Menyimpulkan Isi Surat Dinas

0
164

Unit ini dikembangkan berdasarkan kompetensi dasar 4.13 Menyimpulkan isi (kabar, keperluan, permintaan, dan/atau permohonan) surat pribadi dan surat dinas yang dibaca atau diperdengarkan.

Bahan Bacaan dan Pembahasan

Surat dinas merupakan surat berisi masalah-masalah kedinasan. Umumnya surat ini dikeluarkan oleh kantor,atau jawatan pemerintahan. Karena itu, surat dinas sering pula disebut dengan surat jawatan. Namun demikian, surat dinas mungkin pula dikeluarkan oleh lembaga-lembaga swasta, atau bahkan oleh perseorangan. Terlepas pihak mana yang mengeluarkannya, kalaulah berisi persoalan-persoalan bersifat formal kelembagaan, maka surat itu merupakan surat dinas.

Selanjutnya, seperti yang dimaklumi bersama bahwa urusan-urusan tentang surat tugas, surat pemberian izin, surat kuasa, surat peringatan, dan surat-surat kedinasan lainnya, tidak hanya dikenal di lembaga pemerintahan. Akan tetapi, terdapat pula di lembaga-lembaga lainnya seperti, koperasi sekolah, perusahan-perusahan, karang taruna, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) lainnya. Dengan demikian, surat dinas tidak hanya meliputi surat-surat yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah, bahkan oleh perseorangan pun mungkin saja dibuat, misalnya ketika seseorang mengajukan cuti belajar.

Surat dinas bersifat resmi. Karena itu, surat dinas sering diidentikkan dengan surat resmi. Padahal penjenisan surat resmi dan tidak resmi merupakan penjenisan surat yang berdasarkan sifatnya. Adapun surat dinas merupakan penjenisan berdasarkan pihak yang mengeluarkan ataupun berdasarkan isi atau kepentingannya. Selain surat dinas, berdasarkan kepentingannya, dikenal pula istilah surat pribadi dan surat niaga.

Selanjutnya untuk semakin meningkatkan kemahiran kita dalam menyimpulkan isi surat dinas, cermatilah contoh teks surat dinas di bawah ini sekaligus bandingkan pekerjaanmu pada LKPD 7.4 dengan kunci jawaban berikut!

LIHAT : LKPD Menyimpulkan Isi Surat Dinas 

Sekolah Menengah Pertama Negeri 43

Jalan Pahlawan Trip II Nomor 102 Makassar


15 April 2015

Hal : Ucapan Terima Kasih

Yth. Pimpinan Museum Hasanuddin

Makassar

Dengan hormat,

Kami mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan dan layanan pihak Museum Hasanuddin Makassar kepada siswa SMPN 43 saat kegiatan karya wisata minggu lalu. Kami sangat berterima kasih atas waktu dan kesabaran menjawab semua pertanyaan siswa kami, dan kesibukan atas kunjungan kami.

Kami perlu menyatakan bahwa keluarga besar SMPN 43 merasa puas atas kunjungan ke Museum Hasanuddin Makassar. Semoga kerja sama yang baik ini dapat dilanjutkan di masa mendatang.

Hormat kami,

Kepala Sekolah

Ttd

Andi Laki Mappang, S.Pd.

  1. Surat tersebut berisi ucapan terima kasih.

Jawab: A

2. Yang merupakan informasi dalam surat dinas itu adalah ucapan terima kasih keluarga besar SMPN 43 kepada pihak Museum Hasanuddin.

Jawab: D

3. Pernyataan yang sesuai dengan isi teks surat tersebut adalah keluarga besar SMPN 43 merasa puas atas kunjungan ke Museum Hasanuddin Makassar.

Jawab: C

4. Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi teks surat tersebut adalah surat ditulis atas nama pribadi Andi Laki Mappang, S.Pd. sendiri.

Jawab: D

5. Alasan yang membuat pihak sekolah perlu menulis surat kepada pihak Museum adalah ingin mengucapkan terima kasih.

Jawab: B

Baca kembali teks surat berikut!

