Ada Balasan di Dunia dan di Akhirat

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 134

0
31

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’  ayat 134.  Wasiat Allah kepada generasi terdahulu dan yang kemudian untuk bertakwa kepada-Nya, yaitu dengan beribadah kepada-Nya saja. Di sisi Allah ada balasan di dunia dan di akhirat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Barang siapa yang menghendaki balasan di dunia maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada balasan di dunia dan di akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. An-Nisaa’ : 134)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Mang kāna yurīdu tsawābad dun-yā (barangsiapa menghendaki pahala dunia saja), yakni menghendaki keuntungan duniawi atas amal yang telah diwajibkan kepadanya.

Fa ‘iηdallāhi tsawābud dun-yā (maka di sisi Allah-lah pahala dunia), yakni hendaklah ia beramal karena Allah Ta‘ala dengan sebab pahala dunia.

Wal ākhirah (dan akhirat) berada di Tangan Allah.

Wa kānallāhu samī‘an (dan adalah Allah Maha Mendengar) perkataan kalian.

Bashīrā (lagi Maha Melihat) amal-amal kalian.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-5 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Barang siapa yang menghendaki balasan di dunia[26] maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada balasan di dunia dan di akhirat[27]. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

[26] Terhadap amalnya.

[27] Bagi orang yang menginginkannya, dan tidak ada yang memiliki balasan itu selain-Nya. Oleh karena itu, mengapa kamu lebih memilih yang rendah (hanya balasan di dunia), padahal tidak ada yang diperolehnya dari balasan dunia selain yang ditaqdirkan buatnya, dan mengapa kamu tidak meminta yang lebih tinggi dari itu, yaitu balasan di dunia dan di akhirat dengan cara berbuat ikhlas kepada-Nya dan menaati-Nya. Sesungguhnya orang yang mengejar dunia, seperti orang yang menanam rumput, oleh karena itu tidak akan tumbuh padi. Sebaliknya, orang yang mengejar akhirat seperti orang yang menanam padi, yakni akan tumbuh pula rumput, dan dia akan mendapatkan dunia dan akhirat.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Siapa yang menginginkan) dengan amal perbuatannya (pahala dunia, maka di sisi Allah tersedia pahala dunia dan akhirat) yakni bagi orang yang menginginkannya, dan bukan untuk umumnya manusia. Mengapa seseorang di antara kalian mencari yang paling rendah di antara keduanya, dan kenapa ia tidak mencari yang lebih tinggi saja, yaitu yang akan diperolehnya dengan jalan mengikhlaskan tuntutan kepada-Nya serta yang tidak akan ditemuinya hanyalah pada Zat Yang Maha Kaya. (Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.)

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

مَنْ كانَ يُرِيدُ ثَوابَ الدُّنْيا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوابُ الدُّنْيا وَالْآخِرَةِ

Barang siapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. (An-Nisaa’: 134)

Hai orang yang tidak mempunyai tujuan kecuali hanya perkara duniawi saja, ketahuilah bahwa di sisi Allah terdapat pahala di dunia dan akhirat. Apabila kamu meminta kepada-Nya pahala dunia dan pahala akhirat, niscaya Dia akan memberimu dan membuatmu kaya serta puas. Di dalam ayat yang disebutkan melalui firman-Nya:

فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنا آتِنا فِي الدُّنْيا وَما لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنا آتِنا فِي الدُّنْيا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنا عَذابَ النَّارِ أُولئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا

Maka di antara manusia ada orang yang mendoa, Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia, dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang mendoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan. (Al-Baqarah; 200-202), hingga akhir ayat.

مَنْ كانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya. (Asy-Syura: 20), hingga akhir ayat.

Sama dengan firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala  yang mengatakan:

مَنْ كانَ يُرِيدُ الْعاجِلَةَ عَجَّلْنا لَهُ فِيها مَا نَشاءُ لِمَنْ نُرِيدُ- إلى قوله- انْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنا بَعْضَهُمْ عَلى بَعْضٍ

Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang-orang yang Kami kehendaki. (Al-Isra: 18) sampai dengan firman-Nya: Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). (Al-Isra: 21), hingga akhir ayat.

Ibnu Jarir menduga bahwa makna ayat berikut, yaitu firman-Nya: Barang siapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi). (An-Nisaa’: 134) ditujukan kepada orang-orang munafik, yaitu mereka yang iman pada lahiriahnya saja dengan tujuan untuk memperoleh pahala di dunia saja.

فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا

Karena di sisi Allah ada pahala dunia. (An-Nisaa’: 134)

Yaitu apa yang dihasilkan oleh mereka dari ganimah dan lain-lainnya bersama-sama kaum muslim.

وَالآخِرَةِ

Dan akhirat. (An-Nisaa’: 134)

Maksudnya, di sisi Allah ada balasan akhirat, yaitu siksaan yang disediakan oleh Allah bagi mereka di dalam neraka Jahannam. Ayat ini dijadikan olehnya (Ibnu Jarir) semakna dengan firman-Nya:

مَنْ كانَ يُرِيدُ الْحَياةَ الدُّنْيا وَزِينَتَها- إلى قوله- وَباطِلٌ مَا كانُوا يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya. (Hud: 15) sampai dengan firman-Nya: dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Hud: 16)

Makna ayat terakhir ini sudah jelastidak diragukan lagi. Adapun mengenai tafsir yang dikemukakan oleh Ibnu Jarir, masih perlu dipertimbangkan. Karena sesungguhnya makna firman-Nya: karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. (An-Nisaa’: 134) sudah jelasyaitu beroleh kebaikan di dunia dan akhirat. Dengan kata lain, di tangan kekuasaan Allah-lah pahala dunia dan akhirat. Karena itu, janganlah seseorang mempunyai cita-cita yang pendek yaitu hanya ingin meraih pahala di dunia saja; melainkan hendaklah ia bercita-cita yang tinggi, yaitu berupaya untuk memperoleh pahala di dunia dan pahala di akhirat. Karena sesungguhnya yang menentukan hal tersebut adalah Tuhan yang di tangan kekuasaan-Nya terdapat muda-rat dan manfaat. Dialah Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang membagikan kebahagiaan dan kecelakaan di antara manusia di dunia dan akhirat. Dia berbuat adil di antara mereka menurut pengetahuan-Nya tentang mereka. Siapakah di antara mereka yang mendapat ini, siapa pula yang mendapat itu.

Ayat berikutnya: Perintah Berbuat Adil dalam Masalah Hukum 

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (An-Nisaa’: 134)

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here