Wanita-wanita yang Saleh

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 34

0
29

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 34. Menerangkan tentang hukum-hukum keluarga atau aturan dalam berumah tangga; wanita-wanita yang saleh, adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi, jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Q.S. An-Nisaa’ : 34)

.

Tafsir Ibnu Abbas

… Fash shālihātu (karenanya, maka wanita-wanita yang saleh), yakni wanita-wanita yang berlaku baik kepada suaminya.

Qānitātun (ialah yang patuh), yakni wanita-wanita yang taat kepada Allah Ta‘ala sehubungan dengan suami-suami mereka.

Hāfizhātun (lagi memelihara diri), yakni menjaga diri mereka dan harta suaminya.

Lil ghaibi (ketika tidak ada [suami]), yakni ketika suami mereka sedang tidak ada di rumah.

Bimā hafizhallāh (karena Allah pun telah memelihara [mereka]), yakni karena Allah Ta‘ala telah memelihara mereka dengan Taufik-Nya. …

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. … Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri[21] ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka)[22]. …

[21] Maksudnya taat kepada suaminya meskipun suaminya sedang tidak ada, ia memelihara rahasia dan harta suaminya.

[22] Maksudnya Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli istrinya dengan baik.

.

Tafsir Jalalain

  1. … (Maka wanita-wanita yang saleh ialah yang taat) kepada suami mereka (lagi memelihara diri di balik belakang)) artinya menjaga kehormatan mereka dan lain-lain sepeninggal suami (karena Allah telah memelihara mereka) sebagaimana dipesankan-Nya kepada pihak suami itu. …

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala  yang mengatakan, As-Salihat, artinya wanita-wanita yang saleh.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala  yang mengatakan, Qanitat menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, yang dimaksud ialah istri-istri yang taat kepada suaminya.

حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ

Lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya. (An-Nisaa’: 34)

Menurut As-Saddi dan lain-lainnya, makna yang dimaksud ialah wanita yang memelihara kehormatan dirinya dan harta benda suaminya di saat suaminya tidak ada di tempat.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

بِما حَفِظَ اللَّهُ

Oleh karena Allah telah memelihara (mereka). (An-Nisaa’: 34)

Orang yang terpelihara ialah orang yang dipelihara oleh Allah.

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَر، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمقبري، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيرُ النساءِ امرأةٌ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ وَإِذَا أمَرْتَها أطاعتكَ وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِظتْكَ فِي نَفْسِها ومالِكَ. قَالَ: ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ: الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ إِلَى آخِرِهَا

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Abu Saleh, telah menceritakan kepada kami Abu Ma’syar, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Sa’id Al-Maqbari, dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sebaik-baik wanita ialah seorang istri yang apabila kamu melihat kepadanya, membuatmu gembira; dan apabila kamu memerintahkannya, maka ia menaatimu; dan apabila kamu pergi meninggalkan dia, maka ia memelihara kehormatan dirinya dan hartamu. Abu Hurairah radiallahu ‘anhu melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Rasulullah membacakan firman-Nya: Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. (An-Nisaa’: 34), hingga akhir ayat.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-5

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari Yunus ibnu Habib, dari Abu Dawud At-Tayalisi, dari Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Abu Zi-b, dari Sa’id Al-Maqbari, dari Abu Hurairah dengan lafaz yang semisal.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعة، عَنْ عُبيد اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرَ: أَنَّ ابْنَ قَارِظٍ أَخْبَرَهُ: أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا صَلَّت الْمَرْأَةُ خَمسها، وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَها؛ وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai’ah, dari Abdullah ibnu Abu Ja’far; Ibnu Qariz pernah menceritakan kepada-nya bahwa Abdur Rahman ibnu Auf pernah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Seorang wanita itu apabila mengerjakan shalat lima waktunya, puasa bulan (Ramadan)nya, memelihara kehormatannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana pun yang kamu sukai.

Berikutnya: Wanita-wanita yang Dikhawatirkan Nusyuznya

Hadits ini diriwayatkan secara munfarid (menyendiri) oleh Imam Ahmad melalui jalur Abdullah ibnu Qariz, dari Abdur Rahman ibnu Auf.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaWanita-wanita yang Dikhawatirkan Nusyuznya
Berita berikutnyaKepemimpinan Laki-laki Terhadap Wanita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here