Mereka Melanggar Perjanjian Itu

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 155-156

0
161

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 155-156. Kejahatan orang-orang Yahudi dan gangguan yang mereka lakukan kepada para nabi mereka; Allah hukum mereka, karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الأنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلا يُؤْمِنُونَ إِلا قَلِيلا (١٥٥) وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (١٥٦)

Maka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mengatakan, “Hati kami tertutup.” Sebenarnya, Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman. (Q.S. An-Nisaa’: 155)

Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka yang sangat keji (zina) terhadap Maryam, (Q.S. An-Nisaa’: 156)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa bimā naq-dlihim mītsāqahum (maka karena mereka melanggar perjanjian itu), Kami lakukan beberapa tindakan terhadap mereka.

Wa kufrihim bi āyātillāhi (dan kekafiran mereka kepada ayat-ayat Allah), yakni karena kekafiran mereka kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an, mereka pun dibebani jizyah.

Wa qat-lihimu (dan mereka membunuh), yakni karena mereka membunuh.

Al-ambiyā-a bi ghairi haqqin (nabi-nabi tanpa [alasan] yang benar), yakni tanpa ada dosa, maka Kami pun membinasakan mereka.

Wa qaulihim (dan juga perkataan mereka), yakni karena perkataan mereka.

Qulūbunā ghulf (“Hati kami tertutup!”), yakni hati kami adalah wadah yang dapat menampung segala ilmu, tetapi hati kami tidak bisa memuat ucapan dan ilmu darimu.

Bal thaba‘allāhu ‘alaihā (bahkan, sebenarnya Allah telah menutup qalbu mereka), yakni sebenarnya tidak seperti yang mereka katakan, tetapi Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah menutup qalbu mereka.

Bi kufrihim (lantaran kekafiran mereka) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Fa lā yu’minūna (karena itu, mereka tidak beriman) kepada Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Illā qalīlā (kecuali sebagian kecil), yaitu ‘Abdullah bin Salam dan teman-temannya.

Wa bi kufrihim (dan karena kekafiran mereka) kepada ‘Isa ‘alaihis salam dan Injil.

Wa qaulihim (dan perkataan mereka), yakni karena perkataan mereka ….

‘Alā maryama buhtānan ‘azhīmā (terhadap Maryam berupa kebohongan yang besar [zina]). Itulah sebuah kampung yang Kami Ubah penghuninya men-jadi babi.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Maka (Kami hukum mereka)[25], karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mengatakan[26], “Hati kami tertutup.” Sebenarnya, Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman[27].

[25] Hukuman kepada mereka adalah dengan mengutuk mereka, mereka disambar petir, menjelmakan mereka menjadi kera, dan sebagainya.

[26] Kepada Nabi Muhammad ﷺ.

[27] Seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya.

  1. Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka yang sangat keji (zina) terhadap Maryam,

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka disebabkan mereka melanggar) ma merupakan tambahan; ba sababiyah berkaitan dengan yang dibuang, yang maksudnya: Kami kutuk mereka disebabkan mereka melanggar (perjanjian mereka dan karena kekafiran mereka terhadap aya-tayat Allah dan pembunuhan yang mereka lakukan kepada nabi-nabi tanpa alasan yang benar dan kata mereka) kepada Nabi ﷺ (“Hati kami tertutup”) tak dapat mendengar apa yang kamu katakan (bahkan Allah telah mengunci hati mereka itu disebabkan kekafiran mereka) hingga tak dapat mendengarkan nasihat dan pelajaran (oleh karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil) dari mereka seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya.
  2. (Dan karena kekafiran mereka) buat kedua kalinya yakni terhadap Isa, dan ba diulang-ulang menyebutkannya untuk memisah di antaranya dengan tempat mengathafkannya (dan tuduhan mereka terhadap Maryam berupa kedustaan besar) di mana mereka menuduhnya berbuat zina.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Di antara dosa-dosa yang mereka lakukan hingga menyebabkan mereka pasti dilaknat, diusir dari rahmat-Nya, dan dijauhkan dari jalan petunjuk, yaitu mereka telah melanggar janji-janji dan ikatan-ikatan yang telah diambil dari mereka; juga karena kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah, yakni hujah-hujah dan bukti-bukti kekuasaan-Nya serta mukjizat-mukjizat yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri dari tangan para nabi mereka.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

وَقَتْلَهُمُ الأنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ

Dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar. (An-Nisaa’: 155)

Karena kejahatan mereka yang luar biasa dan kekurangajaran mereka kepada nabi-nabi Allah, hingga mereka berani membunuh sejumlah nabi dari kalangan mereka.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

قُلُوبُنَا غُلْفٌ

Hati kami tertutup. (An-Nisaa’: 155)

Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, As-Saddi, Qatadah, dan lain-lainnya mengatakan, “Yang dimaksud dengan gulfun ialah githaun (penutup), yakni hati “kami dalam keadaan tertutup.” Pengertiannya sama dengan ucapan orang-orang musyrik yang disitir oleh firman-Nya:

وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ

Mereka berkata, “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya.” (Fushshilat: 5), hingga akhir ayat.

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah mereka mengaku bahwa hati mereka merupakan wadah ilmu yang telah penuh dengan ilmu pengetahuan. Demikianlah menurut riwayat Al-Kalbi, dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas. Hal yang semisal diterangkan di dalam tafsir ayat surat Al-Baqarah.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ

Bahkan sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya. (An-Nisaa’: 155)

Berdasarkan pengertian pertama, seakan-akan mereka beralasan kepada Nabi ﷺ bahwa hati mereka tidak dapat memahami apa yang dikatakannya karena hati mereka telah terkunci mati dan tertutup. Maka Allah membantah mereka, bahwa hati mereka bahkan telah terkunci mati karena kekufuran mereka sendiri.

Berdasarkan pengertian kedua adalah kebalikan dari pendapat yang pertama tadi dari segala seginya. Pembahasan mengenai hal yang semisal telah dikemukakan di dalam tafsir surat Al-Baqarah.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

فَلا يُؤْمِنُونَ إِلا قَلِيلا

Karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka. (An-Nisaa’: 155)

Dengan kata lain, hati mereka terbiasa dengan kekufuran, kezaliman, serta keimanan yang minim sekali.

وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا

Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar. (An-Nisaa’: 156)

Ayat berikutnya: Dalam Keragu-raguan Tentang yang Dibunuh Itu 

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah mereka menuduhnya berbuat zina. Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi, Juwaibir, Muhammad ibnu Ishaq, dan lain-lainnya. Pengertian ini jelas terbaca dari makna ayat, bahwa mereka memang menuduh Maryam dan putranya dengan tuduhan-tuduhan yang besar; mereka menuduh Maryam telah berbuat zina karena mengandung. Sebagian dari mereka menambahkan bahwa padahal Maryam tetap berhaid.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaDalam Keragu-raguan Tentang yang Dibunuh Itu
Berita berikutnyaUntuk Menguatkan Perjanjian Mereka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here