Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 96

0
37

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 96. Derajat kaum mukmin dan kedudukan para mujahid fii sabilillah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

دَرَجَاتٍ مِنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

(Yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. An-Nisaa’ : 96)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Darajātim minhu ([yaitu] beberapa derajat dari-Nya), yakni keutamaan-keutamaan dari Allah Ta‘ala yang ada dalam derajat-derajat itu.

Wa maghfiratan (dan ampunan) dari segala dosa.

Wa rahmah (serta rahmat) yang dapat mencegah azab.

Wa kānallāhu ghafūran (dan adalah Allah Maha pengampun) kepada orang yang bertobat dari ketidakikutsertaannya dalam berjihad, lalu ia pergi berjihad.

Rahīmā (lagi Maha Penyayang) kepada orang yang wafat dalam keadaan bertobat. Selanjutnya Allah Ta‘ala menurunkan ayat yang berhubungan dengan lima puluh orang yang murtad dari Islam, yang dibunuh dalam Perang Badr.

.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. (Yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya[32], serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[32] Yakni dengan beberapa kedudukan, di mana yang satu berada di atas yang lain.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Yaitu beberapa tingkat daripada-Nya) yang sebagiannya lebih mulia dari lainnya (dan keampunan serta rahmat) manshub disebabkan kedua fi’ilnya yang diperkirakan (dan Allah Maha Pengampun) bagi para wali-Nya (lagi Maha Penyayang) terhadap ahli taat-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala  memberitakan anugerah yang diberikan kepada mereka berupa tingkatan-tingkatan pahala di dalam gedung-gedung surga yang tinggi, semua dosa dan kesalahan diampuni, rahmat serta berkah Allah meliputi diri mereka; semua itu sebagai kebaikan dan kemurahan dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala  buat mereka. Hal ini diungkapkan melalui firman-Nya:

دَرَجَاتٍ مِنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

(Yaitu) beberapa derajat dari-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nisaa’: 96)

Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan melalui Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ، مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ الأرض

Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus derajat (tingkatan) yang disediakan oleh Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya, jarak antara tiap-tiap dua derajat sama dengan jarak antara langit dan bumi.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-5

Al-A’masy meriwayatkannya dari Amr ibnu Murrah, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

 مَنْ بَلَغَ بِسَهْمٍ فَلَهُ أَجْرُهُ دَرَجَةٌ  فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الدَّرَجَةُ؟ فَقَالَ:  أَمَا إِنَّهَا لَيْسَتْ بِعَتَبَةِ أُمُّكَ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ مِائَةُ عَامٍ

Ayat berikutnya : Disyariatkan Berhijrah untuk Dapat Menjalankan Agama

Barang siapa yang melepaskan anak panah (di jalan Allah), baginya pahala satu derajat. Seorang lelaki bertanya, Wahai Rasulullah, apakah derajat itu? Nabi menjawab: Ingatlah, sesungguhnya derajat itu bukan tangga naik yang ada pada pintu rumah ibumu, jarak antara dua derajat adalah seratus tahun (perjalanan).

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaDisyariatkan Berhijrah untuk Dapat Menjalankan Agama
Berita berikutnyaKedudukan Para Mujahid Fii Sabilillah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here