Mengerjakan Dosa, Maka Mengerjakannya untuk Kesusahan Dirinya Sendiri

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 111

0
75

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 111. Ajakan untuk bertobat dan beristighfar; Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk kesusahan dirinya sendiri. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَمَنْ يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُ عَلَى نَفْسِهِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kesusahan) dirinya sendiri. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An-Nisaa’ : 111)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Wa may yaksib itsman (barangsiapa yang melakukan dosa), yakni melakukan pencurian dan sumpah palsu.

Fa innamā yaksibuhū (maka sesungguhnya ia melakukannya), yakni ia akan mendapatkan hukumannya.

‘Alā nafsih, wa kānallāhu ‘alīman (terhadap dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui) orang yang mencuri baju besi itu.

Hakīmā (lagi Maha Bijaksana) dalam menetapkan hukum potong tangan.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-5 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Barang siapa yang mengerjakan dosa[17], maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kesusahan) dirinya sendiri[18]. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana[19].

[17] Mencakup dosa kecil maupun dosa besar.

[18] Hukumannya baik hukuman dunia maupun akhirat ditanggung oleh dirinya, tidak ditanggung oleh yang lain sebagaimana firman Allah Ta’ala, Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, (Terj. An Najm: 38). Akan tetapi, jika kemaksiatan nampak dan tidak diingkari, maka hukuman dan dosanya bisa menimpa secara merata, dan yang demikian masih termasuk ke dalam surah An Najm ayat 38 tersebut, karena orang yang tidak mengingkari hal yang wajib diingkari padahal dirinya mampu, maka sama saja ia telah mengerjakan kesalahan. Dalam ayat di atas terdapat bukti keadilan Allah dan kebijaksanaan-Nya, di mana Dia tidak menghukum orang lain karena kesalahan yang dilakukan oleh seseorang dan tidak menghukum lebih dari dosa yang dilakukan.

[19] Yakni Maha sempurna ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Di antara ilmu-Nya dan kebijaksanaan-Nya adalah Dia mengetahui dosa dan apa saja yang timbul daripadanya, sebab yang mendorong untuk melakukannya, hukuman dari perbuatan yang dilakukan. Dia juga mengetahui keadaan orang yang berdosa, jika seseorang melakukannya karena hawa nafsu dalam hatinya yang memerintahkan kepada keburukan, namun ia senantiasa kembali kepada Tuhannya di setiap waktunya, maka Dia akan mengampuni dan memberinya taufiq untuk bertobat. Sebaliknya, jika kemaksiatan dilakukan karena meremehkan perhatian Allah kepadanya dan meremehkan siksa-Nya, maka orang seperti ini nampaknya jauh dari ampunan dan taufiq-Nya untuk bertobat.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Siapa yang berbuat dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk kerugian dirinya sendiri) karena bencananya akan menimpa dirinya dan bukan diri orang lain. (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) dalam segala perbuatan-Nya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

وَمَنْ يَكْسِبْ إِثْماً فَإِنَّما يَكْسِبُهُ عَلى نَفْسِهِ

Barang siapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudaratan) dirinya sendiri. (An-Nisaa’: 111)

Ayat ini semakna dengan ayat yang lain, yaitu firman-Nya:

وَلا تَزِرُ وازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرى

Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Al-An’am: 164)

Dengan kata lain, seseorang tidak dapat menyelamatkan orang Lain. Sesungguhnya setiap orang akan menerima sendiri akibat dari apa yang dikerjakannya, tidak dapat membebankannya kepada orang lain. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisaa’: 111)

Ayat berikutnya: Melemparkan Tuduhan Kesalahan atau Dosa kepada Orang Lain 

Hal tersebut terjadi berkat pengetahuan-Nya, kebijaksanaan-Nya, keadilan-Nya, dan rahmat-Nya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here