam Perang Uhud
Berita berikutnyaDia Masukkan Rasa Takut ke Dalam Hati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here