Pahala yang Mengerjakan Amal Saleh

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 124

0
144

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 124. Menerangkan tentang pahala yang mengerjakan amal saleh. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun. (Q.S. An-Nisaa’ : 124)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa may ya‘mal minash shālihāti (barangsiapa mengerjakan amal-amal saleh), yakni ketaatan-ketaatan yang berhubungan dengan Rabb-nya.

Miη dzakarin au uηtsā wa huwa mu’minun (baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman), yakni selain itu ia pun seorang mukmin yang benar keimanannya.

Fa ulā-ika yadkhulūnal jannata wa lā yuzhlamūna naqīrā (maka mereka akan masuk ke dalam surga, sedang mereka tidak dizalimi walaupun sedikit), yakni kebaikan-kebaikan mereka tidak akan dikurangi walaupun hanya secuil.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-5 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman[11], maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun[12].

[11] Inilah syarat bagi semua amal, yakni amal tidaklah menjadi shalih, diterima dan membuahkan pahala serta menghindarkan siksa kecuali dengan iman. Oleh karena itu, amal tanpa iman seperti ranting pohon yang bagian bawahnya ditebang atau membuat bangunan di atas air yang bergelombang. Iman merupakan asas dan pondasi yang di atasnya dibangun segala sesuatu.

[12] Bahkan mereka akan mendapatkan pahalanya secara sempurna dan dilipatgandakan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Dan siapa yang mengerjakan) sesuatu (dari amal saleh, baik laki-laki atau wanita dan dia beriman, maka mereka itu akan masuk) ada yang membaca dalam bentuk aktif dan ada yang dalam bentuk pasif (ke dalam surga dan tidak akan dianiaya walau sedikit pun) walau sebesar lubang kecil sekalipun.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثى وَهُوَ مُؤْمِنٌ

Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia orang yang beriman. (An-Nisaa’: 124), hingga akhir ayat.

Setelah disebutkan balasan perbuatan-perbuatan jahat yaitu sudah semestinya seseorang hamba mendapat pembalasannya, adakalanya di dunia ini lebih baik baginya, dan adakalanya di akhirat; semoga Allah melindungi kita dari hal ini dan memohon kepada-Nya keselamatan di dunia dan akhirat serta pemaafan, ampunan, dan pembebasan dari-Nya, kemudian dalam ayat ini diterangkan kebaikan, kemurahan, dan rahmat Allah dalam penerimaan-Nya terhadap amal-amal saleh hamba-hamba-Nya, baik yang laki-laki maupun yang wanita, dengan syarat iman mereka. Bahwa Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga; Allah tidak akan menganiaya pahala kebaikan mereka, tidak pula menguranginya barang sedikit pun.

Ayat berikutnya: Ikhlas Tunduk kepada Allah 

Yang dimaksud dengan istilah naqir dalam akhir ayat ini ialah titik kecil yang terdapat di dalam biji buah kurma. Yang dimaksud dengan istilah fatil ialah serat yang terdapat di dalam belahan biji buah kurma. Naqir dan fatil ini kedua-duanya berada di dalam biji buah kurma. Sedangkan istilah qitmir yaitu selaput yang membungkus biji buah kurma, berada di luar biji buah kurma. Ketiga istilah ini semuanya ada di dalam Al-Qur’an.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaIkhlas Tunduk kepada Allah
Berita berikutnyaMusibah yang Menimpa Diri Hamba yang Mukmin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here