Akibat yang Akan Diterima Oleh Orang yang Mengingkari Risalah dan Rasul

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’ ayat 167-169

0
164

Kajian Tafsir Surah An-Nisaa’  ayat 167-169. Akibat yang akan diterima oleh orang yang mengingkari risalah dan Rasul. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ قَدْ ضَلُّوا ضَلالا بَعِيدًا (١٦٧) إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا (١٦٨) إِلا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (١٦٩)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. (Q.S. An-Nisaa’ : 167)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus), (Q.S. An-Nisaa’ : 168)

Kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu sangat mudah bagi Allah. (Q.S. An-Nisaa’ : 169)

.

Tafsir Ibnu Abbas

Innal ladzīna kafarū (sesungguhnya orang-orang yang kafir) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Wa shaddū (dan menghalang-halangi) manusia.

‘Aη sabīlillāhi (dari Jalan Allah), yakni dari agama Allah dan dari ketaatan kepada-Nya.

Qad dlallū dlalālam ba‘īdā (benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya) dari petunjuk Allah.

 Innal ladzīna kafarū (sesungguhnya orang-orang yang kafir) kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Al-Qur’an.

Wa zhalamū (dan berbuat kezaliman), yakni orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Lam yakunillāhu li yaghfira lahum (Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka) selama mereka bersikukuh dalam kemusyrikannya.

Wa lā liyahdiyahum tharīqā (dan tidak pula akan menunjukkan jalan kepada mereka), yakni jalan hidayah.

Illā tharīqa jahannama khālidīna fīhā (kecuali jalan ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya), yakni mereka tinggal di dalam neraka tanpa pernah mati dan tidak akan dikeluarkan dari dalamnya.

Abadā, wa kāna dzālika (selama-lamanya. Dan hal itu adalah), yakni langgeng di dalamnya. dan azab itu adalah ….

‘Alallāhi yasīrā (mudah bagi Allah), yakni enteng.

Daftar Isi: Kajian Tafsir Al-Qur’an Juz Ke-6 

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an

167.[13] Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah[14], benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.

[13] Setelah menyebutkan bahwa Allah yang menjadi saksi atas kenabian Muhammad ﷺ, demikian juga para malaikat-Nya, di mana hal itu menunjukkan benarnya kerasulan Muhammad ﷺ dan menghendaki untuk dibenarkan, diimani dan diikuti, maka pada ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengancam orang-orang yang kafir kepada Beliau ﷺ.

[14] Yakni dari agama Islam, yaitu dengan menyembunyikan sifat-sifat Nabi akhir zaman yang disebutkan dalam Taurat atau melakukan usaha menghalangi manusia dari agama Allah. Mereka ini adalah para pemimpin kekafiran dan para penyeru kesesatan, karena mereka menggabung antara sikap kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah. Oleh karena itu, kesesatan apa yang lebih besar daripada kesesatan orang yang membuat sesat dirinya dan orang lain, di mana ia membawa dua dosa, dua kerugian dan luput dari dua hidayah (hidayah bagi diri dan usaha dari dirinya menunjukkan orang lain).

  1. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman[15], Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus),

[15] Terhadap nabinya.

  1. Kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu sangat mudah bagi Allah[16].

[16] Allah tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya, tetapi merekalah yang memang tidak mau diajak kepada kebaikan, bahkan memilih jalan sendiri untuk diri mereka. Oleh karena itu, beruntunglah orang yang dalam hidupnya meminta petunjuk Allah dan tidak mengandalkan kemampuan dirinya yang terbatas. Yaa Hayyu Yaa Qayyum birahmatika nastaghiitsu aslih lanaa sya’nanaa kullah wa laa takilnaa ilaa anfusinaa tharfata ‘ain (Wahai Yang Maha Hidup lagi Mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu kami meminta, perbaikilah urusan kami semuanya dan janganlah Engkau menyerahkan diri kami untuk mengurus diri kami sendiri walau sedikit pun).

.

Tafsir Jalalain

  1. (Sesungguhnya orang-orang yang kafir) kepada Allah (dan menghalang-halangi) manusia (dari jalan Allah) artinya dari agama Islam dengan menyembunyikan ciri-ciri Nabi Muhammad ﷺ; maksudnya ialah orang-orang Yahudi (maka sesungguhnya mereka telah sesat sejauh-jauhnya) dari kebenaran.
  2. (Sesungguhnya orang-orang yang kafir) kepada Allah (dan berlaku aniaya) kepada nabi-Nya dengan menyembunyikan ciri-cirinya itu (maka Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka dan tidak pula akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan) di antara jalan-jalan yang banyak ini.
  3. (Kecuali jalan neraka Jahanam) maksudnya jalan menuju ke sana (kekal mereka) artinya ditakdirkan kekal (di dalamnya) jika mereka telah memasukinya (buat selama-lamanya. Dan yang demikian itu bagi Allah mudah) artinya gampang dan tidak sulit adanya.

.

Tafsir Ibnu Katsir

Adapun firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ قَدْ ضَلُّوا ضَلالا بَعِيدًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. (An-Nisaa’: 167)

Mereka kafir dan tidak mau mengikuti perkara yang hak, bahkan mereka berupaya menghalang-halangi manusia untuk mengikuti dan menuruti jejak perkara yang hak. Mereka benar-benar telah keluar dari jalan yang benar, sesat darinya, dan jauh dari perkara yang hak, jauh yang amat mencolok.

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta’aala  memberitahukan perihal keputusan-Nya terhadap orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat-Nya, Kitab, dan Rasul-Nya, yaitu mereka yang menganiaya diri sendiri karena hal ter-sebut; juga karena menghalang-halangi manusia dari jalan-Nya, mengerjakan perbuatan-perbuatan yang berdosa, dan melanggar hal-hal yang diharamkan-Nya. Dia tidak akan memberikan ampunan kepada mereka.

وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

Dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka. (An-Nisaa’: 168)

Yakni jalan kebaikan.

Ayat berikutnya: Ajakan kepada Manusia untuk Beriman kepada Al-Qur’an 

إِلا طَرِيقَ جَهَنَّمَ

Kecuali jalan ke neraka Jahannam. (An-Nisaa’: 169) Istisna dalam ayat ini bersifat munqati’.

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. (An-Nisaa’: 169), hingga akhir ayat.

Hanya Allah Yang Maha mengetahui dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Berita sebelumyaAjakan kepada Manusia untuk Beriman kepada Al-Qur’an
Berita berikutnyaAllah Subhaanahu wa Ta’aala Bersaksi untuk Nabi-Nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here