Janganlah Mendekati Shalat Ketika dalam Keadaan Mabuk

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 43

0
92

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 43. Menerangkan tahapan dalam pengharaman khamr; Janganlah mendekati shalat ketika dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَقْرَبُوا الصَّلاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلا جُنُبًا إِلا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu menghampiri masjid) ketika kamu dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi. Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (Q.S. An-Nisaa’ : 43)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Allah Ta‘ala menurukan ayat yang berhubungan dengan para shahabat Nabi Muhammad ﷺ sebelum pengharaman khamar.

Yā ayyuhal ladzīna āmanū (wahai orang-orang yang beriman) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qu’ran .

Lā taqrabush shalāta (janganlah kalian shalat) di Masjid Nabi ﷺ bersama beliau.

Wa aηtum sukārā hattā ta‘lamū mā taqūlūna (sedang kalian dalam keadaan mabuk, sehingga kalian mengetahui apa yang kalian ucapkan), yakni apa yang dibaca imam ketika shalat. ….

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat[9], ketika kamu dalam keadaan mabuk[10], sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, …

[9] Mendekati di sini mencakup mendekati tempat-tempat shalat seperti masjid, dan mencakup perbuatan shalat itu sendiri, yakni tidak boleh orang yang mabuk melakukan shalat dan ibadah karena akalnya tidak sadar dan tidak mengerti apa yang dia ucapkan. Namun ayat ini sudah mansukh (dihapus) dengan ayat yang mengharamkan khamr (minuman keras) secara mutlak. Khamr diharamkan melalui tahapan-tahapan. Pada mulanya khamr belum haram, kemudian Allah Ta’ala menawarkan keharamannya kepada hamba-hamba-Nya dengan firman-Nya:

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: Yang lebih dari keperluan. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, (Al Baqarah: 219)

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala melarang mereka meminum khmar ketika hendak shalat sebagaimana pada ayat di at’alaihis salam dan kemudian Allah Ta’ala mengharamkan secara mutlak di setiap waktu dengan firman-Nya:

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Terj. Al Ma’idah:90)

[10] Dari ayat ini dapat diambil kesimpulan larangan melakukan shalat ketika sangat mengantuk, di mana orangnya tidak menyadari lagi apa yang diucapkan dan apa yang dilakukannya. Lebih dari itu, di sana juga terdapat isyarat bahwa sepatutnya bagi orang yang hendak shalat memutuskan segala yang dapat menyibukkan pikirannya, seperti didesak oleh buang air, lapar hendak makan dsb.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu dekati shalat) artinya janganlah shalat (sedangkan kamu dalam keadaan mabuk) disebabkan minum-minuman ker’alaihis salam Asbabun nuzulnya ialah orang-orang shalat berjemaah dalam keadaan mabuk (sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan) artinya sadar dan sehat kembali ….

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala  melarang orang-orang mukmin melakukan shalat dalam keadaan mabuk yang membuat seseorang tidak menyadari apa yang dikatakannya. Dan Allah melarang pula mendekati tempat shalat (yaitu masjid-masjid) bagi orang yang mempunyai jinabah (hadas besar), kecuali jika ia hanya sekadar melewatinya dari suatu pintu ke pintu yang lain tanpa diam di dalamnya.

Ketentuan hukum ini terjadi sebelum khamr diharamkan, seperti yang ditunjukkan oleh hadits yang telah kami ketengahkan dalam tafsir ayat surah Al-Baqarah, yaitu pada firman-Nya:

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ

Mereka   bertanya   kepadamu   tentang  khamr  dan judi.   (Al-Baqarah: 219), hingga akhir ayat.

Rasulullah ﷺ membacakannya (sebanyak tiga kali) kepada Umar. Maka Umar berkata, Ya Allah, jelaskanlah kepada kami masalah khamr ini dengan penjelasan yang memuaskan.

Ketika ayat ini diturunkan, maka Nabi ﷺ membacakannya kepada Umar. Lalu Umar berkata, Ya Allah, berilah kami penjelasan tentang masalah khamr ini dengan penjelasan yang memuaskan. Setelah itu mereka tidak minum khamr dalam waktu-waktu shalat, hingga turun ayat berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصابُ وَالْأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib de-gan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. (Al-Maidah: 90)

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-5

Sampai dengan firman-Nya:

فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ مُنْتَهُونَ

Maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu). (Al-Maidah: 91)

Maka barulah Umar mengatakan, Kami berhenti, kami berhenti.

Berikutnya: Asbabun Nuzul Surah An-Nisaa’ Ayat 43

Menurut riwayat Israil, dari Abi lshaq, dari Umar ibnu Syurahbil, dari Umar ibnul Khattab mengenai kisah pengharaman khamr yang di dalamnya antara lain disebutkan: Maka turunlah ayat yang ada di dalam surah An-Nisaa’, yaitu firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian shalat, sedang kalian dalam keadaan mabuk, sehingga kalian mengerti apa yang kalian ucapkan. (An-Nisaa’: 43); Tersebutlah bahwa juru seru Rasulullah ﷺ (yakni tukang azan) apabila mengiqamahkan shalat menyerukan seruan berikut, yaitu: Jangan sekali-kali orang yang sedang mabuk mendekati shalat! Demikianlah lafaz hadits menurut riwayat Imam Abu Dawud.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaAsbabun Nuzul Surah An-Nisaa’ Ayat 43
Berita berikutnyaOrang-orang yang Dilaknat Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here