Bertawakallah kepada Allah

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 81

0
7

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 81. Menerangkan cacat kaum munafik dan kemunafikan mereka. Berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi Pelindung. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا

Dan mereka mengatakan, (Kami siap) taat. Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi Pelindung. (Q.S. An-Nisaa’ : 81)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa yaqūlūna (dan mereka mengatakan), yakni orang-orang munafik, ‘Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya.

Thā‘atun ([perintahmu adalah] ketaatan). Yakni, hai Muhammad, perintahmu adalah ketaatan, karena itu perintahkanlah sekehendakmu, kami pasti akan mengerjakannya.

Fa idzā barazū (namun apabila mereka telah pergi), yakni telah keluar.

Min ‘iηdika bayyata (dari sisimu, mengerjakan di malam hari), yakni mengubah.

Thā-ifatun (sebagian), yakni segolongan.

Minhum (dari mereka), yakni orang-orang munafik.

Ghairal ladzī taqūl (lain dari yang kamu katakan itu), yakni berbeda dari apa yang kamu perintahkan.

Wallāhu yaktubu (Allah mencatat), yakni memperhatikan mereka.

Mā yubayyitūna (apa yang mereka kerjakan di malam hari itu), yakni perintahmu yang telah mereka ubah.

Fa a‘ridl ‘anhum (oleh karena itu, berpalinglah kamu dari mereka) dan jangan menghukum mereka.

Wa tawakkal ‘alallāh (dan bertawakallah kepada Allah), yakni percayakanlah kepada Allah tentang apa yang mereka tampakkan itu.

Wa kafā billāhi wakīlā (dan cukuplah Allah sebagai pelindung) yang akan menjamin kemenangan dan kekuasaanmu atas mereka.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan mereka mengatakan, (Kami siap) taat[4]. Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad)[5], sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi[6]. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu[7], maka berpalinglah dari mereka[8] dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi Pelindung.

[4] Yakni ketika berada di hadapanmu.

[5] Dan berada dalam keadaan yang tidak diketahui oleh orang lain.

[6] Beralih dari ketaatan kepada maksiat.

[7] Dan akan memberikan balasan kepada mereka. Di ayat ini terdapat ancaman terhadap mereka.

[8] Yakni biarkanlah mereka dan bertawakkallah kepada Allah, karena mereka tidak dapat menimpakan bahaya apa-apa ketika kamu bertawakkal kepada Allah.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan mereka berkata) maksudnya orang-orang munafik, jika mereka datang kepadamu, Kewajiban kami hanyalah (taat) kepadamu. (Tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, segolongan di antara mereka menyembunyikan) ta diidgamkan kepada tha dan boleh pula tidak (lain dari apa yang mereka katakan) padamu di hadapanmu tadi berupa ketaatan, tegasnya mereka menyembunyikan kedurhakaan mereka (Allah menulis) maksudnya menyuruh malaikat menulis (apa yang mereka sembunyikan itu) yakni dalam buku-buku catatan mereka agar menerima pembalasan nanti (maka berpalinglah kamu dari mereka) dengan memaafkan mereka (dan bertawakallah kepada Allah) artinya percayalah kepada-Nya karena Dia pasti melindungimu (dan cukuplah Allah itu sebagai pelindung) atau tempat bertawakal.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

وَيَقُولُونَ طاعَةٌ

Dan mereka mengatakan,  (Kewajiban kami hanyalah) taat. (An-Nisaa’: 81)

Allah Subhaanahu wa Ta’aala  menceritakan perihal kaum munafik, bahwa mereka menampakkan setuju dan taat hanya pada lahiriahnya saja.

فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ

Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu. (An-Nisaa’: 81)

Yakni pergi dan tidak kelihatan olehmu.

بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ

Sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. (An-Nisaa’: 81)

Yaitu dengan diam-diam di malam harinya mereka mengatur siasat di antara sesama mereka yang bertentangan dengan apa yang mereka lahirkan di hadapanmu.

Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala  berfirman:

وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ

Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu. (An-Nisaa’: 81)

Allah mengetahui dan mencatatnya ke dalam buku catatan amal perbuatan mereka. Hal ini dilakukan oleh para malaikat pencatat amal perbuatan yang ditugaskan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala  untuk menanganinya terhadap semua hamba-Nya.

Di dalam firman ini terkandung ancaman yang tersimpulkan dari pemberitahuan Allah yang menyatakan bahwa Dia mengetahui semua yang tersimpan di dalam hati mereka, semua hal yang mereka rahasiakan di antara sesamanya, dan semua makar yang mereka sepakati di malam hari (yaitu makar untuk menentang Rasulullah ﷺ dan mendurhakainya), sekalipun pada lahiriahnya mereka bersikap menampakkan ketaatan dan sikap setuju. Kelak di hari kemudian Allah akan membalas perbuatan mereka itu terhadap diri mereka. Perihal mereka sama dengan yang disebutkan di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:

وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنا

Dan mereka berkata, Kami telah beriman Kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya). (An-Nur: 47), hingga akhir ayat.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-5

Mengenai firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ

Maka berpalinglah kamu dari mereka. (An-Nisaa’: 81)

Dengan kata Lain, maafkanlah mereka dan bersabarlah terhadap mereka; jangan kamu menghukum mereka, jangan kamu sebarkan perihal mereka (orang-orang munafik itu) di kalangan orang banyak, jangan pula kamu merasa takut terhadap ancaman mereka.

Ayat berikutnya : Sekiranya Al-Qu’ran Itu Bukan dari Allah

وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا

Dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. (An-Nisaa’: 81)

Dengan kata lain, cukuplah Allah sebagai Penolong, Pelindung, dan Pembantu bagi orang yang bertawakal dan berserah diri kepada-Nya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaSekiranya Al-Qu’ran Itu Bukan dari Allah
Berita berikutnyaPenekanan untuk Menaati Rasulullah ﷺ