Salah Satu di Antara Tanda-tanda Hari Kiamat

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 159

0
59

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 159. Turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam adalah salah satu di antara tanda-tanda hari kiamat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

Tidak ada seorangpun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi terhadap mereka. (Q.S. An-Nisaa’: 159)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa im min ahlil kitābi (tidak seorang pun dari ahli kitab), yakni tak seorang pun di antara orang Yahudi dan Nasrani.

Illā la yu’minanna bihī (kecuali akan beriman kepadanya), yakni kepada ‘Isa ‘alaihis salam, bahwasanya dia bukanlah tukang sihir, bukan Allah, bukan anak-Nya, dan bukan pula sekutu-Nya.

Qabla mautihī (sebelum kematiannya), yakni sebelum roh ‘Isa ‘alaihis salam dicabut dan sesudah ‘Isa ‘alaihis salam turun (ke bumi di akhir zaman). Kemudian ‘Isa ‘alaihis salam akan wafat setelah semua orang Yahudi yang ada pada zaman tersebut meninggal.

Wa yaumal qiyāmati yakūnu (dan pada hari kiamat kelak ia akan menjadi), yakni ‘Isa ‘alaihis salam.

‘Alaihim syahīdā (saksi terhadap mereka) bahwa ‘Isa ‘alaihis salam telah menyampaikan risalah.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Tidak ada seorangpun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya[31]. Dan pada hari kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi terhadap mereka[32].

[31] Ada yang menafsirkan, bahwa dhamir (kata ganti nama) dari kata “mautihii” kembalinya kepada Ahli Kitab, yakni bahwa Ahli Kitab akan beriman kepadanya ketika menyaksikan malaikat maut, namun beriman ketika itu tidaklah bermanfaat. Ada pula yang menafsirkan, bahwa dhamir “hii” (dia) kembalinya kepada Nabi Isa ‘alaihis salam, sehingga maksudnya adalah bahwa sebelum meninggalnya Nabi Isa ‘alaihis salam setelah turunnya ke dunia menjelang hari Kiamat, setiap Ahli Kitab akan beriman kepadanya sebagaimana disebutkan dalam hadits. Turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam adalah salah satu di antara tanda-tanda hari kiamat. Rasulullah ﷺbersabda:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَماً مُقْسِطاً فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ

Demi Allah yang diriku di Tangan-Nya, pasti akan turun kepada kamu putera Maryam (Isa) sebagai hakim yang adil, ia akan mematahkan salib, membunuh babi, meniadakan pajak dan harta akan melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” (HR. Bukhari)

Kata-kata “sebagai hakim yang adil” maksudnya adalah bahwa ia akan turun sebagai hakim yang memutuskan dengan syari’at Nabi Muhammad ﷺ.

Kata-kata “akan mematahkan salib” maksudnya ia benar-benar mematahkan salib dan membatalkan anggapan Nasrani bahwa dirinya memuliakan salib.

Sedangkan kata-kata “meniadakan pajak” maksudnya adalah bahwa ketika itu orang-orang masuk ke dalam Islam, sehingga tidak ada lagi ahludz dzimmah yang membayar pajak, karena mereka semua masuk Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa ketika Nabi Isa ‘alaihis salam turun, harta melimpah ruah sehingga tidak ada lagi orang yang mungkin diberi harta jizyah, akhirnya jizyah (pajak) ditinggalkan. Ada juga yang berpendapat bahwa hadits di atas menunjukkan bahwa syari’at jizyah berlaku sampai turunnya Nabi ‘Isa (lih. Fat-hul Bari).

Ibnu Ishaq berkata, “Nabi ‘Isa ‘alaihis salam berdo’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar ajalnya ditangguhkan, agar dia dapat menyampaikan dakwah, menyempurnakan dakwahnya dan memperbanyak orang masuk ke dalam agama Allah.”

Oleh karena itu, setelah Nabi Isa ‘alaihis salam turun ke dunia dan mengajak manusia kepada Islam, banyak orang-orang yang masuk Islam, bahkan sebelum wafatnya Nabi Isa ‘alaihis salam nanti, semua ahlul kitab akan beriman kepadanya dengan memeluk Islam (lih. Surat Al Maa’idah: 159)

Nabi ‘Isa tinggal di bumi setelah turunnya selama tujuh tahun, lalu wafat. Jika ditambah dengan umur ketika ia belum diangkat ke langit adalah tiga puluh tiga tahun. Sehingga umur Beliau adalah 40 tahun di bumi, hal ini sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir dalam Al Bidayahnya.

[32] Tentang sikap mereka terhadapnya ketika Beliau diutus kepada mereka.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan tidak ada di antara Ahli Kitab) seorang pun juga (kecuali akan beriman kepadanya) yakin kepada Isa (sebelum meninggalnya) artinya sebelum ahli Kitab itu meninggal di waktu ia melihat malaikat maut, tetapi keimanannya itu sudah tidak berguna lagi. Atau sebelum wafatnya Isa, yakni ketika dia turun dekat datangnya hari kiamat sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits (Dan pada hari kiamat itu, ia) yakni Isa (akan menjadi saksi terhadap mereka) mengenai apa yang mereka lakukan sewaktu ia diutus kepada mereka dahulu.
Selanjutnya: Akan Beriman Sebelum Kematiannya 

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaAkan Beriman Sebelum Kematiannya
Berita berikutnyaAllah Telah Mengangkat Isa ke Hadirat-Nya