Memaafkan Suatu Kesalahan Orang Lain

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 149

0
149

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 149. Pengarahan tentang adab bermasyarakat, hukum mengucapkan kata-kata buruk secara terang-terangan, dan larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk kepada seseorang; menampakkan suatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan orang lain. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا

Jika kamu menampakkan suatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa. (Q.S. An-Nisaa’  : 149)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Iη tubdū khairan (jika kalian memperlihatkan suatu kebaikan), yakni jika kalian mengemukakan jawaban yang baik.

Au tukhfūhu (atau menyembunyikan) serta tidak pula menghinanya.

Au ta‘fū (atau memaafkan), yakni memberi maaf.

‘Aη sū-in (suatu keburukan), yakni atas suatu kezaliman.

Fa innallāha kāna ‘afuwwan (maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf), yakni Allah Ta‘ala Maha Memberi Maaf kepada orang yang dizalimi.

Qadīrā (lagi Maha Kuasa) menimpakan hukuman kepada orang yang zalim.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Jika kamu menampakkan suatu kebajikan[6], menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain)[7], maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af[8] lagi Maha Kuasa.

[6] Kebajikan di sini mencakup perkataan dan perbuatan yang baik, nampak maupun tersembunyi, wajib maupun sunat.

[7] Baik menimpa badanmu, hartamu maupun kehormatanmu, lalu kamu memaafkannya.

[8] Dia memaafkan ketergelinciran hamba-hamba-Nya dan dosa-dosa mereka yang besar, Dia akan menutupinya dan akan memberikan maaf-Nya yang sempurna yang muncul dari kekuasaan-Nya. Dalam ayat ini terdapat dorongan untuk mendalami makna dari nama-nama-Nya dan sifat-Nya, dan bahwa mencipta dan memerintah muncul daripadanya serta menjadi konsekwensinya. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta’aala setelah menyebutkan hukum mengakhirinya dengan Asmaa’ul Husna sebagaimana dalam ayat ini.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Jika kamu melahirkan) atau memperlihatkan (suatu kebaikan) di antara perbuatan-perbuatan baik (atau menyembunyikannya) artinya melakukannya secara sembunyi-sembunyi (atau memaafkan sesuatu kesalahan) atau keaniayaan orang lain (maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa).

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا

Jika kalian melahirkan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa. (An-Nisaa’ : 149)

Jika kalian, hai manusia, menampakkan kebaikan atau menyembunyikannya atau memaafkan orang yang berbuat kesalahan terhadap diri kalian, sesungguhnya hal tersebut termasuk amal taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, dan Dia akan memberi kalian pahala yang berlimpah. Karena sesungguhnya termasuk sifat Allah Subhaanahu wa Ta’aala ialah memberi maaf kepada hamba-hamba-Nya, padahal Dia berkuasa menghukum mereka. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا

Maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa. (An-Nisaa’ : 149)

Di dalam sebuah asar disebutkan bahwa para malaikat penyangga Arasy selalu bertasbih menyucikan Allah Subhaanahu wa Ta’aala Sebagian dari mereka mengatakan dalam tasbihnya, Maha Suci Engkau, sifat Penyantun-Mu melebihi sifat Ilmu-Mu. Sebagian yang lain mengatakan, Maha Suci Engkau, sifat Pemaaf-Mu melebihi Kekuasaan-Mu.

Ayat berikutnya: Azab yang Menghinakan 

Di dalam sebuah hadits sahih disebutkan seperti berikut:

مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ، وَلَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا، وَمَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ الله

Harta benda tidaklah berkurang karena sedekah, dan tidak sekali-kali Allah menambahkan kepada seorang hamba karena maafnya melainkan keagungan; dan barang siapa yang rendah diri karena Allah, niscaya Allah mengangkat tinggi kedudukannya.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Berita sebelumyaAzab yang Menghinakan
Berita berikutnyaHukum Mengucapkan Kata-kata Buruk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here