Berbuat Baik kepada Ibnu Sabil

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 36

0
56

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 36. Kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama manusia, Setelah Allah memerintahkan memenuhi hak-Nya, yaitu dengan mentauhidkan-Nya, Dia juga memerintahkan untuk memenuhi hak hamba, dari mulai yang terdekat lebih dahulu, yaitu kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, berbuat baik kepada ibnu sabil dan apa yang kamu miliki. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan apa yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri, (Q.S. An-Nisaa’ : 36)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wab nis sabīli (dan ibnu sabil), yakni Dia menyuruh menghormati tamu. Tamu memiliki hak selama tiga hari, dan setelah lewat tiga hari merupakan sedekah. …

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. ibnu sabil[8] ….

[8] Ibnu sabil ialah orang yang dalam perjalanan bukan untuk maksiat dan bekalnya habis sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya. Ibnu Sabil memiliki hak yang ditanggung oleh kaum muslimin, yaitu dengan menyampaikan ibnu sabil ke tempat tujuannya atau kepada sebagian tujuannya, memuliakannya dan bersikap ramah terhadapnya.

.

Tafsir Jalalain

  1. … (ibnu sabil) yaitu yang kehabisan biaya dalam perjalanannya ….
Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-5

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun Ibnu Sabil, menurut Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, yang dimaksud adalah tamu. Menurut Mujahid, Abu Ja’far, Al-Baqir, Al-Hasan, Ad-Dahhak, dan Muqatil, yang dimaksud dengan Ibnu Sabil ialah orang yang sedang dalam perjalanan yang mampir kepadamu. Pendapat ini lebih jelas sekalipun pendapat yang mengatakan tamu bermaksud orang yang dalam perjalanan, lalu bertamu, pada garis besarnya kedua pendapat bermaksud sama.

Berikutnya: Berbuat Baik kepada Apa yang Kamu Miliki

Pembahasan mengenai Ibnu Sabil ini akan diketengahkan secara rinci dalam tafsir surah Al-Bara’ah (surah At-Taubah). Hanya kepada Allah mohon keperca-yaan dan hanya kepada-Nya bertawakal.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaBerbuat Baik kepada Apa yang Kamu Miliki
Berita berikutnyaBerbuat Baik kepada Teman Sejawat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here