Merenungi Ciptaan Allah dan Berdoa kepada-Nya

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 191-194

0
297

Kajian Tafsir Surah Ali Imran ayat 191-194. Sekilas atsar (bekas atau pengaruh) dari kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan keagungan-Nya pada penciptaan langit dan bumi, dan merenungi ciptaan Allah dan berdoa kepada-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia. (Ali Imran: 192)

Telah Engkau hinakan dan Engkau tampakkan kehinaannya di mata semua makhluk yang hadir di hari perhimpunan (hari kiamat).

وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun. (Ali Imran: 192)

Kelak di hari kiamat, tiada seorang pun yang dapat melindungi mereka dari azab-Mu dan mereka tidak dapat menyelamatkan dirinya dari apa yang Engkau kehendaki terhadap mereka.

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإيمَانِ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman. (Ali Imran: 193)

Yaitu seorang penyeru yang menyeru kepada iman. Dia adalah Rasulullah ﷺ

أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا

(Yaitu), Berimanlah kalian kepada Tuhan kalian , maka kami pun beriman. (Ali Imran: 193)

Dia mengatakan, Berimanlah kalian kepada Tuhan kalian! Maka kami beriman. Dengan kata lain, kami memenuhi seruannya dan mengikutinya, yakni dengan iman kami dan kami mengikuti Nabi-Mu.

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا

Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami. (Ali Imran: 193)

Maksudnya, tutupilah dosa-dosa kami (maafkanlah dosa-dosa kami).

وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا

Dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami. (Ali Imran: 193)

Yakni kesalahan-kesalahan yang kami lakukan terhadap Engkau.

وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ

Dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat bakti. (Ali Imran: 193)

Artinya, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. (Ali Imran: 194)

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami, sebagai balasan atas iman kepada rasul-rasul-Mu. Menurut pendapat yang lainnya lagi, maksudnya adalah apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui lisan rasul-rasul-Mu’. Makna yang kedua ini lebih kuat dan lebih jelas.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي عِقَال، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَسْقَلان أَحَدُ الْعَرُوسَيْنِ، يَبْعَثُ اللَّهُ مِنْهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعِينَ أَلْفًا لَا حِسَابَ عَلَيْهِمْ، وَيَبْعَثُ مِنْهَا خَمْسِينَ أَلْفًا شُهَدَاءَ وُفُودًا إِلَى اللَّهِ، وَبِهَا صُفُوف الشهداء، رؤوسهم مُقَّطعة فِي أَيْدِيهِمْ، تَثِجّ أَوْدَاجُهُمْ دَمًا، يَقُولُونَ: رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ فَيَقُولُ: صَدَق عَبْدِي، اغْسِلُوهُمْ بِنَهْرِ الْبَيْضَةِ. فَيَخْرُجُونَ مِنْهُ نَقَاءً بِيضًا، فَيَسْرَحُونَ فِي الْجَنَّةِ حَيْثُ شاؤوا

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, dari Anir ibnu Muhammad, dari Abu Iqal, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, Ada dua golongan manusia yang menjadi pusat perhatian manusia, Allah membangkitkan salah satunya kelak di hari kiamat sebanyak tujuh puluh ribu orang yang tidak ada hisab atas diri mereka. Darinya Allah membangkitkan sebanyak lima puluh ribu orang syuhada, mereka adalah delegasi-delegasi yang menghadap kepada Allah. Di antara mereka yang lima puluh ribu orang itu terdapat barisan para syuhada yang kepala mereka dalam keadaan terpotong dan berada di tangannya masing-masing, sedangkan wajah mereka berlumuran dengan darah seraya mengucapkan: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.’ (Ali Imran: 194) Maka berfirmanlah Allah Swt, ‘Benarlah hamba-hamba-Ku, mandikanlah mereka di dalam sungai putih.’ Akhirnya mereka keluar dari sungai itu dalam keadaan bersih lagi putih, lalu mereka berjalan-jalan di dalam surga menurut apa yang disukainya.

Hadits ini termasuk hadits garib yang ada di dalam kitab musnad. Di antara mereka ada yang menilainya sebagai hadits maudu’.

وَلا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. (Ali Imran: 194)

Yakni di hadapan mata semua makhluk.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-4

إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. (Ali Imran: 194)

Sudah merupakan kepastian adanya hari yang dijanjikan yang Engkau beritakan melalui rasul-rasul-Mu, yaitu hari kiamat, hari di mana semua makhluk berdiri di hadapan-Mu.

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو يَعْلَى: حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ سُرَيْج حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ؛ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الْعَارُ وَالتَّخْزِيَةُ تَبْلُغُ مِنَ ابْنِ آدَمَ فِي الْقِيَامَةِ فِي الْمَقَامِ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ، عَزَّ وَجَلَّ، مَا يَتَمَنَّى الْعَبْدُ أَنْ يُؤْمَرَ بِهِ إِلَى النَّارِ

Berikutnya: Rasulullah ﷺ Acapkali Membaca Sepuluh Ayat dari Akhir Surah Ali Imran

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hafiz Abu Syuraih, telah menceritakan kepada kami Al-Mutabar, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Isa, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Munkadir, bahwa Jabir ibnu Abdullah pernah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Keaiban dan kehinaan yang dialami oleh anak Adam (yang berdosa) kelak di hari kiamat di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta’aala mencapai tingkatan yang membuat diri si orang yang bersangkutan berharap agar dirinya segera dimasukkan ke dalam neraka (karena malu yang sangat).

Hadits berpredikat garib.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaRasulullah ﷺ Acapkali Membaca Sepuluh Ayat dari Akhir Surah Ali Imran
Berita berikutnyaDoa Orang yang Mengagumi Ciptaan Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here