Jakarta, 20 Mei 2015

Hal: Permohonan Izin a.n. Elfira Kette

Yth. Guru Mata pelajaran

di SMP Negeri 3 Malang

Dengan hormat,

Dengan ini, saya, orangtua Elfira Kette, memohon Bapak untuk mengizinkan anak kami tidak masuk sekolah pada 25 November 2015 karena ada kepentingan keluarga.

Demikian surat permohonan izin ini saya buat. Atas perhatian dan izin yang Bapak berikan, saya ucapkan banyak terima kasih. Tak lupa kami sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir batin.

Hormat saya,

Lede Kette

Sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa surat merupakan media kumunikasi. Oleh karenanya, di dalam surat terdapat komunikator (pembuat surat), komunikan (orang yang dituju) dan pesan (isi/maksud surat). Khususnya surat dinas, berfungsi sebagai media komunikasi suatu lembaga. Suatu lembaga mengemukakan ide, pesan, harapan, atau hal-hal lainnya kepada pihak lain.

Dengan demikian, surat memiliki fungsi yang sama dengan media-media komunikasi lainnya, seperti telepon, radio, televisi, ataupun internet. Hanya saja dalam kaitannya dengan urusan kedinasan, surat memiliki peranan yang lebih penting bila dibandingkan dengan media-media komunikasi lainnya. Hal ini berdasarkan alasan-alasan berikut:

  • Surat berfungsi sebagai pedoman dalam bertugas atau dalam melaksanakan suatu kegiatan. Pengurus suatu organisasi akan tenang menjabat apabila ia sudah mendapatkan surat keputusan (SK) pengangkatan. Seorang pegawai akan leluasa bekerja dan akan lebih bertanggung jawab terhadap kebijakan-kebijakannya apabila atasannya sudah memberinya surat tugas, surat perintah, dan sejenisnya.
  • Surat dapat dijadikan sebagai alat bukti tertulis. Surat dapat dijadikan sumber legalitas dalam berbagai persengketaan, misalnya, surat perjanjian atau surat kuasa. Bila seseorang melakukan pelanggaran hukum berkenan dengan suatu perjanjian atau penguasaan, maka surat itulah dapat menjadi saksi dan penjaminannya. Dengan demikian, surat merupakan bukti hitam di atas putih yang sangat kuat status hukumnya.
  • Surat juga berguna sebagai sarana pengingat dan bukti historis akan berbagai aktivitas yang telah dijalankan lembaga. Surat merupakan sarana untuk melacak hubungan kerja sama dengan pihak luar, misalnya, untuk mengetahui kebijakan-kebijakan penting yang telah diputuskan oleh seorang pimpinan, dapat dilacak melalui surat-surat yang telah dikeluarkan. Dalam kepentingan inilah pentingnya penomoran surat. Berbagai kebijakan dan kerja sama dengan pihak luar dapat mudah diidentifikasi melalui nomor surat.
  • Surat juga merupakan cerminan atas profesionalisme dan kualitas sebuah lembaga. Hal ini terutama akan tampak pada kelogisan isi surat, keteraturan dan kerapian dalam penyusunan, kualitas kertas dan pengetikan, struktur kalimat dan penggunaan kata dan istilah, serta penulisan ejaan dan tanda baca. Karena itu, surat sering pula disebut sebagai wakil atau duta lembaga atau organisasi. Bonafid tidaknya sebuah lembaga, salah satunya dapat diketahui dari surat-surat yang dibuatnya.

Demikian pembahasan ini dicukupkan sekian. Ikuti pembahasan lainnya seperti yang terdaftar dalam link berikut!

LIHAT MATERI : Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester Genap 

Semoga bermanfaat!

Sumber:

Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas VII. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. Cetakan ke-4, 2017 (Edisi Revisi)

Paket Unit Pembelajaran Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2019.

Berita sebelumyaMenyimpulkan Isi Surat Pribadi
Berita berikutnyaLKPD Mengenal dan Memahami Puisi Rakyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here