Untuk Menguatkan Perjanjian Mereka

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 154

0
162

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 154. Gangguan Ahli Kitab kepada para nabi mereka; Dia angkat gunung Sinai di atas mereka untuk menguatkan perjanjian mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud,” dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh. (Q.S. An-Nisaa’: 154)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa rafa‘nā fauqahumu (dan Kami telah mengangkat ke atas mereka), yakni Kami telah mencabut seraya mengangkat dan menahan di atas kepala mereka.

Ath-thūra (sebuah gunung).

Bi mītsāqihim (untuk perjanjian mereka), yakni untuk mengambil janji dari mereka.

Wa qulnā lahumud-khulūl bāba (dan Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang itu), yakni Gerbang Ariha.

Sujjadan (sambil bersujud”), yakni sambil rukuk.

Wa qulnā lahum lā ta‘dū fis sabti (dan Kami katakan pula kepada mereka, “Janganlah kalian melanggar peraturan pada Sabtu”), yakni mengambil (meman-cing/menjaring) ikan pada hari Sabtu.

Wa akhadz-nā minhum mītsāqan ghalīzhā (dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh), yakni perjanjian yang kuat berkenaan dengan Nabi Muhammad ﷺ.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka[21] untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka[22], “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud, ” dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat[23]”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.[24]

[21] Untuk menakuti mereka agar mereka menerima perjanjian itu.

[22] Sedangkan gunung itu masih di atas kepala mereka.

[23] Hari Sabat adalah hari Satu, hari khusus untuk beribadah bagi orang Yahudi.

[24] Namun mereka tidak mau memenuhinya.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan Kami angkat ke atas kepada mereka Thur) nama sebuah bukit (disebabkan perjanjian dengan mereka) maksudnya hendak mengadakan perjanjian agar mereka takut dan bersedia menerimanya (dan kata Kami kepada mereka) sementara bukit itu dinaungkan kepada mereka (“Masukilah pintu gerbang itu) maksudnya pintu gerbang kampung atau negeri (sambil bersujud”) yang menunjukkan ketundukkan (dan Kami wahyukan kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar perintah) menurut suatu qiraat dibaca ta`adduu dengan diidgamkan ta aslinya pada dal yang menjadi ta`taduu; artinya melanggar perintah (pada hari Sabtu”) dengan menangkap ikan padanya (dan Kami telah menerima perjanjian erat dari mereka) mengenai hal itu tetapi mereka melanggarnya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman pula:

وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ

Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka Bukit Tursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. (An-Nisaa’: 154)

Demikian itu terjadi ketika mereka menolak untuk tetap berpegang kepada hukum-hukum Taurat, dan tampak dari mereka sikap membangkang terhadap apa yang didatangkan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam kepada mereka. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengangkat di atas kepala mereka sebuah bukit untuk memaksa mereka. Kemudian mereka diperintahkan agar tetap berpegang teguh kepada kitab Taurat, akhirnya mereka menyanggupinya dan bersujud seraya memandang ke atas kepala mereka karena khawatir bila bukit tersebut jatuh menimpa diri mereka. Hal ini disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ

Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka, seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka), “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepada kalian.” (Al-A’raf: 171), hingga akhir ayat.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا

Dan Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud.” (An-Nisaa’: 154)

Akan tetapi, mereka melanggar dalam semua apa yang diperintahkan kepada mereka, baik secara ucapan maupun perbuatannya. Karena sesungguhnya mereka diperintahkan agar memasuki pintu Baitul Maqdis seraya bersujud dan mengucapkan doa hittah yang artinya “Ya Allah, hapuslah dari diri kami dosa-dosa kami” karena kami tidak mau berjihad dan membangkang, tidak melakukannya, yang menyebabkan kami tersesat di padang sahara selama empat puluh tahun. Ternyata mereka memasukinya seraya merangkak dengan pantat mereka, dan ucapannya mereka ganti menjadi hintah fi sya’rah.

وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ

Dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, “Janganlah kalian melanggar peraturan mengenai hari Sabtu.” (An-Nisaa’: 154)

Maksudnya Kami perintahkan mereka untuk memelihara kesucian hari Sabtu dan berpegang teguh menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah atas mereka, selagi hal tersebut disyariatkan bagi mereka.

وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh. (An-Nisaa’: 154)

Yaitu perjanjian yang berat. tetapi mereka melanggarnya dan berbuat durhaka serta menggunakan tipu muslihat (hailah) untuk melakukan hal yang diharamkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala Seperti yang disebutkan kisahnya dalam surat Al-A’raf secara panjang lebar, yaitu pada firman-Nya:

وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ

Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terlelak di dekat laut. (Al-A’raf: 163), hingga beberapa ayat berikutnya.

Dalam surat Al-Isra nanti akan disebutkan sebuah hadits yang diceritakan oleh Safwan ibnu Assal, yaitu pada tafsir firman-Nya:

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata. (Al-Isra: 101)

Ayat berikutnya: Mereka Melanggar Perjanjian Itu 

Di dalam hadits tersebut antara lain disebutkan, “Dan khusus bagi kalian, orang-orang Yahudi, janganlah kalian melanggar peraturan mengenai hari Sabtu.”

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaMereka Melanggar Perjanjian Itu
Berita berikutnyaDisambar Petir Karena Kezalimannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here