Allah Haramkan bagi Mereka Makanan yang Baik-baik

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 160-161

0
178

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 160-161. Kejahatan orang-orang Yahudi dan gangguan yang mereka lakukan kepada para nabi mereka dan karena kezaliman mereka, Allah haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا (١٦٠) وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (١٦١)

Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik (yang dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah, (Q.S. An-Nisaa’: 160)

Dan karena mereka menjalankan riba, padahal mereka sesungguhnya telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka azab yang pedih. (Q.S. An-Nisaa’: 161)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa bi zhulmim minal ladzīna hādū harramnā ‘alaihim thayyibātin uhillat lahum wa bi shaddihim ‘aη sabīlillāhi katsīrā (maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi itu, Kami haramkan kepada mereka [memakan makanan] yang baik-baik [yang dahulunya] dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalang-halangi [manusia] dari Jalan Allah), yakni dari menyebut Agama Allah Ta‘ala.

Wa akh-dzihimur ribā (dan disebabkan mereka memakan riba), yakni dan disebabkan mereka menghalalkan riba.

Wa qad nuhū ‘anhu (padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya) dalam kitab Taurat.

Wa aklihim (dan karena mereka memakan), yakni dan disebabkan mereka memakan.

Amwālan nāsi bil bāthil (harta orang lain dengan jalan yang batil), yakni dengan jalan yang zalim dan suap, maka Kami Haramkan kepada mereka yang baik-baik, seperti lemak, daging unta, dan susu unta, yang asalnya dihalalkan bagi mereka.

Wa a‘tadnā lil kāfirīna minhum (Kami telah Menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu), yakni di antara orang-orang Yahudi.

‘Adzāban alīmā (azab yang pedih), yakni azab yang menyakitkan, yang rasa sakitnya terkonsentrasi di dalam hati mereka.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik (yang dahulu) pernah dihalalkan[33]; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,

[33] Lihat surat Al An’aam: 146.

  1. dan karena mereka menjalankan riba, padahal mereka sesungguhnya telah dilarang darinya[34], dan karena mereka memakan harta orang dengan cara yang batil[35]. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka azab yang pedih.

[34] Larangan memakan riba disebutkan dalam Taurat.

[35] Seperti menerima suap dalam hukum.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Maka karena keaniayaan) artinya disebabkan keaniayaan (dari orang-orang Yahudi Kami haramkan atas mereka makanan yang baik-baik yang dihalalkan bagi mereka dulu) yakni yang tersebut dalam firman-Nya, Kami haramkan setiap yang berkuku… sampai akhir ayat (juga karena mereka menghalangi) manusia (dari jalan Allah) maksudnya agama-Nya (banyak).
  2. (Dan karena memakan riba padahal telah dilarang daripadanya) dalam Taurat (dan memakan harta orang dengan jalan batil) dengan memberi suap dalam pengadilan (dan telah Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu siksa yang pedih) atau menyakitkan.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan bahwa disebabkan perbuatan aniaya orang-orang Yahudi karena mereka telah melakukan berbagai macam dosa besar, maka Allah mengharamkan kepada mereka makanan yang dihalalkan bagi mereka sebelumnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas membaca ayat ini dengan bacaan:

طَيِّبَاتٍ كَانَتْ أُحِلَّتْ لَهُمْ

Beberapa jenis makanan yang dahulunya dihalalkan bagi mereka.

Pengharaman ini adakalanya bersifat qadri atas kemauan mereka sendiri. Dengan kata lain, pada mulanya Allah memberikan keleluasaan kepada mereka, tetapi ternyata mereka melakukan penakwilan dalam kitab mereka; mereka mengubah dan mengganti banyak hal yang dihalalkan bagi mereka. Kemudian mereka mengharamkannya atas dirinya sendiri yang akibatnya mempersulit dan mempersempit diri mereka sendiri.

Adakalanya pengharaman ini bersifat syar’i. Dengan kata lain, Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengharamkan kepada mereka di dalam kitab Taurat banyak hal yang dahulunya dihalalkan kepada mereka sebelum itu. Seperti yang disebutkan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala melalui firman-Nya:

كُلُّ الطَّعَامِ كَانَ حِلا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ إِلا مَا حَرَّمَ إِسْرَائِيلُ عَلَى نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنزلَ التَّوْرَاةُ

Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. (Ali Imran: 93)

Dalam pembahasan yang lalu mengenai tafsir ayat ini disebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah semua jenis makanan adalah halal sebelum Taurat diturunkan, kecuali apa yang diharamkan oleh Nabi Ya’qub untuk dirinya sendiri dari daging unta dan air susunya.

Kemudian Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengharamkan banyak jenis makanan di dalam kitab Taurat, seperti yang disebutkan di dalam surat Al-An’am melalui firman-Nya:

وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku dari sapi dan domba. Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Mahabenar. (Al-An’am: 146)

Dengan kata lain, Kami haramkan atas mereka hal tersebut karena mereka memang berhak menerimanya disebabkan kezaliman, kedurhakaan mereka, dan mereka selalu menentang rasul mereka serta banyak bertanya kepadanya. Karena itulah dalam surat An-Nisaa’ ini disebutkan oleh firman-Nya:

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا

Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. (An-Nisaa’: 160)

Yakni mereka menghalang-halangi manusia dan diri mereka sendiri dari mengikuti perkara yang hak. Sikap tersebut merupakan watak mereka sejak zaman dahulu hingga sekarang tanpa ada perubahan. Karena itulah mereka adalah musuh para rasul; mereka banyak membunuh nabi-nabi, juga mendustakan Nabi Isa ‘alaihis salam dan Nabi Muhammad ﷺ

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ

Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya. (An-Nisaa’: 161)

Ayat berikutnya: Pujian kepada Orang-orang yang Ilmunya Mendalam 

Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah melarang mereka melakukan riba, tetapi mereka menjalankannya dan menjadikannya sebagai pekerjaan mereka, lalu mereka melakukan berbagai macam kilah dan pengelabuan untuk me-nutupinya, dan mereka memakan harta orang lain dengan cara yang batil.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. (An-Nisaa’: 161)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 

Berita sebelumyaPujian kepada Orang-orang yang Ilmunya Mendalam
Berita berikutnyaGambaran Tentang Nabi Isa ‘Alaihi Salaam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here