Pahala yang Akan Diperoleh Kaum Mukmin

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 175

0
142

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 175. Ajakan kepada manusia agar masuk ke dalam Islam serta penjelasan tentang pahala yang akan diperoleh kaum mukmin, dan balasan untuk orang-orang yang durhaka lagi sombong. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya. (Q.S. An-Nisaa’ : 175)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Fa ammal ladzīna āmanū billāhi (adapun orang-orang yang beriman kepada Allah), Nabi Muhammad ﷺ, dan kepada Al-Qur’an.

Wa‘ tashamū bihī (dan berpegang teguh kepada-Nya), yakni berpegang teguh pada tauhīdullāh (bertauhid kepada Allah).

Fa sa yud-khiluhum fī rahmatim minhu (maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dari-Nya), yakni ke dalam surga.

Wa fadl-lin (dan Karunia-Nya), yakni kemuliaan dari-Nya, baik didahulukan (ketika di dunia) ataupun diakhirkan (di akhirat kelak).

Wa yahdīhim ilaihi shirātham mustaqīmā (dan menunjukkan mereka jalan yang lurus [untuk sampai] kepada-Nya), yakni Dia akan meneguhkan mereka pada jalan yang lurus ketika di dunia. Dia akan mengukuhkan mereka pada keimanan ketika di dunia, dan memasukkan mereka ke dalam surga di akhirat nanti.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

  1. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah[17] dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya[18].

[17] Kepada wujud-Nya dan sifat-sifat-Nya yang sempurna dan menyucikan-Nya dari segala ‘aib dan kekurangan.

[18] Allah akan memberi mereka taufiq kepada ilmu dan amal; yaitu mengetahui yang hak dan mengamalkannya. Sebaliknya, orang yang tidak beriman kepada Allah, dan tidak berpegang dengan agama-Nya, maka Allah menghalangi mereka dari rahmat dan karunia-Nya, membiarkan mereka mengurus diri mereka sendiri sehingga mereka tersesat dengan kesesatan yang nyata sebagai hukuman dari meninggalkan keimanan.

.

Tafsir Jalalain

  1. (Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan limpahan karunia-Nya dan membimbing mereka ke jalan yang lurus menuju kepada-Nya) yakni agama Islam.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala:

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya (An-Nisaa’: 175)

Yakni memadukan antara ibadah dan bertawakal kepada Allah dalam semua urusan mereka. Ibnu Juraij mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.

فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ

Niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan karunia-Nya. (An-Nisaa’: 175)

Allah belas kasihan kepada mereka, maka Dia memasukkan mereka ke dalam surga dan menambahkan kepada mereka pahala yang berlipat ganda; derajat mereka ditinggikan berkat karunia Allah kepada mereka dan kebaikan-Nya.

وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. (An-Nisaa’: 175)

Yaitu jalan yang jelas, tujuan yang lurus, tidak ada bengkoknya dan tidak ada penyimpangan.

Demikianlah gambaran tentang orang-orang mukmin di dunia dan akhirat. Di dunia mereka berada pada tuntunan yang lurus dan jalan keselamatan dalam semua akidah dan amaliyahnya, sedangkan di akhirat berada pada jalan Allah yang lurus yang menghantarkan mereka ke taman-taman surga-Nya.

Ayat berikutnya: Masalah Warisan Kalalah 

Di dalam hadits Al-Haris Al-A’war, dari Ali ibnu Abu Talib radiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

 الْقُرْآنُ صراطُ اللهِ المستقيمُ وحبلُ اللَّهِ الْمَتِينُ

Al-Qur’an adalah jalan Allah yang lurus dan tali Allah yang kuat.

Hadits ini secara lengkap telah disebutkan pada permulaan kitab tafsir ini, hanya milik Allah-lah segala puji dan karunia.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaMasalah Warisan Kalalah
Berita berikutnyaAjakan kepada Manusia Agar Masuk ke Dalam Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here